Rabu, 02 Januari 2013

Senior High School 1 - In The New World 

ini cerita saya saat saya memasuki masa remaja yang paling indah atau masa SMA. Eh maaf, sekolah saya bukan di SMA, tapi di SMK :P

Alhamdulillah saya lulus dari SMP negeri 9 malang dengan nilai yang menurut saya memuaskan.. hasil ujian pun diluar dugaan. Karena pelajaran kelemahan saya malah dapat nilai diatas 8, malah matematika yang dibawah 9. Oke, setelah ini bakal ada hidup baru nih, teman baru, sekolah baru..

kami semua pun menentukan akan kemana kami sekolah di SMA nanti. semua ingin di SMA favorit. Tentu saja, mereka semua ingin membanggakan orang tuanya. Ternyata saya dan Dendi mempunyai pemikiran yang sama, setelah lulus SMA nanti kerja dulu. Kami berdua mempunyai keinginan yang sama juga, ingin masuk SMK TELKOM MALANG. Andriyan berbeda pikiran. Dia ingin ikut jalan ibu nya karena ibu nya guru di salah satu SMA di malang.

SMK Telkom ternyata jadwal untuk tes masuk di waktu terakhir, dimana SMA lain sudah bisa menerima murid. Jadi saat itu, semua sudah siap untuk sekolah, sedangkan telkom baru tes untuk masuk. Sekolah ini terkenal ketat dalam menerima murid. Bagaimana tidak, dari 1200 lebih pendaftar, hanya diterima 240 murid, yang tentu hampir 20% saja yang akan diterima di telkom ini.

Sedangkan saya, tidak mendaftar di sekolah lain, karena saya yakin akan masuk di sekolah ini meskipun kelihatannya sangat susah untuk masuk sini. tes merupakan soal fisika, bing, matematika. 120 soal dikerjakan dalam waktu 60 menit, sangat seru kan?

Tes pertama pun berhasil. Hasil dapat dilihat di internet saat itu. Memang masih ada rasa deg-deg an kalau tidak lulus, karena kalau tidak, saya tidak akan sekolah..
Persiapan tes kedua pun dimulai. Wawancara, kesemaptaan, dan periksa kesehatan.

Kesemaptaan saat itu tesnya meliputi : Lari keliling lapangan dengan waktu dan putaran yang ditentukan, push up, sit up, back up.
Kesehatan meliputi : Tes warna, tes nafas, tes penglihatan , dan pertanyaan meliputi riwayat kesehatan

Lalu, wawancara. Hal ini yang paling menarik dari tes lainnya, karena ini menyangkut saya, orang tua, dan bagaimana nantinya apakah saya bisa masuk SMK Telkom atau tidak.
Saya ditanyai beberapa hal mengenai berapa bersaudara, gaji orang tua, dan apa saja yang dilakukan saat SMP dulu. Mungkin berikut ini percakapan yang saya masih ingat

Penguji : di smp dulu apa kamu pernah ikut organisasi atau semacamnya?
Saya : oh, pernah pak pramuka, tapi hanya kelas 1 saja
Penguji : Osis? tidak ikut? lalu ekstra kulikuler atau yang lainnya?
Saya : tidak pak, saya tidak ikut apa apa
Penguji : oh begitu, disini anak smk telkom itu aktif semua, ikut organisasi dan sebagainya.. apa kegiatanmu setelah pulang sekolah?
Saya : tidur, main sepak bola, lalu belajar pak di malam hari
Penguji : hanya itu? wah susah kamu kalau masuk sini dek, disini anak smk telkom bakal jarang tidur karena banyak tugas, dan juga banyak kegiatan.
Saya : saya sanggup pak, saya rasa saya mampu.
Penguji : yakin kamu sanggup? disini benar benar berat lho sekolahnya, tidak seperti masa kamu masih di smp.. jika saja kamu tidak diterima disini, kamu mendaftar dimana lagi?
Saya : saya tidak mendaftar kemana mana pak, hanya disini saya mendaftar
Penguji : lhoh bagaimana kalau semisal kamu tidak diterima disini?
Saya: ya tidak sekolah pak, karena saya yakin saya bakal diterima disini
Penguji : oh, seperti itu baiklah..

Dan sisa percakapannya saya lupa. Yang jelas saya meyakinkan penguji bahwa saya mampu dan yakin akan diterima di sekolah ini. Dan memang benar, saya diterima disini, juga Dendi. Kami berdua di sekolah yang sama lagi, hanya beda jurusan.
SMK Telkom memang terkenal pada hasil didiknya. Lulusan yang langsung dapat kerja, menggiurkan ku untuk keinginan membantu orang tua dengan bekerja setelah lulus dari SMK.


Inilah awal petualangan saya di masa remaja...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar