Yap, lanjut nih cerita saya.. kali ini saya menceritakan tentang saat saya duduk di kelas 3 SMP.
disaat kelas 3 ini, saya mendapatkan nilai yang bagus. Saya pun juara 2 / 3 saat itu. Saya, andriyan,dan salah satu teman cewek, yang menduduki peringkat 1 , 2 , dan 3 , dimasukkan ke kelas 3 favorit, yaitu kelas 9E. Disana adalah kelas anak anak pintar kumpulan dari kelas kelas lain. Disini , saya dan andriyan merasa tertantang, karena jelas saja, setelah mendapatkan kelas yang ramai dan anak anak nya seperti itu, lalu ke kelas yang isinya anak anak pintar. Di kelas ini, saya sekelas dengan Dendi, teman yang sebelumnya di kelas lain, rumah kami sama di daerah sawojajar, begitu juga dengan andriyan. Saya setempat duduk dengan andriyan di kelas ini. Dendi, di tempat duduk lain, tetapi jika istirahat, dia berkumpul dengan kami. Di kelas ini kami mengenal beberapa teman cewek. Cewek cewek tersebut suka kepada andriyan :P tidak saya sebutkan namanya aahh...
Anak yang saya sukai pun ada di kelas ini. Tapi saya sama sekali tidak berani bilang padanya. menyapa saja tidak berani. Saat pulang sekolah, dendi selalu meminta boncengan dengan saya. Saya memakai sepeda polygon berangkat dan pulang sekolah. Saya dibonceng dendi saat pulang sekolah, dan hampir setiap hari seperti itu.Kami sekarang sudah kelas 3. Sudah saatnya konsentrasi ke pelajaran dan ujian. Malah ada rumor kalau mata pelajaran ujian ditambah, yaitu IPA. Uuurgh pelajaran yang tidak saya suka, apalagi didalamnya ada fisika.
Guru fisika kelas 3 sangatlah menarik. Membuat kami selalu tertawa. Namanya Pak Sigit. Ciri khasnya adalah membacakan soal atau catatan, dengan melambat2 kan kata kata dan mengulang angka, sampai kami bingung dan harus menghapus soal atau catatan kami yang salah -__- . Bingung? oke, saya kasih contoh..
Pak Sigit : "sebuah kotak mempunyai berat sebesar seratus...... tiga puluh....dua kilogram"
dengan intonasi yang lambat seperti itu, sangat menjebak para muridnya -____-
Oiya, saya paling tidak bisa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal bahasa sendiri, tapi tidak bisa :O . Sedangkan Andriyan, dia paling bisa Bahasa Indonesia. Jelas saja, Ibu nya guru Bahasa Indonesia di SMA1 Malang, jelas saja dia pintar bahasa indonesia. Tetapi dia mengeluh, karena dia paling tidak bisa pelajaran matematika. Andriyan mengajak saya dan dendi les matematika di guru kenalannya. Rumahnya dekat dengan rumah kami, guru nya pun menyenangkan. Eeeh ceritanya belum selesai. Ternyata ada hal yang dendi keluhkan juga, yaitu dia paling tidak bisa pelajaran Bahasa Inggris, sedangkan dendi paling pintar dalam matematika.
Jadi???
yah, kami baru menyadari kalau kami bertiga bisa saling menolong. Saya butuh diajari andriyan, andriyan butuh diajari dendi, dendi butuh saya ajari :D . Dari hal ini kami menjadi sahabat, san teman yang sangat dekat. Hampir tiap minggu kami bergantian ke rumah. Kadang dendi dan andriyan ke rumah saya, saya dan andriyan kerumah dendi, atau saya dan dendi ke rumah andriyan. Tidak hanya itu, malah saat waktunya shalat, Imam shalat pun kami bergantian :P
Lanjut besok ah, capek ngetik :P
Jumat, 15 Juni 2012
Rabu, 06 Juni 2012
Don't look other people just in their looks - part 2
Yap, di posting ini saya akan menceritakan masalah yang ada di part 1 ..
Kelas 2, saat itu sedang sibuk sibuknya karena beberapa ulangan dilaksanakan. Ulangan ini merupakan ulangan terakhir sebelum UAS. Otak kami pun harus bekerja keras untuk ulangan ulangan yang kami hadapi ini. Yap, hari itu ada 2 ulangan yang menurut kami bakal memusingkan kepala. Pertama ulangan ipa, kedua ulangan Bahasa Inggris. Ulangan ipa memang terkenal menyeramkan dari dulu, memang dari gurunya saja sudah menyeramkan, tetapi guru tersebut merupakan guru favorit bagi kita, para murid. Ulangan bahasa inggris, kenapa kok dianggap menyeramkan? karena kelas E yang grade nya anak paling diam dan paling pintar daripada kelas lainnya, mendapat nilai jelek jelek dengan nilai 50 paling jelek. Tetapi saya sama sekali tidak khawatir. Karena, saya suka bahasa inggris, dan saya memotivasi teman teman untuk belajar bersama. Memang tidak banyak yang ikut, tetapi belajar bersama ini agar kelas kita tidak ada yang mendapatkan nilai 0 lah paling tidak.
Ulangan pun hari itu dilakukan. Ipa, uuurgh, memang susah, saya merasa kesusahan. Tapi oky, menyemangatiku, dan saya pun terpacu untuk mengerjakan ulangan tersebut, meskipun tidak yakin dengan jawabannya -_-. Ulangan Ipa pun terlewati , dengan menegangkan. Ulangan Bing pun dilaksanakan. Menurut saya, tidak ada yang menyulitkan di ulangan kali ini. Apa karena mungkin saya belajar dari awal, bukan. Menurut saya memang materi ini yang saya pelajari sama teman teman kemarin. Ulangan pun berjalan lancar, dan teman teman memang merasakan hal yang sama dengan saya. Mereka berpendapat bahwa soal tidak sesulit yang mereka pikirkan sebelumnya.
Nilai kedua ulangan pun keluar. Ipa, yaah saya dan oky mendapat nilai standart lah, yang penting tidak remidi. Alhamdulillah.. Lalu Bahasa Inggris. Guru bing pun masuk, tiba tiba marah. Kenapa? apakah ulangan kami sejelek itu? ternyata tidak. Guru tersebut bilang bahwa nilai kami diatas 50 semua dan paling jelek 60. Kami pun bangga mendengarkan nilai tersebut. Kertas ulangan pun dibagikan, alhamdulillah, saya mendapat 80 keatas. Tiba tiba guru tersebut pun berdiri dari tempat duduknya, bilang bahwa nilai kami akan dikurangi 50, untuk semua murid. Kami pun sontak protes, ada apa? knapa kok dipotong, ini hasil kami, hasil blajar kami, knapa dipotong? apa salah kami?. Guru tersebut bilang bahwa tidak mungkin kelas kami mendapatkan nilai sebagus ini padahal kelas yang paling pintar pun mendapat nilai jelek jelek, dan menuduh kami bahwa kami mendapat bocoran soal dari kelas E. Kami pun protes dan jelas kami marah. Tetapi guru tersebut menolak argumen kami dan keluar kelas dengan tetap mengurangi nilai kami segitu banyaknya.
Kelas E terkenal pelit. Bagaimana kita mendapat bocoran kalau kelas tersebut anaknya pelit pelit? lagipula guru tersebut pun memberitahu bahwa soal akan berbeda tiap kelasnya. Meskipun kami dianggap KELAS BODOH, tetapi kami tidak sepenuhnya seperti itu. Ini hasil belajar kami sendiri dan murni. Dengan gampangnya guru tersebut menganggap bahwa kelas yang seperti ini tidak mungkin melebihi kelas yang menurut saya lebih pintar.
Saya langsung kehilangan respect kepada guru tersebut. Padahal beliau lah guru favorit saya. Saat UAS pun kami tunjukkan bahwa kami bukanlah yang seperti guru tersebut pikirkan. Lalu kami memang benar menunjukkan bahwa tidak ada murid dari kelas 2D yang remidi. Seingat saya nilai saya diatas 80.
Dont look other people just in their looks. People have advantage, and disadvantage, and it is different for each people. Just , Dont Underestimate Others
itulah yang saya pelajari dan dapatkan dalam pengalaman hidup saya di kelas 2 SMP
Kelas 2, saat itu sedang sibuk sibuknya karena beberapa ulangan dilaksanakan. Ulangan ini merupakan ulangan terakhir sebelum UAS. Otak kami pun harus bekerja keras untuk ulangan ulangan yang kami hadapi ini. Yap, hari itu ada 2 ulangan yang menurut kami bakal memusingkan kepala. Pertama ulangan ipa, kedua ulangan Bahasa Inggris. Ulangan ipa memang terkenal menyeramkan dari dulu, memang dari gurunya saja sudah menyeramkan, tetapi guru tersebut merupakan guru favorit bagi kita, para murid. Ulangan bahasa inggris, kenapa kok dianggap menyeramkan? karena kelas E yang grade nya anak paling diam dan paling pintar daripada kelas lainnya, mendapat nilai jelek jelek dengan nilai 50 paling jelek. Tetapi saya sama sekali tidak khawatir. Karena, saya suka bahasa inggris, dan saya memotivasi teman teman untuk belajar bersama. Memang tidak banyak yang ikut, tetapi belajar bersama ini agar kelas kita tidak ada yang mendapatkan nilai 0 lah paling tidak.
Ulangan pun hari itu dilakukan. Ipa, uuurgh, memang susah, saya merasa kesusahan. Tapi oky, menyemangatiku, dan saya pun terpacu untuk mengerjakan ulangan tersebut, meskipun tidak yakin dengan jawabannya -_-. Ulangan Ipa pun terlewati , dengan menegangkan. Ulangan Bing pun dilaksanakan. Menurut saya, tidak ada yang menyulitkan di ulangan kali ini. Apa karena mungkin saya belajar dari awal, bukan. Menurut saya memang materi ini yang saya pelajari sama teman teman kemarin. Ulangan pun berjalan lancar, dan teman teman memang merasakan hal yang sama dengan saya. Mereka berpendapat bahwa soal tidak sesulit yang mereka pikirkan sebelumnya.
Nilai kedua ulangan pun keluar. Ipa, yaah saya dan oky mendapat nilai standart lah, yang penting tidak remidi. Alhamdulillah.. Lalu Bahasa Inggris. Guru bing pun masuk, tiba tiba marah. Kenapa? apakah ulangan kami sejelek itu? ternyata tidak. Guru tersebut bilang bahwa nilai kami diatas 50 semua dan paling jelek 60. Kami pun bangga mendengarkan nilai tersebut. Kertas ulangan pun dibagikan, alhamdulillah, saya mendapat 80 keatas. Tiba tiba guru tersebut pun berdiri dari tempat duduknya, bilang bahwa nilai kami akan dikurangi 50, untuk semua murid. Kami pun sontak protes, ada apa? knapa kok dipotong, ini hasil kami, hasil blajar kami, knapa dipotong? apa salah kami?. Guru tersebut bilang bahwa tidak mungkin kelas kami mendapatkan nilai sebagus ini padahal kelas yang paling pintar pun mendapat nilai jelek jelek, dan menuduh kami bahwa kami mendapat bocoran soal dari kelas E. Kami pun protes dan jelas kami marah. Tetapi guru tersebut menolak argumen kami dan keluar kelas dengan tetap mengurangi nilai kami segitu banyaknya.
Kelas E terkenal pelit. Bagaimana kita mendapat bocoran kalau kelas tersebut anaknya pelit pelit? lagipula guru tersebut pun memberitahu bahwa soal akan berbeda tiap kelasnya. Meskipun kami dianggap KELAS BODOH, tetapi kami tidak sepenuhnya seperti itu. Ini hasil belajar kami sendiri dan murni. Dengan gampangnya guru tersebut menganggap bahwa kelas yang seperti ini tidak mungkin melebihi kelas yang menurut saya lebih pintar.
Saya langsung kehilangan respect kepada guru tersebut. Padahal beliau lah guru favorit saya. Saat UAS pun kami tunjukkan bahwa kami bukanlah yang seperti guru tersebut pikirkan. Lalu kami memang benar menunjukkan bahwa tidak ada murid dari kelas 2D yang remidi. Seingat saya nilai saya diatas 80.
Dont look other people just in their looks. People have advantage, and disadvantage, and it is different for each people. Just , Dont Underestimate Others
itulah yang saya pelajari dan dapatkan dalam pengalaman hidup saya di kelas 2 SMP
Junior High School 2 - Don't look other people just in their looks
Cerita saya untuk posting kali ini adalah ... disaat saya memasuki kelas 2 SMP.
Keadaan saya disaat saya kelas 2 SMP?
tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Pendek? tetap. Kecil? tetap. Kurus? tetap.
terus apa yang berubah? sepertinya belum ada..
Disaat kelas 2 SMP, saya masih menggunakan sepeda pancal untuk berangkat dan pulan sekolah. Its fun, really. Menikmati angin pagi, dan juga angin siang. Oiya, saat kelas 2 ini saya masuk pagi. Pulang pun siang. Ada hal yang baru juga kok. Teman teman yang biasanya naik angkot, menemani saya untuk bersepeda ke sekolah. Jadi kami bersepeda dengan bercanda, saling membagi cerita, dan tentu sangat menyenangkan :)
Pernah di suatu hari, mungkin karena saat itu saya, andriyan, dendi, ariya, sedang bersepeda saat pulang, tidak memperhatikan jalan, dan jarak saya terlalu tengah. Lalu truk menyambar saya saat itu. Saya pun jatuh. Teman teman yang lainnya menepi untuk menyelamatkan diri. Ealah, teman teman lha kok malah tertawa, tidak menolong atau pun apa. Malah ada tentara di pinggir jalan yang sedang menikmati roti yang dia makan, cuma bilang "Gapopo a Le?" dengan wajah innocent yang menyebalkan -____- (kalau memakai bahasa indonesia "kamu tidak apa apa nak?").
yaah, untung sepedanya tidak rusak. Saya lebih memikirkan sepeda saya daripada saya, ketimbang badan saya yang luka. Kalau luka, bisa sembuh. Lha kalo sepeda rusak? saya berarti harus naik angkot, dan itu membebani orang tua saya. Saya tidak mau seperti itu :D.
Dalam posting kali ini, judul nya "jangan melihat orang lain cuma dari penampilannya". Apa maksud dari judul itu? saya ceritakan sekarang.
Di kelas 2D, kami mempunyai teman baru, dia adalah kakak kelas kami, yang tidak naik kelas. Namanya kalau tidak lupa yah, Syafa'at. Panggilannya Pi'i (seingat saya). badannya besar, tinggi, tetapi dia memang terkesan nakal, dan itulah yang membuatnya tidak naik kelas. Dia dipilih menjadi ketua kelas, karena menurut kami dialah yang paling tua. Penampilannya sangat sederhana. Dengan penampilan yang agak lusuh, lalu dia dikenal sebagai anak yang nakal dan kurang pintar, tetapi dia diangkat menjadi ketua kelas.
Memang sih, kumpulan dia saat itu anak anak nakal lagi. Itu sebelum dia mengenal saya dan teman teman yang diam di kelas 2D. Ada beberapa anak yang diam di kelas 2D. Seperti saya, andriyan, Oky, dan beberapa lainnya. Saya dan oky satu bangku. Sangat suka duduk di depan sendiri, karena enak untuk mendengarkan guru, dan biar tidak ikut nakal. Oky, dia dikenal anak yang penakut dan lemah. Tetapi dia anak yang rajin dan cepat mudeng dalam pelajaran.
Menurut teman teman, kami adalah soulmate yang lucu. Karena tubuh saya yang kecil dan pendek + oky si penakut dan lemah. Saya di kelas 2D mendapat julukan baru, yaitu "Bayek" dalam bahasa indonesia, "Bayi". Yah teman teman sering mengejek kami, membuat kami menjadi bulan bulanan. Tetapi Pi'i membela kami. Dia bertindak seperti itu karena dia bertanggung jawab sebagai ketua kelas. Dari saat itu pun saya menilai bahwa Pi'i ini mempunyai hati yang baik dan punya tanggung jawab tinggi. Memang sih dia lemah dalam pelajaran dan perkumpulannya yang nakal, tetapi menurut ku dia ini anak yang mau berjuang.
Di kelas, memang ada anak yang pintar, tetapi dia pelit, tidak mau memberi tahu apa yang dia kerjakan untuk PR. jadi, saya dan oky lah yang terkadang memberikan jawaban PR bagi teman teman. Oky yang rajin, selalu selesai dalam mengerjakan PR, dan saya yang mengoreksi saat di sekolah, sharing jawaban mana yang paling benar. Teman teman? yaah seperti biasa, copy paste -__-
Kami cukup senang dengan hal seperti ini, karena dengan ini, kami yang merupakan pasangan lemah, bisa dilindungi teman teman karena bantuan kami :) . Pi'i pun terkadang meminta kami mengajari dia saat akan ulangan. Yah meskipun dia sangat susah untuk mengerti, tetapi karena saya dan oky mempunyai taktik sendiri dalam mengajari Pi'i, yah beberapa dia mengerti dan berhasil mengerjakan soal.
Pi'i menjadi lebih baik semenjak sering berkumpul dengan kami. Terkadang memang disaat istirahat, dia berkumpul dengan teman nakalnya, tetapi dia tidak lupa dengan kami. Dia pun rajin shalat menurutku. Itu yang menurutku dia mempunyai nilai + , apalagi dia berwibawa dalam tanggung jawabnya sebagai ketua kelas. Kelas kami merupakan kelas paling ramai dan dianggap paling parah daripada 7 kelas lainnya.
Itu yang membuat terkadang guru guru malas mengajar di kelas kami. Guru guru dan kami sering menghadapi masalah, karena kelas kami yang seperti itu. Wali kelas kami, guru BK. Sedikit demi sedikit kami dibina agar tidak seperti itu. Ditambah dengan Pi'i yang pintar membujuk guru agar guru nyaman mengajar di kelas kami, keadaan kelas kami pun membaik, sampai terjadi suatu masalah yang membuatku kehilangan respect pada salah satu guru.
Bersambung dulu, saya mau istirahat kerja dulu, nanti aja dilanjutin :D
Keadaan saya disaat saya kelas 2 SMP?
tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Pendek? tetap. Kecil? tetap. Kurus? tetap.
terus apa yang berubah? sepertinya belum ada..
Disaat kelas 2 SMP, saya masih menggunakan sepeda pancal untuk berangkat dan pulan sekolah. Its fun, really. Menikmati angin pagi, dan juga angin siang. Oiya, saat kelas 2 ini saya masuk pagi. Pulang pun siang. Ada hal yang baru juga kok. Teman teman yang biasanya naik angkot, menemani saya untuk bersepeda ke sekolah. Jadi kami bersepeda dengan bercanda, saling membagi cerita, dan tentu sangat menyenangkan :)
Pernah di suatu hari, mungkin karena saat itu saya, andriyan, dendi, ariya, sedang bersepeda saat pulang, tidak memperhatikan jalan, dan jarak saya terlalu tengah. Lalu truk menyambar saya saat itu. Saya pun jatuh. Teman teman yang lainnya menepi untuk menyelamatkan diri. Ealah, teman teman lha kok malah tertawa, tidak menolong atau pun apa. Malah ada tentara di pinggir jalan yang sedang menikmati roti yang dia makan, cuma bilang "Gapopo a Le?" dengan wajah innocent yang menyebalkan -____- (kalau memakai bahasa indonesia "kamu tidak apa apa nak?").
yaah, untung sepedanya tidak rusak. Saya lebih memikirkan sepeda saya daripada saya, ketimbang badan saya yang luka. Kalau luka, bisa sembuh. Lha kalo sepeda rusak? saya berarti harus naik angkot, dan itu membebani orang tua saya. Saya tidak mau seperti itu :D.
