Kamis, 26 April 2012

Junior High School 1 -sincerity and spirit through all the things-

Yap.. ini ceritaku saat aku memasuki tahap baru dalam hidupku. Aku memasuki tingkatan baru yang bisa disebut Sekolah Menengah Pertama.

Setelah aku gagal masuk MTSN Malang 1 karena aku telat mendaftar, ibu ku dan kakakku pun menyarankan aku untuk ikut pendaftaran SMP Negri. Aku pun jelas sangat kecewa. Karena harapan untuk bertemu lagi dengan Nana, sangatlah kecil, bahkan bisa dianggap mustahil. Pilihanpun diberikan untukku. Tapi dilihat dari NUN ku yang standart , atau istilahnya pas-pas an , pilihan pertamaku pun aku tujukan ke SMP 8 Malang, lalu SMP 6 , SMP 2 , SMP9 , SMP 19 dan seterusnya. Pertimbangan seperti itu telah dilakukan kakakku tergantung dari kualitas sekolah tersebut.

Awalnya aku masuk dalam deretan murid di SMP 2 tetapi di kandidat 3 terbawah. Dalam 1 hari pun aku tergeser, dan masuk ke deretan siswa di SMP 9 . Yah dari sini pun aku bisa menyimpulkan, sepertinya memang jalanku untuk masuk ke SMPN 9 Malang ini. Jelas aku sangat jauh dari kalangan ku saat SD, yang dijuluki Madrasah, lalu terjun ke SMP Negri, yang jelas pendidikan agama pun tidak sebagus di Madrasah. Sekolahku sekarang bertempat sangat dekat dengan rumah nenekku.Rumahku sendiri sudah pindah di daerah Sawojajar, dan aku, ibuku, kakakku, mempunyai keluarga baru disana.

Aku pun ikut ibuku untuk tinggal disana, sedangkan kakakku tetap di rumah nenek karena kakak sudah kelas 2 di MAN 3 Malang, dan ingin konsen belajar untuk ujian disana. Untuk berangkat sekolah, aku pun mengendarai sepeda pancal kesayanganku. Jarak dari rumahku menuju sekolah, kira kira 6-8 kilo. Oh iya, saat kelas 1 aku masuk siang. Masuk jam 12 dan pulang jam 5. Jika hari sabtu, aku pulang jam 3, kadang jam 4, tergantung ada upacara penurunan bendera atau tidak.

Tiap harinya, meskipun aku masuk jam 12, tetapi jam 9 pagi aku sudah berangkat menuju rumah nenekku. Dengan membawa kotak berisi nasi dan lauk, untuk makan kakakku nanti, aku pun berangkat. Tujuanku pun agar aku tidak terlalu capek, dan udara masih segar antara jam 9-10 pagi. Dan jika baju ku berkeringat, paling tidak masih ada waktu 2-3 jam untuk mengeringkan baju dan juga masih ada waktu untuk istirahat sejenak di rumah nenekku. Waktu pulang pun sama seperti itu. Jika aku pulang jam 5, kira kira aku sampai rumah sekitar maghrib, atau kadang jam 6. Itulah rutinitas ku tiap hari. Mengkayuh sepeda untuk pergi ke sekolah, dan terus seperti itu.

Jika musim hujan saat aku pulang sekolah, aku pun terpaksa tetap pulang dengan basah kuyup. Saat pulang pun aku harus menjemur buku buku yang basar, muncuci baju untuk dipakai esok harinya, belum lagi waktu ku untuk belajar. Kadang aku harus memasukkan tas ku dalam kresek yang besar agar buku ku tidak kehujanan. Aku pun mengkayuh sepeda tanpa sepatu, karena sepatu tersebut satu satu nya sepatu yang bisa aku kenakan.

Aku masuk di kelas 1D. Kelas yang ramai menurutku, dan aku suka kelas seperti ini :) . Aku bertemu teman yang baik bernama Rio. Dia bertubuh besar dan tinggi. Aku pun duduk disebelahnya.

Saat SMP aku masih bertubuh kecil dan pendek. Mungkin efek dari aku pernah mempunyai TBC, dan menurutku itu sangat pengaruh bagi pertumbuhanku. Tiap harinya aku masih diberi uang saku seadanya. Saat itu aku diberi uang saku 1500. Kadang juga tidak diberi. Tiap minggu pun aku ikut extra kulikuler basket, yang bertujuan agar badan ku tambah tinggi.

Teman ku, Rio , dia yang selalu menolongku dalam semua hal. Kadang jika aku tidak diberi uang saku, dia mengajakku ke kantin dan dibelikannya kue untukku. Aku menolak pun dia tetap membelikan. Dia juga yang melindungi aku dari anak yang suka nya meminta uang ku. Mungkin karena tubuhku kecil, dan pendek, jadinya aku sebagai sasaran empuk bagi mereka.

aku jauh dari kalangan teman teman SD ku, aku pun tidak bertemu si Nana lagi, aku yang bertubuh kecil dan pendek, bersepeda yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tiap harinya, harus merasakan derasnya hujan saat pulang sekolah, tidak peduli saat sakit aku harus masuk sekolah, aku sering dijadikan bulan bulanan dari anak kelas lain, kadang aku harus tahan untuk tidak makan saat di sekolah, sering diejek saat extra basket...

Aku ikhlas menjalani ini semua. Tidak memandang apapun, tidak meminta yang berlebihan, karena aku tahu, dibalik semua ini ada hal yang sangat berkesan di hidupku.
Mendapatkan teman yang sangat baik dan peduli, menikmati udara segar di pagi hari disaat aku mengayuh sepeda, latihan fisik dari basket yang membuatku lebih mempunyai daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.

Mungkin hal hal itulah yang aku dapatkan dari ceritaku saat aku kelas 1 dulu...

Selasa, 17 April 2012

In Elementary School 6 -Unsaid Love-

Ini ceritaku saat aku kelas 6 SD. Tahun terakhir aku berada di tempat ini. Tahun dimana kami akan ditentukan, apakah kami tetap berada disini, atau menuju hidup baru dengan jenjang sekolah yang lebih tinggi daripada sekarang. Semua anak mempunyai keinginan masing masing. Ada yang ingin masuk ke SMP 3, 5 , 1 , 8 , macam macam lah. Sedangkan aku? aku hanya ingin satu sekolah lagi dengan dia.. siapa dia?? tentu cewek yang aku idolakan :) sebut saja Nana :P

Aku masuk kelas 6E. Kelas dengan peringkat terbawah -.- . Mungkin karena aku di kelas lima tidak masuk selama 2 minggu itu, membuatku tertinggal dalam pelajaran. Nana di kelas apa? tentu di kelas 6A. Semakin jauh jalanku untuk mengejarnya -.- . Karena jika aku juara 1 di 6E pun , paling mentok aku masuk di kelas 6C. Oia, ada anak baru pindahan dari jakarta saat aku kelas 6. Tia namanya. Dia pintar lho, ramah, suka main game juga. Dia masuk kelas E karena sebagai pertimbangan, nanti dia di semester 2 cocok masuk kelas peringkat mana.

Di kelas E ini aku lebih santai. Kelasnya pun ramai. Kelihatannya memang aku cocok di kelas yang tipe nya seperti ini. Jadi aku bisa konsen untuk juara kelas :) . Aku tetap ekstra kulikuler di gamelan. Karena aku sudah menjadi tim inti disana. Mewakili di acara wisuda kakak kelas, ikut porseni, macam macam lah. Aku disebut spesialis kempul. Karena memang bidangku disitu :)

Aku makin sering bertemu Nana sekarang. Karena kelas A jauh dari tangga, dan harus melewati kelasku dulu untuk menuruni tangga :). Dan kumanfaatkan itu untuk melihat wajahnya, dan senyumnya :)
Aku sering meminta Fany, teman se-karawitan/gamelan , yang sekarang berada di kelas A , untuk menyampaikan salam ku ke dia. Teman se karawitan ku lainnya, Anisa, malah teman dekat si Nana.

Suatu saat, nisa dan fany bilang "Sampaikan sendiri aa, ayo sampaikan.. kita mau lulus lhoo . sampaikan sebelum terlambat". Aku pun bingung dengan kata kata mereka.Apa yang harus aku lakukan? ketemu dia saja aku malu, bagaimana untuk mengajaknya bicara? bisa mati berdiri aku -.-

Ada anak kelas A yang meminjam atlas padaku. Kok tidak seperti biasanya ya? . Memang aku punya 2 atlas. Sedangkan pelajaran IPS , diharuskan membawa atlas. Jika tidak, akan dihukum. Tetapi anak A yang meminjam itu, bilang untuk dipinjamkan ke orang lain -.- . Aku pun bingung maksudnya apa. Tidak lama kemudian atlasku dikembalikan, dan bilang tidak jadi. Aku tambah bingung -,-

Aah aku ingat, tidak lama kemudian ada yang bilang ke aku kalau si Nana tidak membawa atlas. Aku pun sangat ingin meminjamkan punyaku. Tapi aku benar benar tidak berani. Tapi aku benar benar ingin. Saat aku titipkan ke temanku yang di kelas A, dia bilang, ternyata dia sudah dipinjami anak kelas lain. Menurutku aku benar benar  bodoh :( sangat bodoh :(

Hari hari yang aku lewati terus seperti itu. Menyampaikan salam ke dia, melihat dia lewat saat istirahat, saat akan ke musholla, terus seperti itu. Semester 2, aku masuk kelas 6D karena aku juara 3 di kelas E. Tia, juara 1 dan dia masuk kelas A. Aku pun harus mensyukuri apa yang aku dapatkan, tetapi memang kadang aku kepikiran, kenapa aku tidak juara 1, kan aku bisa sekelas dengan Nana? aah masa bodoh pikirku.

Pernah disaat istirahat, aku melihat dia lewat dengan 2 temannya. Dia berada di tengah. Dia pun melihat balik ke aku. Aku merasa sangat gugup, aku salah tingkah, dan aku pun terburu buru masuk kelas. Wuaah benar benar hal yang mengejutkan bagiku. Mukaku merah, aku bertindak yang tidak biasanya. Aku senang, sangat senang :)

Ada pengumuman bahwa siapa yang ingin mendaftar ke MTSN malang 1, untuk anak SD MIN, ada jalur khusus. Aku pun ingin ikut hal itu. Aku tahu kalau Nana ikut jalur yang sama. Tapi kenyataannya, aku tidak bisa ikut :(
Ibu tidak punya uang saat itu, jadi aku pun telat mendaftar :( . Harapanku pun untuk satu sekolah dengan Nana, mulai pudar :( . Aku harus tetap konsentrasi untuk Ujian Akhir. Aku harus lulus, meskipun tidak satu sekolah saat SMP, semoga suatu saat aku bisa bertemu Nana lagi :)

Semenjak itu, aku sudah tidak melihat Nana lagi.. Bukannya aku sengaja, tapi anehnya, aku sama sekali tidak melihat dia. Disaat istirahat, pulang, masuk sekolah, dia selalu tidak kelihatan. Mulai dari saat di aula untuk persiapan wisuda, gladi kotor wisuda, gladi bersih wisuda, aku tidak melihat dia :(
Padahal aku berusaha masuk sangat pagi saat acara gladi kotor, gladi bersih wisuda, hanya untuk melihat dia disaat saat terakhir aku berada disini, tetapi apa? hal itu tidak terjadi :( 

Aku tidak tahu kenapa aku merasa sangat kecewa. Aku ingin mengucapkan perpisahan, karena aku sudah yakin aku tidak satu sekolah dengan dia lagi, tapi apa? aku tidak bertemu dia lagi. Yang aku tau, nama dia disebut saat gladi bersih, tetapi aku tidak bisa melihat wajahnya , hanya terlihat dari jauh. Karena aku berada di tempat bawah, di tempat anak anak pendek -.- , dan itu ditaruh di barisan depan, karena anak yang tinggi tinggi, berada di baris belakang -.-

Hari wisuda pun tiba. Aku merasa aneh. Aku lulus, tetapi aku tidak sebahagia yang lain. Ada yang janggal, ada suatu hal yang sepertinya belum dan harus aku lakukan. Tapi apa? aku bingung saat itu. Acara wisuda ini terasa sangat biasa. Tidak ada hal yang membuatku senang, sedih , atau apapun. Aku bingung aku ini kenapa -.-

Akhirnya kami turun dari panggung, menuju ke orang tua kami masing masing. Aku ke ibuku, dan ibu berkata "Anakku sudah lulus SD, sudah mau SMP ini :)" , aku pun tersenyum, tetapi tetap saja ada yang merasa janggal. Ibu ku berkata "Ibu membawa kamera ini, ayo foto sama temanmu, atau foto sama cewek yang kamu ceritakan ke ibu .. :)" , Mendengar itu, suasana hatiku berubah total. Aku langsung berlari mencari cewek tersebut. Sangat banyak orang disana, tetapi aku tidak menyerah. Aku berputar mencari dan terus mencari. Tetapi, tidak ketemu :( . Sampai sedikit demi sedikit teman teman dan orang tuanya pulang. Aku pun sangat sedih :( saaangat sedih. Sampai di akhir pun aku tidak bisa bertemu dia, bahkan tidak sempat memberitahukan apa yang selama ini aku rasakan :(

Akhirnya aku tetap foto, dengan sahabatku, dan teman temanku. Karena hanya mereka yang belum pulang. Dibawah ini fotonya. Aku terlihat lelah, dan senyum yang terpaksa :) Kalian yang membaca ini, pasti tau apa sebabnya ..






Aku di paling kiri. Aku memang pendek dan kecil -.-
Yang aku ingat setelah wisuda itu, tas kuningku tertinggal. Dan juga aku belum menyampaikan apa isi hatiku ke dia. Yang lebih penting lagi, aku bakal sulit untuk bertemu dengan teman teman lagi, karena jalanku selanjutnya, bukan di madrasah lagi, tetapi di SMP Negeri..

Hal yang aku pelajari dari masa akhir saat aku SD ini,

Jika kita suka kepada seseorang, sebisa mungkin ungkapkan hal tersebut.. Jangan terhambat oleh rasa malu dan takut.. Karena apapun hasil dari setelah kita menyampaikan hal tersebut, kita akan merasa lega, dan bakal tahu reaksi dari seseorang yang kita suka :)




Kamis, 12 April 2012

In Elementary School 5 - Once we are born into this world,we are never gonna be alone -

Yap, kali ini memasuki ceritaku saat aku memasuki kelas 5 SD. Aku turun peringkat di kelas 5 ini. Kelas 4B menurutku sangatlah berat. Sangat berat untuk bersaing dengan anak anak sepintar mereka. Meskipun aku punya semangat, aku rasa itu tidak akan pernah cukup. Apalagi setelah kepergian kakekku...

Aku masuk kelas 5C. Kelas dengan peringkat tengah atau peringkat ke 3. Sedangkan cewek idamanku, tentu saja tidak berpindah dari peringkatnya. Dia memasuki kelas 5B. Kelas peringkat 1, dan lagi lagi dia menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyerah sampai sini saja. Aku harus bangkit, dan mulai belajar lagi, mulai giat lagi, terus dan terus belajar, agar impianku sejak dulu, ingin sekelas dengan Nana, tercapai.

Kelas ku dan nana bersebelahan sekarang. Kalau waktu istirahat, akan aku sempatkan untuk mengintip kelasnya. Terkadang aku melihatnya di dalam kelas, bercanda dengan teman temannya. Tentu saat dia melihatku, aku tersipu malu, dan pura pura melihat yang lain :P . Ekstrakulikuler yang aku ambil, tetap gamelan. Entah kenapa aku tidak ingin pindah dari ekskul itu. Aku merasa nyaman disana. Dan yang aku ketahui, Nana adalah tim inti dari grup Gamelan SD ku itu :)

Teman di kelas 5C ini, tentu ada yang baru dan juga aku bertemu sahabatku, Odi' (kalau tidak lupa). Aku setempat duduk bersama Ata' namanya. Cowok yang lumayan gendut, agak pendiam tapi lucu tingkahnya. Kami duduk di depan. Memang tempat duduk kita tiap hari bertukar. Tetapi aku selalu ingin duduk didepan. Aku tidak tahu alasannya apa. Tiap istirahat kami bermain sebuah permainan yang lucu. Kertas dari buku kami sobek, lalu kami lipat seperti bentuk segitiga, tetapi tidak ada alasnya, dan juga lipatan yang berbentuk gawang. Di belakang kertas yang kami lipat, kami beri nama pemain bola kesukaan kami. Ya, kami bermain sepak bola buatan dari itu. Bolanya dari apa? tentu dari kertas juga, dibuat dari potongan kertas kecil yang dibulatkan. Cara mainnya? gampang.. jika bola di area dekat pemain kita, kita tinggal menekan ujung dari lipatan segitiga tanpa alas kami, dan bola akan meluncur :P

Oh iyaa, ada permainan yang populer dan tentu baru saat kami kelas 5 SD. Yu-Gi-Oh namanya. Sebuah kartu yang bertuliskan bahasa inggris, dan kita bisa belajar matematika, bahasa inggris, dan strategi dari game itu. Aku mulai suka bahasa inggris dari sini :) .Aku suka mengartikan tiap tulisan dari kartu Yugi tersebut. Tentu dari pemikiranku sendiri, lalu aku melihat kamus dan mencocokkannya.

Suatu hari...
Aku mendadak sakit batuk yang tidak kunjung sembuh. Ibu ku yang paling tidak suka jika aku tidak masuk sekolah, marah marah jika aku sakit lebih dari 1 hari. Aku diguyur air hangat, meskipun aku menangis, ibu ku tetap ingin aku sekolah. Mungkin hari itu ibu merasa tidak tega, aku dibawa ke tempat kerja ibuku, di RSJ Lawang. Disana aku pun terbaring lemas. Batukku termasuk batuk parah. Dengan suara nafas seperti mesin , ngiik ngiik (kurang lebih begitulah bunyinya), batuk berdahak, panas tinggi, pusing, campur campur lah. Aku pun diperiksa disana. Dan dari situlah kami tahu. Aku telah terkena penyakit TBC. Sedangkan aku sendiri mempunyai keturunan penyakit Asma dan Bronchitis. Sangat lengkap bagiku jika ditanya mengenai penyakit apa yang pernah berada di paru paru ku :)

Dari penyakit tersebut, masalah pun terjadi. TBC adalah penyakit menular. Aku harus memisah tempat makan yang aku pakai mulai dari piring, gelas, sendok, semuanya. Aku harus menjaga apa yang aku makan, tidak boleh sembarangan. Air ludah ku bisa menularkan penyakitku, maka aku harus agak jauh jika ingin berbincang dengan orang lain. Sikat gigi pun harus dibedakan. Tiap malam, aku merasa sesak, batuk ku pun parah. Aku sakit selama 2 minggu. Tidak ada satupun teman sekolahku yang menjengukku saat sakit. Di rumah, keadaan makin memojokkanku. Kakakku, selalu tanya ke ibuku tentang tempat air minum. Jika gelas itu bekasku, kakakku tidak mau minum dengan gelas itu. Tidak cuma kakakku, hampir semua keluargaku, kecuali Ibuku. Ibuku pun menangis mengetahui keadaanku yang seperti ini.Ibtku rela memakan dari apa yang telah aku makan, tanpa takut tertular. Merawatku dengan tetesan air matanya, yang ingin aku sembuh :(
Ibuku membawaku ke RSSA Saiful Anwar. Disana kami bisa sedikit lega setelah mengetahui penyakitku bisa sembuh, tetapi butuh waktu 1 tahun untuk itu. Minum obat pahit 3 kali setiap hari berwarna merah, itulah yang harus aku dapatkan.

Akhirnya aku masuk sekolah.Aku sangat tertinggal di pelajaran. Sahabatku, Irtafa', Adrian, menanyakan keadaanku. Aku yang seharusnya tidak bilang ke mereka tentang sakit yang aku punya, aku pun berani jujur kepada mereka. Aku pun bilang "Mungkin sekarang aku sedikit menjauh dari kalian. aku cuma tidak mau kami tertular". Namun, apa yang mereka jawab? "Sudahlah, yang namanya sahabat itu selalu bersama.. aku tidak takut tertular kok, biar kita sakit bersama sama :D" Irtafa berkata seperti itu :( . Aku pun mewek mendengar kata kata irtafa. dan Adrian, berkata "Sebenarnya kami ingin sekali menjengukmu, tapi kami belum pernah tahu dimana rumahmu :(". Yaah, memang aku belum pernah memberitahu mereka. Rumahku pun dipenuhi jalan kecil, yaah bisa disebut kampung.

Aku pun merasa lega. Ternyata tidak semua menjauhi aku. Malah teman temanku menyemangati aku. Kita bermain seperti biasa. Bersenda gurau di mikrolet, dan sebagainya.Meskipun di rumah aku merasakan kejam, di sekolah semua hal itu hilang :).

Tanggal 30 April. Ya, hari ulang tahunku. Menurutku nothing special di hari itu. Semua berjalan seperti biasa. Malahan ada masalah baru yang terjadi di hari itu. Aku dikucilkan teman temanku secara tiba tiba. Tidak adayang mau mengobrol denganku. Pandangan mereka semua sinis kepadaku. Malah aku dituduh mencuri barang barang temanku tiap istirahat. Katanya temanku kehilangan uang 20 ribu di dompetku. Heei, memang aku jarang punya uang saku, tetapi tidak se keji itu untuk aku mendapatkan uang. Ata' , yang sebangku denganku, tidak bisa membelaku. Teman teman semua memojokkanku. Guruku pun memarahi aku, menyuruh aku jujur. Sedangkan aku tidak takut dan melawan perkataan mereka. Aku sangat berani, karena aku benar benar tidak melakukannya.Hari yang seharusnya menjadi hari yang indah, tetapi kenapa seperti ini?
Teman teman mencaci maki aku. Guruku pun meminta aku mengaku. Guru ku pun bilang "Sini akan aku guyur kau pakai air, jika kamu basah setelah disiram berarti kamu jujur.. jika aku guyur kamu tidak basah, maka kamu berbohong".. Aku pun menjawab "baik pak, silahkan , saya tidak takut..." . Akhirnya aku pun diguyur air. Dan alhamdulillah aku basah, bukti bahwa aku jujur :)

Heeei, bukankah kalau kita diguyur air, bohong atau tidak kita akan tetap basah? hei aku baru sadar. Seketika itu, teman temanku semua dan juga guruku, mengucapkan selamat ulangtahun kepadaku :'(
Hal yang sangat indah yang pernah aku alami.Di rumah pun aku mendapat kejutan juga lho..

Aku belajar sesuatu dari penyakitku, dan juga pengalaman terindahku...

Saat kita telah lahir di dunia ini, siapapun diri kita, dimanapun kita lahir, dimanapun kita berada, keadaan apapun yang kita hadapi, seorang manusia tidak akan pernah hidup dalam kesendirian :)

Selasa, 10 April 2012

In Elementary School 4 -Smile to every conditions-

Kelas 4 semester 2. Inilah yang akan aku ceritakan kali ini.

 Aku masuk kels 4B. Kelas 4B adalah kelas peringkat ke 2. Entah aku harus senang ataupun sedih. Setelah mendapat juara kelas di semester 1, dan aku berharap masuk di kelas yang sama dengan cewek idamanku, ternyata tidak. Nana tetap di kelas 4C. Kelas dengan peringkat tertinggi. Aku berpikir, kali ini aku harus lebih giat lagi untuk masuk ke kelas yang sama dengan Nana... Harus! . Suasana kelas pun terasa berbeda. Dari kelas ku yang dulu nya di kelas 4A, yang anaknya selalu ramai di kelas, teman teman yang seru, sering kesana kemari kalau di dalam kelas, tetapi di kelas 4B ini, tidak. Semua anak diam mendengarkan guru yang sedang mengajar. Bahkan tidak ada satupun anak yang berusaha membuat ramai kelas ini. Aku benar benar tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Aku tidak suka. Tugas, Ulangan pun, semuanya terasa berbeda. Individual. Kalau di kelas 4A kami sering berbagi, saling mengajari, disini sangat berbeda. Jadi inikah kelas peringkat 2?

Aku Merasa benar benar tidak sanggup...


Disaat semangat ku mulai turun, kakekku pun kembali mengingatkan aku. Kakekku bilang "Tidak ingin ke kelas peringkat tertinggi nak?". Aku pun menjawab "Susah kung, anak di kelas ku pintar pintar, aku tidak yakin bisa ke kelas peringkat tertinggi". Oiya , aku memanggil kakekku dengan sebutan YangKung(singkatan dari Eyang Kakung). Kakekku pun tersenyum, lalu mengajakku main catur. "Semua itu awalnya dari tidak bisa nak.. dari mudah, menuju sulit" Kata kakekku, sambil bermain catur denganku. "Dulu kelas 1, yangkung memberitahu cara bermain catur ini. Mulai dari kamu tidak bisa menang melawan yangkung, sampai sekarang pun kamu belum bisa mengalahkan yangkung :P" Dengan gaya meledek dan menggodaku. Ya, aku tidak pernah menang melawan kakekku dalam bermain catur. Aku diajari kakekku bermain catur sejak kelas 1 SD. Yangkung ku percaya, aku bisa bermain permainan strategi itu. Aku pun jadi lawan mainnya setiap saat. Dan tentunya, aku selalu kalah -,-

Tiap minggu, yangkung mengajakku berjalan jalan ke alun alun, atau ke pasar burung. Yangkung saat itu dikabarkan sudah memiliki penyakit asamurat, mungkin stroke. Aku pun disuruh ibuku untuk sering mengajak kakekku jalan jalan, agar cepat sembuh. Yangkung selalu tersenyum setiap saat. Menyapa orang orang di tiap jalan, dengan senyumnya dan guyonannya.

Suatu saat pernah terjadi. Kakakku marah digoda kakekku. Memang kakekku senang sekali menggoda cucunya. Kakakku yang marah, yang saat itu sedang memakan nasi kuning, menyemburkannya ke kakekku. Kakekku pun hanya tersenyum dan tertawa. Aku jelas marah dengan perbuatan kakakku. Kakakku dimarahi oleh nenekku.Tiba tiba, kakek membentak nenekku. Aku pun kaget, kenapa tiba tiba kakek marah? kakek bilang "Ini salahku, tidak usah kamu memarahi cucuku..". Kakakku pun semenjak itu takut untuk berbuat seperti itu lagi. Dan aku salut terhadap kakek. Dengan seperti itu pun, kakek tetap membela cucunya, dan kembali tersenyum dengan wajah ceria.

Kakekku pernah bilang. Selama kita senyum, kita akan merasa santai, dan beban pikiran kita akan berkurang. Dengan ingat kata kata tersebut, aku pun kembali semangat untuk meraih impian ku lagi. Untuk sekelas dengan cewek idamanku :) .

Nilai ulanganku pun naik, dan juga nilai nilai tugas :) .Aku pun memberi tahu kenaikan nilaiku, dan kakekku pun tersenyum. Lalu kakekku mengajakku main catur, seperti biasa. Dan siapa sangka, aku yang tidak pernah menang 1 kali pun melawan kakekku, sekarang aku menang.. Kebetulan apa ini?
kakekku pun hanya tersenyum dan menggodaku. Aku disuruh kakekku menyelesaikan membaca qur'an ku , agar aku khatam Al Qur'an. Aku tidak tahu apa alasannya, kakekku menemani aku mengaji sampai khatam. Memang saat itu aku sudah memasuki jus 30. Khatam Al Qur'an itu pun dirayakan dengan membuat nasi kuning. Yang kebetulan saat itu ada acara.

Permainan catur tersebut, ternyata menjadi permainan catur terakhirku dengan kakek. Kakek jatuh sakit, dan masuk rumah sakit. Terkadang aku menjenguknya. Badan kakek sudah lemas, kakek di infus. Aku tidak tahu kakek sakit apa, yang jelas ini sudah benar benar parah. Dalam keadaan sakit seperti itu, kakek masih bisa bercanda dengan tanteku yang menjaga kakek disana. Masih bisa tersenyum, bersenda gurau. Ibu ku pun melarang kakek seperti itu, tetapi kakek tetap saja seperti itu. Memang benar benar kakekku orang yang usil -.-

Suatu hari.
Aku mendapat nilai 100 di ulanganku. Aku pun pulang dengan gembira. Sesaat sebelum sampai rumah, aku lihat keadaan gang rumahku sangatlah ramai. Ada orang orang mengangkat meja,  memasang terop, aku pun berpikir, ada apa ini? Tiba tiba tetanggaku mengajakku ke rumahnya. Aku  diberi makan, disuruh ganti baju. Aku pun makin curiga. ada apa ini? Aku pun bisa menyimpulkan sendiri. Ternyata kakekku sudah tiada :(

Akhirnya aku memaksa pulang. Aku melihat banyak orang yang berasa di rumahku. Aku pun diberi tahu keluargaku. Belum sampai 15 menit kabar kakekku telah tiada disebarkan, warga kampung langsung tanggap dengan memasang terop, membantu mengangkat, menyiapkan segala macam yang dibutuhkan untuk jenazah. Kami sekeluarga kaget akan hal itu. Ada salah satu tetangga yang bilang kepada kami, "Beginilah,memang Bpk. Mat sangat baik kepada sekitar. Kami pun melakukan hal yang sama". Aku pun masuk ke dalam rumah.
Kakekku.. Aku melihat kakekku yang sudah tiada. Senyumnya, menurutku tidaklah hilang dari wajahnya. Aku menahan tangis ku. Aku berusaha tersenyum. Berusaha seperti apa yang diajarkan kakekku.

Aku pun ikut mengantar jenazah kakek ke liang lahat. Disaat itulah aku tidak kuat menahan tangisku. . .

Aku belajar hal yang sangat besar dari kejadian yang aku alami ini.. dan tentunya pelajaran ini aku dapat dari almarhum kakekku..

Tetap tersenyum di segala kondisi.. baik itu sedih, terpuruk, susah, sakit, bahkan sampai menjelang ajal tiba :)
Peduli terhadap lingkungan, baik kepada siapa saja, menyapa dan sertakan senyum kepada siapapun :)


Terima Kasih kakek, do'a kami tidak akan pernah henti untukmu...

Selasa, 03 April 2012

In Elementary School 3(2) -Person who can give me courage and spirit-

Ini maih ceritaku saat aku kelas 3, dan sedikit cerita saat aku kelas 4. Ada hal special yang membuat saat aku sekolah di MIN Malang 1 ini menjadi sangat berkesan. Saat kelas 3 kami sudah harus mengikuti kegiatan ekstakulikuler. Kegiatan tersebut dilakukan tiap hari sabtu. Saat itu ada pilihan tentang ekstrakulikuler yang boleh dipilih oleh murid. Ada basket, sepakbola, pramuka, kesenian, gamelan, music/band,paduan suara(seingatku). Odi' sahabatku, ikut pramuka seingatku, Dan aku pun memilih....
Gamelan :P

Kakakku pun protes kepadaku "Wong ya ada basket, musik,sepak bola,pramuka, kok malah milih Gamelan -.-" kata kakakku. Dan aku pu menjawab dengan lugunya anak kelas 3 SD "Aku pengen melestarikan budaya indonesia mbak :D" mendengar kata kataku tersebut, ibuku,kakek nenekku, om ku pun tertawa.

Saat itu gamelan ternyata banyak sekali peminatnya. Sebelum waktu ekstrakulikuler, ada waktu kira kira setengah jam sebelum dimulainya ekstra. Kami pun boleh jajan, bermain, asal tidak keluar sekolah. Saat aku bermain di tangga dengan teman teman, aku pun melihat sekumpulan cewek yang bermain di depan kami. Mataku pun tertuju di satu cewek. Dia berambut panjang, wajahnya manis dan cakep bagiku. Memang sekolah kami tiap anak perempuan wajib memakai kerudung. Tetapi saat ekstra, bebas dipakai atau dilepas. Aku pun terus melihatnya, dari awal aku melihat cewek tersebut, sampai pulang gamelan pun, aku masih sedikit sedikit ingin melihatnya.

Aku pun penasaran, siapakah nama anak tersebut?. Aku ingin mencari tahu siapa dia? rumahnya dimana? dia di kelas apa?. Hari sabtu pun tiba. Aku semangat sekali saat itu, karena ingin sekali lagi melihat wajahnya, juga sekalian mencari tahu tentang dia. Ternyata Fany, teman cewek sekelasku, kenal dia. Aku pun bertanya kepada dia, siapa nama cewek tersebut?. Akhirnya aku pun mendapat namanya. Dia bernama Nana..

Nama yang manis menurutku.. Karena menurutku sangat jarang sekali nama tersebut untuk anak perempuan, dan menurutku nama itu akan bisa aku ingat sampai kapanpun. Aku pun ingin lebih tahu tentang anak itu. Saat THB cawu 2 , aku keliling tiap kelas, hanya untuk melihat, siapa nama lengkap Nana? . Yaa, akhirnya kutemukan saat itu. Nama lengkapnya adalah Nana C . Tidak aku sebarkan,aku samarkan dan kurang lengkap, karena aku tidak ingin disalahgunakan :P

Aku pun belum puas sampai situ. Aku ingin tahu tanggal lahirnya. Sebenarnya aku pemalu saat itu. Seketika malu ku hilang saat aku melakukan hal itu. Hal apa itu?. Aku masuk ke ruang TU. Aku pun bilang pada petugas TU, ingin meminjam Buku Induk Siswa. Petugas pun bertanya, untuk apa? aku pun menjawab untuk melihat dataku, padahal tidak, aku hanya ingin melihat tanggal lahir Nana :)

Info pun aku dapatkan. Sebenarnya saat itu aku juga mendapatkan tempat tinggal nya dimana, nama ayah ibu nya, tetapi aku lupa sekarang (sekarang = aku berumur 19). Yang kuingat sampai sekarang hanya ultahnya. 15 Februari :)

Kelas 4 pun aku jalani. Aku berangan angan ingin sekelas bersama cewek cakep tersebut. Ternyata tidak. Aku berada di 4A. Kelas 4 mempunyai perbedaan dari kelas 1 2 dan 3. Perbedaan teman yang baru, Cawu diganti menjadi Semester, Pelajaran baru, IPS,IPA,Bing,SKI, Dan juga tiap kelas ada tingkatan nya, tergantung dari pintar tidak nya anak dikelas tersebut. Kelas 4 dimulai dari C , B , D , A , E itu dari tingkat teratas ke terbawah (seingatku lho ya). Nana kalau tidak salah di kelas 4C. Kelas anak anak yang pintar. Aku tidak tahu kenapa, aku merasa malu karena aku jauh dibawah dia.

Kelasku dekat tangga. Kelas C berada di kanan kelas A. Jadi, aku selalu datang pagi, dan selalu melihat tangga, menunggu Nana lewat untuk menuju ke kelasnya. Saat pulang pun juga seperti itu. Aku tidak ingin turun kelas sebelum melihat Nana pulang :). Padahal kalau aku berpapasan dengan dia, aku pun malu -.- , menyapa dia saja tidak berani -.-

Aku pun mempunyai semangat dan keinginan baru. Aku harus sekelas dengan dia. Agar aku bisa melihat dia tiap hari saat aku sekolah, bahkan tiap jam pelajaran. Semangat itu pun terlahir juga dari support kakekku. Kakekku bilang, "Kalau emang kamu suka dengan anak itu, ayo belajar yang giat, biar kamu sekelas sama anak idamanmu itu". Belajarku lebih giat dari biasanya. Kelas 4 pun aku masih mengikuti gamelan. Nana pun masih ikut. Dia potong rambut saat itu, rambutnya pendek saat itu. Tetapi menurutku, dia tetap manis walau rambutnya pendek seperti itu. Apalagi saat dia berkerudung :) .Pernah aku praktek, karena aku memegang kempul di belakang sendiri, dan Nana memegang kenong, dan duduk di depan ku, aku pun salting tidak karuan. Entah itu perasaan senang berlebihan, atau aku yang lebay -.- ..

Akhirnya , kelas 4 Semester 1, aku mendapat juara kelas saat itu. Aku juara 2 :). Begitu senangnya aku saat mendapat juara itu. Aku pun yakin, peringkat kelas pun aku akan naik. Aku pun berharap masuk ke kelas peringkat tertinggi, agar sekelas sama Nana :) . Dan cerita itu akan berlanjut di In Elementary School 4 :P

Aku pun belajar suatu hal dari kelas 3 akhir ini,

Saat menyukai seseorang, kita akan melakukan hal yang terbaik agar orang yang kita sukai melihat kita, dan memperhatikan kita.
Jadikan orang yang kita sukai sebagai motivator untuk segala aktivitas kita, tentu kita akan mendapat banyak hal positif dari hal tersebut :)

In Elementary School 3(1) -chase dream-

Yap.. Kelas 3. Ini kisahku saat aku telah menjalani hidupku di kelas 3D. Seperti yang aku ceritakan di posting lalu, teman tidak ada yang berubah. Tidak bertambah, tidak berkurang. Kami hanya berpindah kelas saja. Kelas 3D berada di atas. Sekarang kami harus naik tangga dahulu untuk sampai ke kelas kami. Seingatku, kelas 3D berada di dekat kamar mandi.

Teman sebangku ku , bernama kemal. Dia putih , tinggi , dan baik :) . Dia selalu membagi apa yang dia beli saat istirahat, atau jikala dia tahu kalau aku tidak diberi uang saku. Oh iyaa, aku sudah tidak di sukun lagi. Aku berada di rumah kakek nenek ku, di daerah kidul pasar. Aku pun berganti antar jemput. Sebenarnya bukan antar jemput, melainkan jemput saja. Karena saat berangkat pagi, aku dan kakakku berangkat naik angkot LDG saat itu. Aku suka berangkat pagi. Jam 5 aku sudah berangkat sekolah. Padahal sekolah masuk jam 6 lebih 10 menit. Tapi aku tidak suka mengambil resiko dengan berangkat jam setengah 6. Pernah 1 kali aku mencoba berangkat jam setengah 6, sampai di sekolah pun jam 6 pas. Dan itu aku merasa aku sudah terlambat, karena sekolah sudah ramai.

Kemal, teman sebangkuku, dia sering menabung  dan dimasukkan ke dalam tasnya. Kemal bilang , kalau ada uang jajan lebih, ia simpan untuk hal yang lebih berguna nantinya. Aku ingin seperti kemal yang rajin menabung seperti itu. Tetapi, sepertinya tidak bisa. Bagaimana bisa mendapat uang saku lebih? uang saku ku pun kadang ada, kadang tidak. Sebenarnya aku malu. Hampir tiap hari aku diberi kue oleh kemal. Tapi yaah begitulah, malu tapi mau :)

Teman teman sekelasku , saat istirahat selalu membicarakan tentang game. Yaah umur segitu, pastinya game lah yang jadi topik pembicaraan. Aku pun sering ke rumah sahabatku, Odi' . Dirumahnya, aku sering menginap. Bermain Playstation, meskipun aku hanya lihat dia bermain, tapi aku sangat senang. Aku masih ingat sampai sekarang, game apa saja yang dimainkan Odi' saat itu. Megaman X4,HarvestMoon,FFVIII,Gundam Battle Assault2,DragonBall, dan masih banyak lagi.

Aku pun mempunyai keinginan, kapan yaa aku mempunyai PS ku sendiri? . Aku pun meminta ibu ku. Tetapi ibu ku belum mempunyai uang yang cukup untuk membelikan aku PS tersebut. Ibu ku pun bilang, "Kalau nilai THB mu nilai 100 nya ada 5 , ibu belikan kamu PS". Menurutku hal tersebut berat bagiku. Aku siswa yang tidak begitu pintar. Aku pun menawar "Bagaimana kalau hanya dapet 100 nya 3 saja bu? aku minta SEGA saja ya?". Aku pun menurunkan keinginanku. Aku hanya meminta SEGA, yang harganya lebih murah. Hitung-hitung agar aku tidak terlalu membebani orang tuaku, meskipun bukan itu yang aku harapkan.



Aku pun mulai belajar giat. Yang seperti biasanya aku pulang sekolah, langsung bermain PS di rental dengan membayar 1000 rupiah per jam nya, uang itu pun aku tabung. Tiap hari aku diberi uang om ku 1000 rupiah, kalau aku mau makan siang. Sedangkan uang saku ku 1000 rupiah. 500 rupiah untuk naik angkot, dan 500 lagi untuk jajan di sekolah. Dan saat THB pun tiba. Sudah aku persiapkan matang matang untuk THB ini. Ibu ku saat itu ke surabaya. Tidak tahu untuk apa, yang jelas untuk dinas kesana selama 1 minggu.

Yang biasanya aku bermain saat pulang sekolah, tidak kulakukan. Aku belajar untuk THB esok. oh iya, sekolahku beda dengan yang lain. Jika SD umumnya, THB dilaksanakan selama 4 hari, sedangkan MIN, berlangsung selama 1 minggu. 1 Hari pun ada 2 pelajaran yang diujikan untuk kami. THB pun selesai. Hasil pun keluar, dan..

Alhamdulillah, usahaku tidak sia sia. Aku mendapat nilai 100 di Qur'an Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Bahasa Indonesia. 4 nilai 100 telah kudapatkan. Meskipun angan angan ku untuk mendapat PS tidak tercapai, tetapi aku tetap lega, aku mesih bisa mendapat SEGA, meskipun bukan itu yang aku harapkan. Aku pun telpon ibuku, dan ibu bilang besok ibu akan pulang. Aku tidak sabar menanti SEGA yang dibelikan ibu ku.

Keesokan harinya , ibu ku datang. Ibu membawa kresek hitam, sedang, dan sepertinya ada kotak didalamnya. Aku yakin itu SEGA yang menjadi perjanjian jika aku mendapat nilai 100 di 3 THB ku. Aku pun mengeluarkan kotak itu dari kresek hitam tersebut. Saat aku buka, itu bukan SEGA, melainkan PS yang aku inginkan. Aku pun bertanya "Lhoh bu, aku nilai 100 nya cuma 4, kok PS? bukan SEGA?" . Ibu pun menjawab "Lhoh, gamau? sini ibu balikin ke orang yang jual". Jelas aku senang menerima hadiah itu. Tetapi harganya mahal. 800.000 rupiah saat itu. Aku pun bertanya "uang ibu habis tah buat beli PS itu? PS kan mahal?". Ibu pun menjawab dengan nada agak keras "Jangan pernah berpikir berapa banyak ibu keluarkan uang untuk kamu nak. Ngerti?". Aku pun mengangguk.

Uang yang aku kumpulkan selama ini, aku kasihkan ke ibu ku. Yah meskipun cuma 50.000, tapi aku berikan ke ibuku. Siapa tahu bisa menutup biaya untuk membeli PS ini, pikirku.Tiap hari raya pun, uang yang aku dapatkan, selalu aku bagi setengahnya ke ibuku. Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku merasa harus melakukan itu. Karena aku tahu, ibuku telah memberiku triliyun rupiah, untuk aku hidup sampai saat ini.


Hal yang aku pelajari dari kisah ku di kelas 3 awal ini,

Berangan-angan, selama kita merasa sanggup melakukannya, kejar terus mimpi itu, dengan usaha dan doa, semoga mimpi atau angan kita tercapai.

Aku akan selalu berusaha tidak memberatkan beban orang tuaku. Karena merekalah, aku bisa seperti ini sampai sekarang.