Kelas 2 pun mulai aku jalani. Tidak ada perbedaan di teman kelas ku. Semua sama, tidak bertambah tidak berkurang. dari kelas 1D , aku dan teman teman naik kelas menuju 2D.Wali kelas kami bernama Pak Mansyur. Insya Allah, kalau saya mesih ingat, beliau mengajar kami semua pelajaran. Dahulu , di zaman kami, kelas 1 , 2 , dan 3 , kami hanya mempunyai 1 guru pengajar + itulah wali kelas kami. Saat itu masih sistem CAWU. Tiap cawu berkisar antara 4 bulan. Ujian akhir tiap Cawu diberi nama THB. Singkatan dari Tes Hasil Belajar.
Dari rumah pun aku berangkat. Kelas 2 , kelas baru, wali kelas baru, menungguku. Aku melihat bajuku. Apakah sudah rapi? , aku pun lihat isi tas ku apakah ada yang ketinggalan? . Aku suka kerapian. Baju ku pun, aku tidak suka kalau ada kancing yang terbuka. Kancing atas pun, aku kancingkan , meskipun tertutup dasi. Sabuk? tidak pernah lupa aku memakainya. Sepatu? meskipun solnya sudah hampir copot, aku tetap memakainya. Aku berusaha serapi mungkin. Tidak tahu kenapa, tapi aku sangat suka seperti itu :D
Foto saat aku masih kelas 2
Suatu saat, sesuatu pun terjadi. Buku untuk mencatat tugas harian, tidak aku bawa. Aku tiba tiba merasa gugup sendiri. Aku benar benar merasa bersalah. Wali kelas ku pun bilang , "tidak apa apa, sementara memakai buku lain dahulu, nanti disalin". Tetapi aku tidak mau. Aku merasa bersalah karena tidak membawa buku tugas berwarna merah itu. Aku pun bingung, guru ku pun menyuruhku untuk telepon orang tua ku, agar membawakan buku tersebut.
Aku tau, dirumahku tidak mempunyai telepon.Bahkan dirumahku tidak mungkin ada orang. Kakakku sekolah, Ibu ku jelas sedang bekerja. Tapi aku tetap bersikukuh untuk ingin mengambil buku yang ketinggalan itu. Aku tidak tahu kenapa, aku benar benar merasa bersalah dan janggal karena tidak membawa buku yang seharusnya aku bawa. Aku pun pergi ke ruang TU. Telepon pun siap aku gunakan. Tetapi aku harus menelpon siapa?
Aku pun gugup. Berkeringat. Guruku pun membantuku menelpon. Guruku bertanya, "berapa nomor telepon rumahmu nak?". Aku pun menjawab sekenanya. Lalu ada orang yang mengangkat telepon itu. Aku pun berbicara kalau buku ku ketinggalan. Tidak peduli siapa yang berbicara di telepon itu, yang penting aku sudah berusaha menghubungi orang , agar membawakan buku ku itu. Aku masih ingat, orang yang aku telpon rumahnya di daerah sawojajar. Aku pun jelas tahu kalau itu salah sambung. Tapi aku ingin meyakinkan guru ku. Kalau aku benar benar ingin berusaha membawa buku tersebut.
Setelah telpon, aku pun bilang kepada guruku. "Tidak ada yang bisa mengantar buku ku pak, ibuku kerja, tidak ada orang dirumah.". Aku pun menangis saat itu. Guru ku pun bertanya "Lalu siapa orang yang mengangkat telpon itu nak?". Aku pun bilang tidak tahu siapa itu, dan masih menangis. Guruku pun menyadari kalau telpon tadi bukanlah menuju orang tuaku. Guruku pun menenangkanku.Guruku pun bilang "kalau kamu memang ingin membawa buku itu, tidak apa apa kamu tidak membawa buku itu hari ini.". Aku pun tetap tidak mau, karena aku benar benar merasa bersalah.
Guruku pun meminta ku lebih baik membeli buku baru.Tapi bagaimana? aku tidak punya uang. Uang saku ku 300 rupiah saat itu. Sedangkan buku itu berharga 1000 rupiah. Guruku pun tersenyum. Dia mengantarku ke koperasi. Dia membelikan buku tugas berwarna merah itu untukku. Saat memberikan buku merah itu, guruku pun berkata "Besok besok, jangan ketinggalan lagi ya nak,", dengan wajah tersenyum. Aku pun merasa sungkan dengan guruku,tetapi aku lega.
Saat pulang, aku pun menceritakan hal tersebut kepada ibuku. Ibuku pun tertawa mendengar ceritaku. Ibuku memberi uang untuk mengganti uang guruku untuk buku tersebut. Keesokan harinya, saat aku ingin mengembalikan uang itu ke guruku tersebut, guruku pun tersenyum, menaruh lagi uang yang aku berikan, ke saku baju seragamku, dan berkata "Harga buku kemarin sama sekali tidak mahal bagi bapak nak, tetapi rasa tanggung jawabmu yang sangat mahal bagi bapak". Aku pun tidak mengerti arti kata tersebut. Jelas saja, aku masih kelas 2 -.- . Tetapi aku benar benar ingat kata kata tersebut, sampai sekarang :)
Hal yang aku pelajari dari kejadian tersebut,
Disiplin untuk semua hal, tidak peduli dimanapun kita berada. Kita harus memposisikan diri sebaik mungkin.Tanpa dilihat siapapun, tanpa mengharapkan apapun, sebisa mungkin kita mentaati peraturan yang ada.
Tanggung jawab, untuk hal yang kita lakukan . Tak terkecuali untuk hal sekecil apapun :)
Kamis, 29 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012
In Elementary School 1 -Good Manner, Bad Manner-
Ini ceritaku saat aku sekolah dasar. Sekolah ku bernama MIN Malang 1 , bertempat di jalan bandung , kota malang. Dengan 'Antar-jemput', aku berangkat dari rumah ku yang berada di daerah sukun, menuju MIN , sekolah dasarku.Dibawah ini merupakan foto palang skolahku yang ditempatkan di dekat kolam ikan. (Seingatku sih :D)
Hari pertama masuk sekolah pun dimulai. Hari itu ibu mengantarku masuk ke sekolah. Tapi, ibu ku gabisa lama lama untuk tetap menunggu disana sampai aku pulang. Yah, tentunya karena ibu harus bekerja. Dan alhasil, aku menangis :P , tentunya saat itu aku masih kelas 1 SD , bukanlah hal yang besar jika aku menangis kan? -.-
Aku bahkan masih ingat nama teman-teman ku dan juga absennya, meskipun cuma beberapa. Misal , Abu Bakar absen 1 , Adrian Ramadhan absen 2 , Fanny absen 4 , Haqi absen 15, Ro'di Nur Fajri absen 32 , Iqbal absen 33 , Jihan , Dian , yang lainnya sudah lupa -.- , bahkan aku lupa, aku sendiri absen berapa :P
Abu Bakar. Dia anak yang nakal. Selalu memalak kue teman teman. Bahkan lebih sering kue ku yang diminta. Kalau misal, ibu ada rejeki, ibu membelikan aku biskuit holland, yang itu aku ingat harga nya sekitar 1000 rupiah. Menurutku itu mahal, tapi dia, selalu minta kueku. Alhasil, kadang aku hanya memakan 1 dari 4 biji yang ada. Sedangkan kue hollad itu pun jarang kudapatkan untuk bekalku.
Sampai sampai, dia belum memalak pun aku sudah memberinya terlebih dahulu -,- , mungkin karena terbiasa yah. Dia pun suka menjitak kepala teman jika saat kita bermain saat istirahat -.- . Benar benar anak yang nakal dan bandel. Tidak ada yang berani memberi tahu, karena jika memberi tahu guru, kita diancam akan dipukul -.- (itulah anak SD, pasti anda pernah mengalaminya)
Suatu saat, ada hal yang merubah sifat Abu si nakal itu, menjadi berubah total. Dia menjadi baik. Kami pun kaget, seorang anak yang bandel seperti itu, bisa menjadi baik? ini ceritanya.
Aku dan teman temanku , seperti biasa, kami bermain saat istirahat. Depan kelas kami adalah musholla sekolah. Kami melepas sepatu, dan kami bermain di teras mushollah. Kami bermain kejar kejaran saat itu. Tentu Abu ikut. Tetapi , Abu jelas bermain curang, dia tidak mau menjadi pengejar. Kalau ada yang memaksa, tentu dia jitak -.-
Tiba tiba sesuatu terjadi. Si Abu, saat lari, dia jatuh dan kepalanya membentur lantai. teman teman pun menertawakan dia. Dia kelihatan mau menangis. Aku rasa jatuh tadi cukup sakit. Dia memakai kaus kaki saat itu. Mungkin itu penyebab dia jatuh seperti itu. Aku pun menolongnya berdiri. Teman teman masih menertawakan dia. Ada juga yang membantu ku menolong Abu. Aku pun tidak tahu kenapa aku menolongnya. Aku selalu dijahili dia. Aku selalu di jitak dia, dijahati dia, tapi kenapa aku menolongnya?
Aku pun bingung, kenapa aku tidak tertawa saja dengan yang lain, toh aku dijahati dia kan?. Tapi aku malah menolong dia, membantu nya berdiri, dan aku bertanya ke dia "apa kamu tidak apa apa?". Abu pun bilang terima kasih, dan kami pun, yang menolong dia, berkata "kalau saja kamu tidak nakal, banyak yang akan mau berteman dengan kamu". Aku pun ingat aku berkata seperti ini "Aku menolong yang harus aku tolong, tidak peduli dia musuh ku atau orang yang tidak aku suka". Tentu aku tidak memakai bahasa baku seperti itu -.- aku memakai bahasa jawa.
Akhirnya Abu pun berubah. Dia mempunyai banyak teman setelah kejadian itu. Tetapi dia tetap bandel di kelas. Ramai sendiri, mengganggu teman , yah seperti bandelnya anak kecil -.-
Tetapi kami senang , Abu tidak sejahat dulu :)
Hal yang bisa aku pelajari dari cerita ku ini, adalah
Tidak peduli siapapun dia, jika dia membutuhkan pertolongan, selama aku sanggup membantu , aku akan membantunya. Tidak peduli dia musuh, atau orang yang tidak aku suka.
Kita akan di "baik" i orang , jika kita baik ke orang lain. Kita akan di "jahat" i orang, jika kita jahat ke orang lain.
Aku bahkan masih ingat nama teman-teman ku dan juga absennya, meskipun cuma beberapa. Misal , Abu Bakar absen 1 , Adrian Ramadhan absen 2 , Fanny absen 4 , Haqi absen 15, Ro'di Nur Fajri absen 32 , Iqbal absen 33 , Jihan , Dian , yang lainnya sudah lupa -.- , bahkan aku lupa, aku sendiri absen berapa :P
Abu Bakar. Dia anak yang nakal. Selalu memalak kue teman teman. Bahkan lebih sering kue ku yang diminta. Kalau misal, ibu ada rejeki, ibu membelikan aku biskuit holland, yang itu aku ingat harga nya sekitar 1000 rupiah. Menurutku itu mahal, tapi dia, selalu minta kueku. Alhasil, kadang aku hanya memakan 1 dari 4 biji yang ada. Sedangkan kue hollad itu pun jarang kudapatkan untuk bekalku.
Sampai sampai, dia belum memalak pun aku sudah memberinya terlebih dahulu -,- , mungkin karena terbiasa yah. Dia pun suka menjitak kepala teman jika saat kita bermain saat istirahat -.- . Benar benar anak yang nakal dan bandel. Tidak ada yang berani memberi tahu, karena jika memberi tahu guru, kita diancam akan dipukul -.- (itulah anak SD, pasti anda pernah mengalaminya)
Suatu saat, ada hal yang merubah sifat Abu si nakal itu, menjadi berubah total. Dia menjadi baik. Kami pun kaget, seorang anak yang bandel seperti itu, bisa menjadi baik? ini ceritanya.
Aku dan teman temanku , seperti biasa, kami bermain saat istirahat. Depan kelas kami adalah musholla sekolah. Kami melepas sepatu, dan kami bermain di teras mushollah. Kami bermain kejar kejaran saat itu. Tentu Abu ikut. Tetapi , Abu jelas bermain curang, dia tidak mau menjadi pengejar. Kalau ada yang memaksa, tentu dia jitak -.-
Tiba tiba sesuatu terjadi. Si Abu, saat lari, dia jatuh dan kepalanya membentur lantai. teman teman pun menertawakan dia. Dia kelihatan mau menangis. Aku rasa jatuh tadi cukup sakit. Dia memakai kaus kaki saat itu. Mungkin itu penyebab dia jatuh seperti itu. Aku pun menolongnya berdiri. Teman teman masih menertawakan dia. Ada juga yang membantu ku menolong Abu. Aku pun tidak tahu kenapa aku menolongnya. Aku selalu dijahili dia. Aku selalu di jitak dia, dijahati dia, tapi kenapa aku menolongnya?
Aku pun bingung, kenapa aku tidak tertawa saja dengan yang lain, toh aku dijahati dia kan?. Tapi aku malah menolong dia, membantu nya berdiri, dan aku bertanya ke dia "apa kamu tidak apa apa?". Abu pun bilang terima kasih, dan kami pun, yang menolong dia, berkata "kalau saja kamu tidak nakal, banyak yang akan mau berteman dengan kamu". Aku pun ingat aku berkata seperti ini "Aku menolong yang harus aku tolong, tidak peduli dia musuh ku atau orang yang tidak aku suka". Tentu aku tidak memakai bahasa baku seperti itu -.- aku memakai bahasa jawa.
Akhirnya Abu pun berubah. Dia mempunyai banyak teman setelah kejadian itu. Tetapi dia tetap bandel di kelas. Ramai sendiri, mengganggu teman , yah seperti bandelnya anak kecil -.-
Tetapi kami senang , Abu tidak sejahat dulu :)
Hal yang bisa aku pelajari dari cerita ku ini, adalah
Tidak peduli siapapun dia, jika dia membutuhkan pertolongan, selama aku sanggup membantu , aku akan membantunya. Tidak peduli dia musuh, atau orang yang tidak aku suka.
Kita akan di "baik" i orang , jika kita baik ke orang lain. Kita akan di "jahat" i orang, jika kita jahat ke orang lain.
Senin, 26 Maret 2012
My First Story End -limitations will not lower my spirits-
Taman Kanak-Kanak sudah aku lewati.
Saatnya aku menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu aku meminta ibu untuk sekolah di tempat yang dekat rumah saja, agar tidak ada biaya transportasi , juga aku tau di daerah dekat rumah ku, sekolah nya pun mempunyai biaya yang murah + itu dulu SD kakakku.
Meskipun masih kecil, aku pun sudah mempunyai pikiran aku tidak mau terlalu banyak membebani orang tua. Tapi ibu ku berkata lain. Ibu ku ingin aku sekolah di madrasah , agar aku mendapatkan pelajaran agama yang banyak , dan menjadi anak yang sholeh. Kami pun berangkat untuk mendaftar.
Ternyata madrasah yang diinginkan ibu ku adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang. Sekolah tersebut mempunyai reputasi yang sangat baik. Termasuk sekolah madrasah terbaik, untuk saat itu se Jawa Timur. Aku berpikir, tentu biaya masuk ke sekolah tersebut tidaklah murah. Tapi ibuku tetap mengajakku pergi kesana, tanpa ragu. Aku dan ibuku sampai di tempat tujuan. Ibu ku mengurus pendaftaran, dan aku langsung tes di hari itu juga. Dan, tes pun dimulai.
Aku masih sangat ingat tes apa saja yang dilakukan disana. Tes membaca, alhamdulillah aku sama sekali tidak kesulitan. Tes mengaji, disuruh membaca Iqro' 2 , dan alhamdulillah saat itu aku sudah mencapai Iqro' 6. Tes menebak buah buahan, itu pun tidak sulit. Aku hanya salah satu buah, buah durian, aku menjawabnya nangka.
Yaah mungkin salah kecil, karena bentuk kedua buah itu hampir sama kan?
Tes yang paling sulit pun akhirnya datang. Tes engikat sepatu sendiri. Aku bingung saat itu. Sangat bingung. Karena sebelum masuk ruangan, sepatu disuruh melepas sendiri. Tentu aku bisa kalau melepasnya. Sekarang disuruh memasang sepatu sendiri? . Gawat , aku sama sekali tidak tahu caranya.
Teman disebelahku pun kesusahan , karena talinya tidak sesuai dengan simpul tali yang biasanya. Aku pun semakin gugup. Banyak yang tidak lolos tes tersebut. Padahal tes tersebut mempunyai nilai pengaruh yang besar, yaitu nilai mandiri.
Aku ambil sepatuku, aku pasang sepatu ku, dan Srekk, aku lulus tes itu dengan mudah. Kenapa? karena sepatu yang aku kenakan adalah sepatu tinggal pasang, bukan sepatu tali :D
Tiba saatnya siapa yang diterima, dan siapa yang tidak. Orang tua kami pun diberi sebuah amplop. Yang memberikan amplop memberitahukan kepada orang tua kami, "Silahkan membuka amplop, dan masuk ke ruangan yang tertulis di dalam amplop tersebut".
Ibu ku pun langsung masuk ke salah satu ruangan, yang saat itu masih sedikit orang yang masuk ruangan tersebut. Hei, ibuku belum membuka amplopnya -.-
Saat ibuku berbincang dengan yang duduk disebelahnya, baru ibuku tahu, ternyata ruangan itu untuk anak yang diterima. Ibu ku pun belum tahu, aku diterima apa tidak. Saat petugas di ruangan tersebut bertanya, bagaimana hasilku, ibu ku pun baru membuka amplop tersebut -.-
Dan untungnya isi amplop tersebut bertuliskan "Diterima"
Alhamdulillah, jika isi amplop tersebut berbeda, bagaimana wajah ibu ku ya -.-
Biaya SPP dan Uang gedung pun mahal. Aku tau hal itu sebelumnya. tapi ibuku tetap berusaha. Ya, ibuku meminta keringanan. Ibu pergi ke ruang kepala sekolah, dan akhirnya kami pun mendapat keringanan, dengan cara boleh mengangsur uang gedung tersebut. Kami pun sedikit lega akan hal itu.
Sukun, ke LandungSari. Pulang pergi harus kulewati tiap hari untuk pergi sekolah. Ibu ku pun menyewa antar-jemput , agar aku selamat, dan tentu aman. Biaya yang dikeluarkan ibu ku sangatlah banyak. Untuk seragam, buku, dan antar jemput tersebut. Bagaimana dengan sepatu dan tas?
Sepatu dan tas pun masih menggunakan yang lama, saat aku masih duduk di bangku TK. Tak apalah, masih bisa dipakai, disyukuri :)
Uang saku? aku tidak mempunyai uang saku. Ibu ku membelikanku jajan 100 an , dan aku bawa untuk bekal sekolahku. Aku tahu ibuku bekerja keras untuk menyekolahkanku disini.
Aku harus tetap semangat, harus berprestasi. Keterbatasan tak akan mematahkan semangatku. Saat aku berusaha keras, dan mendapat prestasi, keterbatasan pun akan hilang. Membuat orang tua bangga, itu lebih berharga , daripada mendapatkan uang sebanyak apapun :)
Hal itulah yang aku pelajari, saat aku memasuki Sekolah Dasar...
Saatnya aku menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu aku meminta ibu untuk sekolah di tempat yang dekat rumah saja, agar tidak ada biaya transportasi , juga aku tau di daerah dekat rumah ku, sekolah nya pun mempunyai biaya yang murah + itu dulu SD kakakku.
Meskipun masih kecil, aku pun sudah mempunyai pikiran aku tidak mau terlalu banyak membebani orang tua. Tapi ibu ku berkata lain. Ibu ku ingin aku sekolah di madrasah , agar aku mendapatkan pelajaran agama yang banyak , dan menjadi anak yang sholeh. Kami pun berangkat untuk mendaftar.
Ternyata madrasah yang diinginkan ibu ku adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang. Sekolah tersebut mempunyai reputasi yang sangat baik. Termasuk sekolah madrasah terbaik, untuk saat itu se Jawa Timur. Aku berpikir, tentu biaya masuk ke sekolah tersebut tidaklah murah. Tapi ibuku tetap mengajakku pergi kesana, tanpa ragu. Aku dan ibuku sampai di tempat tujuan. Ibu ku mengurus pendaftaran, dan aku langsung tes di hari itu juga. Dan, tes pun dimulai.
Aku masih sangat ingat tes apa saja yang dilakukan disana. Tes membaca, alhamdulillah aku sama sekali tidak kesulitan. Tes mengaji, disuruh membaca Iqro' 2 , dan alhamdulillah saat itu aku sudah mencapai Iqro' 6. Tes menebak buah buahan, itu pun tidak sulit. Aku hanya salah satu buah, buah durian, aku menjawabnya nangka.
Yaah mungkin salah kecil, karena bentuk kedua buah itu hampir sama kan?
Tes yang paling sulit pun akhirnya datang. Tes engikat sepatu sendiri. Aku bingung saat itu. Sangat bingung. Karena sebelum masuk ruangan, sepatu disuruh melepas sendiri. Tentu aku bisa kalau melepasnya. Sekarang disuruh memasang sepatu sendiri? . Gawat , aku sama sekali tidak tahu caranya.
Teman disebelahku pun kesusahan , karena talinya tidak sesuai dengan simpul tali yang biasanya. Aku pun semakin gugup. Banyak yang tidak lolos tes tersebut. Padahal tes tersebut mempunyai nilai pengaruh yang besar, yaitu nilai mandiri.
Aku ambil sepatuku, aku pasang sepatu ku, dan Srekk, aku lulus tes itu dengan mudah. Kenapa? karena sepatu yang aku kenakan adalah sepatu tinggal pasang, bukan sepatu tali :D
Tiba saatnya siapa yang diterima, dan siapa yang tidak. Orang tua kami pun diberi sebuah amplop. Yang memberikan amplop memberitahukan kepada orang tua kami, "Silahkan membuka amplop, dan masuk ke ruangan yang tertulis di dalam amplop tersebut".
Ibu ku pun langsung masuk ke salah satu ruangan, yang saat itu masih sedikit orang yang masuk ruangan tersebut. Hei, ibuku belum membuka amplopnya -.-
Saat ibuku berbincang dengan yang duduk disebelahnya, baru ibuku tahu, ternyata ruangan itu untuk anak yang diterima. Ibu ku pun belum tahu, aku diterima apa tidak. Saat petugas di ruangan tersebut bertanya, bagaimana hasilku, ibu ku pun baru membuka amplop tersebut -.-
Dan untungnya isi amplop tersebut bertuliskan "Diterima"
Alhamdulillah, jika isi amplop tersebut berbeda, bagaimana wajah ibu ku ya -.-
Biaya SPP dan Uang gedung pun mahal. Aku tau hal itu sebelumnya. tapi ibuku tetap berusaha. Ya, ibuku meminta keringanan. Ibu pergi ke ruang kepala sekolah, dan akhirnya kami pun mendapat keringanan, dengan cara boleh mengangsur uang gedung tersebut. Kami pun sedikit lega akan hal itu.
Sukun, ke LandungSari. Pulang pergi harus kulewati tiap hari untuk pergi sekolah. Ibu ku pun menyewa antar-jemput , agar aku selamat, dan tentu aman. Biaya yang dikeluarkan ibu ku sangatlah banyak. Untuk seragam, buku, dan antar jemput tersebut. Bagaimana dengan sepatu dan tas?
Sepatu dan tas pun masih menggunakan yang lama, saat aku masih duduk di bangku TK. Tak apalah, masih bisa dipakai, disyukuri :)
Uang saku? aku tidak mempunyai uang saku. Ibu ku membelikanku jajan 100 an , dan aku bawa untuk bekal sekolahku. Aku tahu ibuku bekerja keras untuk menyekolahkanku disini.
Aku harus tetap semangat, harus berprestasi. Keterbatasan tak akan mematahkan semangatku. Saat aku berusaha keras, dan mendapat prestasi, keterbatasan pun akan hilang. Membuat orang tua bangga, itu lebih berharga , daripada mendapatkan uang sebanyak apapun :)
Hal itulah yang aku pelajari, saat aku memasuki Sekolah Dasar...
Kamis, 22 Maret 2012
My First Story 2 -Let's Be Stronger-
17 Agustus 1999
Hari kemerdekaan negara Indonesia saat itu. Tiap daerah mempunyai berbagai cara untuk merayakan hari itu.
Di kampungku, seperti biasa, mengadakan beberapa lomba. Acara pun dimulai pukul 10 Pagi.
Jl. Elang dipenuhi oleh warga untuk meramaikan lomba. Lombanya pun bermacam-macam , juga untuk segala usia. Mulai dari anak anak, sampai orang tua. Acara lomba pun berlangsung sampai sore hari.
Para warga pun beristirahat sejenak. Karna di malam itu masih ada acara di kampung. Ternyata masih ada lomba, juga ada acara lain. Semua bergembira di acara tersebut. Menyanyi, menari bersama, makan jagung bakar bersama, itu pun berlangsung sampai malam.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Waktu nya anak anak tidur tentunya. Bapak bapak berjaga malam itu. Semacam ronda lah. Aku , Ibuku, kakakku, pulang kerumah. Kami capek , dan kami pun pergi tidur.
Tak lama setelah itu , aku terbangun. Aku lihat api diatas ku. Apa aku mimpi? . Ibu ku tidak ada di kamar. Kakakku pun juga. aku cari di dapur , kamar mandi, tidak ada. Pintu depan rumah terbuka. Aku penasaran. Di jam 2 pagi seperti ini, masih banyak orang di depan rumahku? apa acara belum selesai?
Aku pun keluar rumah. Aku kaget. Ternyata rumah tetangga sebelahku mengalami musibah. Kebakaran.
Aku lihat ibuku begitu bingung memanggil orang orang. Ternyata api pun merambat ke rumah kami. Bapak - bapak mengambil air, menyiram sebisanya, sebelum api lebih merambat lagi.
Tak lama kemudian, ada yang menjerit. "Allahuakbaaaar".Seorang wanita yang terjebak di lantai 2 rumah yang terbakar itu. Tiba tiba wanita itu lompat, dan jatuh kebawah. Dengan tubuh yang sudah hangus, dan tubuh nya melingkar. Jelas wanita tersebut nyawanya tidak tertolong. Setelah diselidiki, ternyata wanita itu adalah pembantu dari rumah tersebut.
Aku dan kakakku pun dibawa ke rumah pak RT. Kami tidur disana. Ibu ku lupa kalau aku masih di dalam rumah tadi. Mungkin ibu ku terlalu panik , sampai lupa pada anak kecilnya. Setelah diselidiki apa penyebab kebakaran tersebut, ternyata ada kemungkinan pemilik rumah teledor membuang rokok. Dan kemungkinan rokok itulah penyebab kebakaran itu.
Rumah kami jelas terbakar. Atap pun berlubang. Aku tidak sekolah hari itu. Banyak orang yang sibuk membereskan rumahku. Sedangkan rumah sebelah yang terbakar itu, sudah hancur lebur, tinggal puing puing bekas kebakaran.
Banyak orang yang memberikan kami santunan. Yah, musibah seperti ini tidak akan ada yang menduga kan?. Kerugian pun oleh ibuku tidak dihitung. Ibuku meng-ikhlaskannya. Menurutku hal ini sangat berat. Ibu ku single parent saat itu. Harus menanggung biaya banyak, rumah sudah seperti ini, juga mempunyai 2 orang anak, ibu ku pun juga masih kuliah saat itu.
Beberapa hari kami menumpang di rumah tetangga. Kadang pula juga kami menginap di rumah kakek dan nenek.Meskipun ibu ku jarang di rumah, tetapi ibu ku sangat ramah kepada warga sekitar. Mungkin itu pula yang membuat banyaknya kami mendapat santunan. Ibu ku pun tetap semangat bekerja sambi kuliah.
Kami tetap menetap di sukun, sampai rumah sudah dibenahi. Hal yang bisa kupelajari dari musibah ini, janganlah pernah menghitung kerugian atau pun hal yang telah hilang dari kita.Saat kita jatuh, terpuruk, bolehlah kita menangis dan sedih. Setelah itu kita harus bangkit, kalahkan problem di depan kita, maka kita akan menjadi lebih tegar dan kuat.
Aku belajar hal itu dari ibuku.
Hari kemerdekaan negara Indonesia saat itu. Tiap daerah mempunyai berbagai cara untuk merayakan hari itu.
Di kampungku, seperti biasa, mengadakan beberapa lomba. Acara pun dimulai pukul 10 Pagi.
Jl. Elang dipenuhi oleh warga untuk meramaikan lomba. Lombanya pun bermacam-macam , juga untuk segala usia. Mulai dari anak anak, sampai orang tua. Acara lomba pun berlangsung sampai sore hari.
Para warga pun beristirahat sejenak. Karna di malam itu masih ada acara di kampung. Ternyata masih ada lomba, juga ada acara lain. Semua bergembira di acara tersebut. Menyanyi, menari bersama, makan jagung bakar bersama, itu pun berlangsung sampai malam.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Waktu nya anak anak tidur tentunya. Bapak bapak berjaga malam itu. Semacam ronda lah. Aku , Ibuku, kakakku, pulang kerumah. Kami capek , dan kami pun pergi tidur.
Tak lama setelah itu , aku terbangun. Aku lihat api diatas ku. Apa aku mimpi? . Ibu ku tidak ada di kamar. Kakakku pun juga. aku cari di dapur , kamar mandi, tidak ada. Pintu depan rumah terbuka. Aku penasaran. Di jam 2 pagi seperti ini, masih banyak orang di depan rumahku? apa acara belum selesai?
Aku pun keluar rumah. Aku kaget. Ternyata rumah tetangga sebelahku mengalami musibah. Kebakaran.
Aku lihat ibuku begitu bingung memanggil orang orang. Ternyata api pun merambat ke rumah kami. Bapak - bapak mengambil air, menyiram sebisanya, sebelum api lebih merambat lagi.
Tak lama kemudian, ada yang menjerit. "Allahuakbaaaar".Seorang wanita yang terjebak di lantai 2 rumah yang terbakar itu. Tiba tiba wanita itu lompat, dan jatuh kebawah. Dengan tubuh yang sudah hangus, dan tubuh nya melingkar. Jelas wanita tersebut nyawanya tidak tertolong. Setelah diselidiki, ternyata wanita itu adalah pembantu dari rumah tersebut.
Aku dan kakakku pun dibawa ke rumah pak RT. Kami tidur disana. Ibu ku lupa kalau aku masih di dalam rumah tadi. Mungkin ibu ku terlalu panik , sampai lupa pada anak kecilnya. Setelah diselidiki apa penyebab kebakaran tersebut, ternyata ada kemungkinan pemilik rumah teledor membuang rokok. Dan kemungkinan rokok itulah penyebab kebakaran itu.
Rumah kami jelas terbakar. Atap pun berlubang. Aku tidak sekolah hari itu. Banyak orang yang sibuk membereskan rumahku. Sedangkan rumah sebelah yang terbakar itu, sudah hancur lebur, tinggal puing puing bekas kebakaran.
Banyak orang yang memberikan kami santunan. Yah, musibah seperti ini tidak akan ada yang menduga kan?. Kerugian pun oleh ibuku tidak dihitung. Ibuku meng-ikhlaskannya. Menurutku hal ini sangat berat. Ibu ku single parent saat itu. Harus menanggung biaya banyak, rumah sudah seperti ini, juga mempunyai 2 orang anak, ibu ku pun juga masih kuliah saat itu.
Beberapa hari kami menumpang di rumah tetangga. Kadang pula juga kami menginap di rumah kakek dan nenek.Meskipun ibu ku jarang di rumah, tetapi ibu ku sangat ramah kepada warga sekitar. Mungkin itu pula yang membuat banyaknya kami mendapat santunan. Ibu ku pun tetap semangat bekerja sambi kuliah.
Kami tetap menetap di sukun, sampai rumah sudah dibenahi. Hal yang bisa kupelajari dari musibah ini, janganlah pernah menghitung kerugian atau pun hal yang telah hilang dari kita.Saat kita jatuh, terpuruk, bolehlah kita menangis dan sedih. Setelah itu kita harus bangkit, kalahkan problem di depan kita, maka kita akan menjadi lebih tegar dan kuat.
Aku belajar hal itu dari ibuku.
Rabu, 21 Maret 2012
My First Story -Every person has the advantage-
Kenalkan, nama saya Faris Imamda Putra , lahir di lawang, 30 - April - 1993 Jum'at Wage jam 04.00 pagi , waktu subuh..
(apa data diatas kurang lengkap ?) :D
Foto waktu aku kecil :D
pertama, . . mungkin aku bercerita dahulu tentang masa aku kecil yah ..
harus dimulai dari mana? mungkin dari sini dulu
aku tinggal dengan ibu, dan kakakku.
Beralamat di daerah sukun, Jl. Elang No. 26
kenapa ada yang kurang? ya . . Ayah..
Ibu dan ayah ku cerai.. dan aku kira itu bukan masalahku, dan aku tidak mau cerita tentang hal itu, lagian aku juga tidak minat :D
Mulai umurku 2 tahun, ayah dan ibu pisah. Kakakku memilih tinggal bersama ibu. Aku , yang masih sekecil itu, bahkan tidak tahu wajah ayahku. Tak apalah. Tiap orang punya kisah masing-masing. Punya jalan masing-masing pula.
Oiya , aku pernah jadi juara 1 balita sehat :D .. fotonyaaa. ilang -.- , tapi pasti orang orang yang kenal aku tidak akan percaya. Karna sekarang aku kurus :P.
Kakek - nenekku , bertempat tinggal di daerah Kidul pasar namanya. Tempat yang kusuka. Lingkungannya yang ramah, rumah yang berdempetan antara satu dengan yang lain, semacam kampung lah. Ibu ku sering mengajakku kesana. Tiap ibu libur, atau ada suatu acara. Kakekku sering mengajakku ke depan gang saat aku berumur 4 tahun. dengan membawa koran, dan aku digandengnya , untuk berjalan menuju depan gang itu. Di depan gang terdapat banyak orang. Ada tukang becak, orang bermain catur, dan masih banyak yang lain. Lalu kakekku bilang ke orang-orang yang disana. "Hei, sini lihat , cucuku bisa membaca koran, padahal dia masih kecil". Jelas aku tidak ingat hal itu. Ibuku yang bercerita padaku.
Alhamdulillah aku diberi karunia oleh Allah , yang menurutku hal itu luar biasa. Di umur 3 tahun aku sudah hafal huruf alfabet. Dan diumur 3,5 tahun , aku sudah bisa baca. Memang sih itu hal yang biasa. Standard nya orang bisa hafal alfabet saat mreka umur 4 tahun, ada pula di bangku TK mereka baru hafal alfabet. Dan saat SD belajar membaca. Tapi tidak semua anak seperti itu kan? . Ya , maka dari itu kakekku sering mengajakku, dan membawa koran, membiarkan aku membaca koran itu. Kakekku begitu senang, dan tersenyum saat aku membaca koran tersebut. Mungkin aku bisa membaca lancar, karena sering dilatih seperti itu.
Kakekku sangat sayang kepada cucu cucunya. Kakekku orang yang sangat usil. Kakakku selalu menangis digodanya :D. Tapi aku tidak bisa digoda kakekku. Mungkin aku setipe dengan kakek, makanya aku tidak pernah digoda kakek. Tiap pagi , saat liburan tentunya, aku diajak lari pagi ke Alun - alun kota malang. Tidak jauh kok dari rumah kakek. Setelah lari pagi , kami mampir ke warung , untuk minum teh hangat, dan makan makanan kesukaanku, Ketan Bubuk.
Keluarga besar kami mempunyai sebuah toko , atau biasa kami sebut "Bedak" , karena toko tersebut bertempat di pasar burung kota malang. Di bedak itu kami menjual makanan burung, kandang burung, dan peralatan peralatan untuk memelihara burung. Aku sering sekali diajak bermain kesana. Melihat ikan di pasar ikan, melihat kera, kelinci, kucing, dan banyak lagi hewan yang lain. Aku sangat suka jika diajak ke tempat itu.
Om ku lah yang berjualan di bedak kami. Bahkan di rumah pun, saat tidur, mengigau nya pun sambil berjualan. Dia bergumam "nggih pak, niku 20 ribu pak , ooh mboten , nggeh" . Kurang lebih seperti itu lah mengigaunya :D
TK ku berada di daerah sukun. Bernama TK Istiqomah. Ibu ku ingin anak anak nya mendapat pendidikan agama yang cukup, bahkan lebih. Tiap sore, aku dan kakakku pergi mengaji , yang tempatnya di masjid depan TK ku berada. aku berada di TK selama 4 tahun. Karena saat harusnya aku sudah masuk kelas 1 SD, guru TK ku tidak mengizinkan, karena badanku yang terlalu kecil katanya.
Aku pintar mengaji untuk seumuranku. di saat aku TK B , aku sudah mengaji iqro' 6. Mungkin karena aku suka membaca. Di umur segitu pun aku sudah mengenal komik, seperti Dragon Ball, dan Doraemon.
Sangat jelas jika tiap manusia mempunyai kelebihan masing masing. Bisa disebut bakat atau talenta. Mungkin akan muncul disaat yang tepat. Bakat bisa dilihat melalui hal yang paling disukai, sering dilakukan dan ditekuni. Dan yang harus kita ketahui, Semua orang mempunyai kelebihan masing masing di dalam dirinya. Tak terkecuali..
(apa data diatas kurang lengkap ?) :D
Foto waktu aku kecil :D
pertama, . . mungkin aku bercerita dahulu tentang masa aku kecil yah ..
harus dimulai dari mana? mungkin dari sini dulu
aku tinggal dengan ibu, dan kakakku.
Beralamat di daerah sukun, Jl. Elang No. 26
kenapa ada yang kurang? ya . . Ayah..
Ibu dan ayah ku cerai.. dan aku kira itu bukan masalahku, dan aku tidak mau cerita tentang hal itu, lagian aku juga tidak minat :D
Mulai umurku 2 tahun, ayah dan ibu pisah. Kakakku memilih tinggal bersama ibu. Aku , yang masih sekecil itu, bahkan tidak tahu wajah ayahku. Tak apalah. Tiap orang punya kisah masing-masing. Punya jalan masing-masing pula.
Oiya , aku pernah jadi juara 1 balita sehat :D .. fotonyaaa. ilang -.- , tapi pasti orang orang yang kenal aku tidak akan percaya. Karna sekarang aku kurus :P.
Kakek - nenekku , bertempat tinggal di daerah Kidul pasar namanya. Tempat yang kusuka. Lingkungannya yang ramah, rumah yang berdempetan antara satu dengan yang lain, semacam kampung lah. Ibu ku sering mengajakku kesana. Tiap ibu libur, atau ada suatu acara. Kakekku sering mengajakku ke depan gang saat aku berumur 4 tahun. dengan membawa koran, dan aku digandengnya , untuk berjalan menuju depan gang itu. Di depan gang terdapat banyak orang. Ada tukang becak, orang bermain catur, dan masih banyak yang lain. Lalu kakekku bilang ke orang-orang yang disana. "Hei, sini lihat , cucuku bisa membaca koran, padahal dia masih kecil". Jelas aku tidak ingat hal itu. Ibuku yang bercerita padaku.
Alhamdulillah aku diberi karunia oleh Allah , yang menurutku hal itu luar biasa. Di umur 3 tahun aku sudah hafal huruf alfabet. Dan diumur 3,5 tahun , aku sudah bisa baca. Memang sih itu hal yang biasa. Standard nya orang bisa hafal alfabet saat mreka umur 4 tahun, ada pula di bangku TK mereka baru hafal alfabet. Dan saat SD belajar membaca. Tapi tidak semua anak seperti itu kan? . Ya , maka dari itu kakekku sering mengajakku, dan membawa koran, membiarkan aku membaca koran itu. Kakekku begitu senang, dan tersenyum saat aku membaca koran tersebut. Mungkin aku bisa membaca lancar, karena sering dilatih seperti itu.
Kakekku sangat sayang kepada cucu cucunya. Kakekku orang yang sangat usil. Kakakku selalu menangis digodanya :D. Tapi aku tidak bisa digoda kakekku. Mungkin aku setipe dengan kakek, makanya aku tidak pernah digoda kakek. Tiap pagi , saat liburan tentunya, aku diajak lari pagi ke Alun - alun kota malang. Tidak jauh kok dari rumah kakek. Setelah lari pagi , kami mampir ke warung , untuk minum teh hangat, dan makan makanan kesukaanku, Ketan Bubuk.
Keluarga besar kami mempunyai sebuah toko , atau biasa kami sebut "Bedak" , karena toko tersebut bertempat di pasar burung kota malang. Di bedak itu kami menjual makanan burung, kandang burung, dan peralatan peralatan untuk memelihara burung. Aku sering sekali diajak bermain kesana. Melihat ikan di pasar ikan, melihat kera, kelinci, kucing, dan banyak lagi hewan yang lain. Aku sangat suka jika diajak ke tempat itu.
Om ku lah yang berjualan di bedak kami. Bahkan di rumah pun, saat tidur, mengigau nya pun sambil berjualan. Dia bergumam "nggih pak, niku 20 ribu pak , ooh mboten , nggeh" . Kurang lebih seperti itu lah mengigaunya :D
TK ku berada di daerah sukun. Bernama TK Istiqomah. Ibu ku ingin anak anak nya mendapat pendidikan agama yang cukup, bahkan lebih. Tiap sore, aku dan kakakku pergi mengaji , yang tempatnya di masjid depan TK ku berada. aku berada di TK selama 4 tahun. Karena saat harusnya aku sudah masuk kelas 1 SD, guru TK ku tidak mengizinkan, karena badanku yang terlalu kecil katanya.
Aku pintar mengaji untuk seumuranku. di saat aku TK B , aku sudah mengaji iqro' 6. Mungkin karena aku suka membaca. Di umur segitu pun aku sudah mengenal komik, seperti Dragon Ball, dan Doraemon.
Sangat jelas jika tiap manusia mempunyai kelebihan masing masing. Bisa disebut bakat atau talenta. Mungkin akan muncul disaat yang tepat. Bakat bisa dilihat melalui hal yang paling disukai, sering dilakukan dan ditekuni. Dan yang harus kita ketahui, Semua orang mempunyai kelebihan masing masing di dalam dirinya. Tak terkecuali..
Langganan:
Komentar (Atom)