Dalam posting kali ini, judul nya "jangan melihat orang lain cuma dari penampilannya". Apa maksud dari judul itu? saya ceritakan sekarang.
Di kelas 2D, kami mempunyai teman baru, dia adalah kakak kelas kami, yang tidak naik kelas. Namanya kalau tidak lupa yah, Syafa'at. Panggilannya Pi'i (seingat saya). badannya besar, tinggi, tetapi dia memang terkesan nakal, dan itulah yang membuatnya tidak naik kelas. Dia dipilih menjadi ketua kelas, karena menurut kami dialah yang paling tua. Penampilannya sangat sederhana. Dengan penampilan yang agak lusuh, lalu dia dikenal sebagai anak yang nakal dan kurang pintar, tetapi dia diangkat menjadi ketua kelas.
Memang sih, kumpulan dia saat itu anak anak nakal lagi. Itu sebelum dia mengenal saya dan teman teman yang diam di kelas 2D. Ada beberapa anak yang diam di kelas 2D. Seperti saya, andriyan, Oky, dan beberapa lainnya. Saya dan oky satu bangku. Sangat suka duduk di depan sendiri, karena enak untuk mendengarkan guru, dan biar tidak ikut nakal. Oky, dia dikenal anak yang penakut dan lemah. Tetapi dia anak yang rajin dan cepat mudeng dalam pelajaran.
Menurut teman teman, kami adalah soulmate yang lucu. Karena tubuh saya yang kecil dan pendek + oky si penakut dan lemah. Saya di kelas 2D mendapat julukan baru, yaitu "Bayek" dalam bahasa indonesia, "Bayi". Yah teman teman sering mengejek kami, membuat kami menjadi bulan bulanan. Tetapi Pi'i membela kami. Dia bertindak seperti itu karena dia bertanggung jawab sebagai ketua kelas. Dari saat itu pun saya menilai bahwa Pi'i ini mempunyai hati yang baik dan punya tanggung jawab tinggi. Memang sih dia lemah dalam pelajaran dan perkumpulannya yang nakal, tetapi menurut ku dia ini anak yang mau berjuang.
Di kelas, memang ada anak yang pintar, tetapi dia pelit, tidak mau memberi tahu apa yang dia kerjakan untuk PR. jadi, saya dan oky lah yang terkadang memberikan jawaban PR bagi teman teman. Oky yang rajin, selalu selesai dalam mengerjakan PR, dan saya yang mengoreksi saat di sekolah, sharing jawaban mana yang paling benar. Teman teman? yaah seperti biasa, copy paste -__-
Kami cukup senang dengan hal seperti ini, karena dengan ini, kami yang merupakan pasangan lemah, bisa dilindungi teman teman karena bantuan kami :) . Pi'i pun terkadang meminta kami mengajari dia saat akan ulangan. Yah meskipun dia sangat susah untuk mengerti, tetapi karena saya dan oky mempunyai taktik sendiri dalam mengajari Pi'i, yah beberapa dia mengerti dan berhasil mengerjakan soal.
Pi'i menjadi lebih baik semenjak sering berkumpul dengan kami. Terkadang memang disaat istirahat, dia berkumpul dengan teman nakalnya, tetapi dia tidak lupa dengan kami. Dia pun rajin shalat menurutku. Itu yang menurutku dia mempunyai nilai + , apalagi dia berwibawa dalam tanggung jawabnya sebagai ketua kelas. Kelas kami merupakan kelas paling ramai dan dianggap paling parah daripada 7 kelas lainnya.
Itu yang membuat terkadang guru guru malas mengajar di kelas kami. Guru guru dan kami sering menghadapi masalah, karena kelas kami yang seperti itu. Wali kelas kami, guru BK. Sedikit demi sedikit kami dibina agar tidak seperti itu. Ditambah dengan Pi'i yang pintar membujuk guru agar guru nyaman mengajar di kelas kami, keadaan kelas kami pun membaik, sampai terjadi suatu masalah yang membuatku kehilangan respect pada salah satu guru.
Bersambung dulu, saya mau istirahat kerja dulu, nanti aja dilanjutin :D
Langganan:
Komentar (Atom)