Yap, di posting ini saya akan menceritakan masalah yang ada di part 1 ..
Kelas 2, saat itu sedang sibuk sibuknya karena beberapa ulangan dilaksanakan. Ulangan ini merupakan ulangan terakhir sebelum UAS. Otak kami pun harus bekerja keras untuk ulangan ulangan yang kami hadapi ini. Yap, hari itu ada 2 ulangan yang menurut kami bakal memusingkan kepala. Pertama ulangan ipa, kedua ulangan Bahasa Inggris. Ulangan ipa memang terkenal menyeramkan dari dulu, memang dari gurunya saja sudah menyeramkan, tetapi guru tersebut merupakan guru favorit bagi kita, para murid. Ulangan bahasa inggris, kenapa kok dianggap menyeramkan? karena kelas E yang grade nya anak paling diam dan paling pintar daripada kelas lainnya, mendapat nilai jelek jelek dengan nilai 50 paling jelek. Tetapi saya sama sekali tidak khawatir. Karena, saya suka bahasa inggris, dan saya memotivasi teman teman untuk belajar bersama. Memang tidak banyak yang ikut, tetapi belajar bersama ini agar kelas kita tidak ada yang mendapatkan nilai 0 lah paling tidak.
Ulangan pun hari itu dilakukan. Ipa, uuurgh, memang susah, saya merasa kesusahan. Tapi oky, menyemangatiku, dan saya pun terpacu untuk mengerjakan ulangan tersebut, meskipun tidak yakin dengan jawabannya -_-. Ulangan Ipa pun terlewati , dengan menegangkan. Ulangan Bing pun dilaksanakan. Menurut saya, tidak ada yang menyulitkan di ulangan kali ini. Apa karena mungkin saya belajar dari awal, bukan. Menurut saya memang materi ini yang saya pelajari sama teman teman kemarin. Ulangan pun berjalan lancar, dan teman teman memang merasakan hal yang sama dengan saya. Mereka berpendapat bahwa soal tidak sesulit yang mereka pikirkan sebelumnya.
Nilai kedua ulangan pun keluar. Ipa, yaah saya dan oky mendapat nilai standart lah, yang penting tidak remidi. Alhamdulillah.. Lalu Bahasa Inggris. Guru bing pun masuk, tiba tiba marah. Kenapa? apakah ulangan kami sejelek itu? ternyata tidak. Guru tersebut bilang bahwa nilai kami diatas 50 semua dan paling jelek 60. Kami pun bangga mendengarkan nilai tersebut. Kertas ulangan pun dibagikan, alhamdulillah, saya mendapat 80 keatas. Tiba tiba guru tersebut pun berdiri dari tempat duduknya, bilang bahwa nilai kami akan dikurangi 50, untuk semua murid. Kami pun sontak protes, ada apa? knapa kok dipotong, ini hasil kami, hasil blajar kami, knapa dipotong? apa salah kami?. Guru tersebut bilang bahwa tidak mungkin kelas kami mendapatkan nilai sebagus ini padahal kelas yang paling pintar pun mendapat nilai jelek jelek, dan menuduh kami bahwa kami mendapat bocoran soal dari kelas E. Kami pun protes dan jelas kami marah. Tetapi guru tersebut menolak argumen kami dan keluar kelas dengan tetap mengurangi nilai kami segitu banyaknya.
Kelas E terkenal pelit. Bagaimana kita mendapat bocoran kalau kelas tersebut anaknya pelit pelit? lagipula guru tersebut pun memberitahu bahwa soal akan berbeda tiap kelasnya. Meskipun kami dianggap KELAS BODOH, tetapi kami tidak sepenuhnya seperti itu. Ini hasil belajar kami sendiri dan murni. Dengan gampangnya guru tersebut menganggap bahwa kelas yang seperti ini tidak mungkin melebihi kelas yang menurut saya lebih pintar.
Saya langsung kehilangan respect kepada guru tersebut. Padahal beliau lah guru favorit saya. Saat UAS pun kami tunjukkan bahwa kami bukanlah yang seperti guru tersebut pikirkan. Lalu kami memang benar menunjukkan bahwa tidak ada murid dari kelas 2D yang remidi. Seingat saya nilai saya diatas 80.
Dont look other people just in their looks. People have advantage, and disadvantage, and it is different for each people. Just , Dont Underestimate Others
itulah yang saya pelajari dan dapatkan dalam pengalaman hidup saya di kelas 2 SMP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar