Kamis, 26 April 2012

Junior High School 1 -sincerity and spirit through all the things-

Yap.. ini ceritaku saat aku memasuki tahap baru dalam hidupku. Aku memasuki tingkatan baru yang bisa disebut Sekolah Menengah Pertama.

Setelah aku gagal masuk MTSN Malang 1 karena aku telat mendaftar, ibu ku dan kakakku pun menyarankan aku untuk ikut pendaftaran SMP Negri. Aku pun jelas sangat kecewa. Karena harapan untuk bertemu lagi dengan Nana, sangatlah kecil, bahkan bisa dianggap mustahil. Pilihanpun diberikan untukku. Tapi dilihat dari NUN ku yang standart , atau istilahnya pas-pas an , pilihan pertamaku pun aku tujukan ke SMP 8 Malang, lalu SMP 6 , SMP 2 , SMP9 , SMP 19 dan seterusnya. Pertimbangan seperti itu telah dilakukan kakakku tergantung dari kualitas sekolah tersebut.

Awalnya aku masuk dalam deretan murid di SMP 2 tetapi di kandidat 3 terbawah. Dalam 1 hari pun aku tergeser, dan masuk ke deretan siswa di SMP 9 . Yah dari sini pun aku bisa menyimpulkan, sepertinya memang jalanku untuk masuk ke SMPN 9 Malang ini. Jelas aku sangat jauh dari kalangan ku saat SD, yang dijuluki Madrasah, lalu terjun ke SMP Negri, yang jelas pendidikan agama pun tidak sebagus di Madrasah. Sekolahku sekarang bertempat sangat dekat dengan rumah nenekku.Rumahku sendiri sudah pindah di daerah Sawojajar, dan aku, ibuku, kakakku, mempunyai keluarga baru disana.

Aku pun ikut ibuku untuk tinggal disana, sedangkan kakakku tetap di rumah nenek karena kakak sudah kelas 2 di MAN 3 Malang, dan ingin konsen belajar untuk ujian disana. Untuk berangkat sekolah, aku pun mengendarai sepeda pancal kesayanganku. Jarak dari rumahku menuju sekolah, kira kira 6-8 kilo. Oh iya, saat kelas 1 aku masuk siang. Masuk jam 12 dan pulang jam 5. Jika hari sabtu, aku pulang jam 3, kadang jam 4, tergantung ada upacara penurunan bendera atau tidak.

Tiap harinya, meskipun aku masuk jam 12, tetapi jam 9 pagi aku sudah berangkat menuju rumah nenekku. Dengan membawa kotak berisi nasi dan lauk, untuk makan kakakku nanti, aku pun berangkat. Tujuanku pun agar aku tidak terlalu capek, dan udara masih segar antara jam 9-10 pagi. Dan jika baju ku berkeringat, paling tidak masih ada waktu 2-3 jam untuk mengeringkan baju dan juga masih ada waktu untuk istirahat sejenak di rumah nenekku. Waktu pulang pun sama seperti itu. Jika aku pulang jam 5, kira kira aku sampai rumah sekitar maghrib, atau kadang jam 6. Itulah rutinitas ku tiap hari. Mengkayuh sepeda untuk pergi ke sekolah, dan terus seperti itu.

Jika musim hujan saat aku pulang sekolah, aku pun terpaksa tetap pulang dengan basah kuyup. Saat pulang pun aku harus menjemur buku buku yang basar, muncuci baju untuk dipakai esok harinya, belum lagi waktu ku untuk belajar. Kadang aku harus memasukkan tas ku dalam kresek yang besar agar buku ku tidak kehujanan. Aku pun mengkayuh sepeda tanpa sepatu, karena sepatu tersebut satu satu nya sepatu yang bisa aku kenakan.

Aku masuk di kelas 1D. Kelas yang ramai menurutku, dan aku suka kelas seperti ini :) . Aku bertemu teman yang baik bernama Rio. Dia bertubuh besar dan tinggi. Aku pun duduk disebelahnya.

Saat SMP aku masih bertubuh kecil dan pendek. Mungkin efek dari aku pernah mempunyai TBC, dan menurutku itu sangat pengaruh bagi pertumbuhanku. Tiap harinya aku masih diberi uang saku seadanya. Saat itu aku diberi uang saku 1500. Kadang juga tidak diberi. Tiap minggu pun aku ikut extra kulikuler basket, yang bertujuan agar badan ku tambah tinggi.

Teman ku, Rio , dia yang selalu menolongku dalam semua hal. Kadang jika aku tidak diberi uang saku, dia mengajakku ke kantin dan dibelikannya kue untukku. Aku menolak pun dia tetap membelikan. Dia juga yang melindungi aku dari anak yang suka nya meminta uang ku. Mungkin karena tubuhku kecil, dan pendek, jadinya aku sebagai sasaran empuk bagi mereka.

aku jauh dari kalangan teman teman SD ku, aku pun tidak bertemu si Nana lagi, aku yang bertubuh kecil dan pendek, bersepeda yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tiap harinya, harus merasakan derasnya hujan saat pulang sekolah, tidak peduli saat sakit aku harus masuk sekolah, aku sering dijadikan bulan bulanan dari anak kelas lain, kadang aku harus tahan untuk tidak makan saat di sekolah, sering diejek saat extra basket...

Aku ikhlas menjalani ini semua. Tidak memandang apapun, tidak meminta yang berlebihan, karena aku tahu, dibalik semua ini ada hal yang sangat berkesan di hidupku.
Mendapatkan teman yang sangat baik dan peduli, menikmati udara segar di pagi hari disaat aku mengayuh sepeda, latihan fisik dari basket yang membuatku lebih mempunyai daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.

Mungkin hal hal itulah yang aku dapatkan dari ceritaku saat aku kelas 1 dulu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar