Rabu, 28 Maret 2012

In Elementary School 1 -Good Manner, Bad Manner-

Ini ceritaku saat aku sekolah dasar. Sekolah ku bernama MIN Malang 1 , bertempat di jalan bandung , kota malang. Dengan 'Antar-jemput', aku berangkat dari rumah ku yang berada di daerah sukun, menuju MIN , sekolah dasarku.Dibawah ini merupakan foto palang skolahku yang ditempatkan di dekat kolam ikan. (Seingatku sih :D)




Hari pertama masuk sekolah pun dimulai. Hari itu ibu mengantarku masuk ke sekolah. Tapi, ibu ku gabisa lama lama untuk tetap menunggu disana sampai aku pulang. Yah, tentunya karena ibu harus bekerja. Dan alhasil, aku menangis :P , tentunya saat itu aku masih kelas 1 SD , bukanlah hal yang besar jika aku menangis kan? -.-

Aku bahkan masih ingat nama teman-teman ku dan juga absennya, meskipun cuma beberapa. Misal , Abu Bakar absen 1 , Adrian Ramadhan absen 2 , Fanny absen 4 , Haqi absen 15, Ro'di Nur Fajri absen 32 , Iqbal absen 33 , Jihan , Dian , yang lainnya sudah lupa -.- ,  bahkan aku lupa, aku sendiri absen berapa :P

Abu Bakar. Dia anak yang nakal. Selalu memalak kue teman teman. Bahkan lebih sering kue ku yang diminta. Kalau misal, ibu ada rejeki, ibu membelikan aku biskuit holland, yang itu aku ingat harga nya sekitar 1000 rupiah. Menurutku itu mahal, tapi dia, selalu minta kueku. Alhasil, kadang aku hanya memakan 1 dari 4 biji yang ada. Sedangkan kue hollad itu pun jarang kudapatkan untuk bekalku.

Sampai sampai, dia belum memalak pun aku sudah memberinya terlebih dahulu -,- , mungkin karena terbiasa yah. Dia pun suka menjitak kepala teman jika saat kita bermain saat istirahat -.- . Benar benar anak yang nakal dan bandel. Tidak ada yang berani memberi tahu, karena jika memberi tahu guru, kita diancam akan dipukul -.- (itulah anak SD, pasti anda pernah mengalaminya)

Suatu saat, ada hal yang merubah sifat Abu si nakal itu, menjadi berubah total. Dia menjadi baik. Kami pun kaget, seorang anak yang bandel seperti itu, bisa menjadi baik? ini ceritanya.
Aku dan teman temanku , seperti biasa, kami bermain saat istirahat. Depan kelas kami adalah musholla sekolah. Kami melepas sepatu, dan kami bermain di teras mushollah. Kami bermain kejar kejaran saat itu. Tentu Abu ikut. Tetapi , Abu jelas bermain curang, dia tidak mau menjadi pengejar. Kalau ada yang memaksa, tentu dia jitak -.-

Tiba tiba sesuatu terjadi. Si Abu, saat lari, dia jatuh dan kepalanya membentur lantai. teman teman pun menertawakan dia. Dia kelihatan mau menangis. Aku rasa jatuh tadi cukup sakit. Dia memakai kaus kaki saat itu. Mungkin itu penyebab dia jatuh seperti itu. Aku pun menolongnya berdiri. Teman teman masih menertawakan dia. Ada juga yang membantu ku menolong Abu. Aku pun tidak tahu kenapa aku menolongnya. Aku selalu dijahili dia. Aku selalu di jitak dia, dijahati dia, tapi kenapa aku menolongnya?

Aku pun bingung, kenapa aku tidak tertawa saja dengan yang lain, toh aku dijahati dia kan?. Tapi aku malah menolong dia, membantu nya berdiri, dan aku bertanya ke dia "apa kamu tidak apa apa?". Abu pun bilang terima kasih, dan kami pun, yang menolong dia, berkata "kalau saja kamu tidak nakal, banyak yang akan mau berteman dengan kamu". Aku pun ingat aku berkata seperti ini "Aku menolong yang harus aku tolong, tidak peduli dia musuh ku atau orang yang tidak aku suka". Tentu aku tidak memakai bahasa baku seperti itu -.- aku memakai bahasa jawa.

Akhirnya Abu pun berubah. Dia mempunyai banyak teman setelah kejadian itu. Tetapi dia tetap bandel di kelas. Ramai sendiri, mengganggu teman , yah seperti bandelnya anak kecil -.-
Tetapi kami senang , Abu tidak sejahat dulu :)


Hal yang bisa aku pelajari dari cerita ku ini, adalah

Tidak peduli siapapun dia, jika dia membutuhkan pertolongan, selama aku sanggup membantu , aku akan membantunya. Tidak peduli dia musuh, atau orang yang tidak aku suka.

Kita akan di "baik" i orang , jika kita baik ke orang lain. Kita akan di "jahat" i orang, jika kita jahat ke orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar