Kamis, 12 April 2012

In Elementary School 5 - Once we are born into this world,we are never gonna be alone -

Yap, kali ini memasuki ceritaku saat aku memasuki kelas 5 SD. Aku turun peringkat di kelas 5 ini. Kelas 4B menurutku sangatlah berat. Sangat berat untuk bersaing dengan anak anak sepintar mereka. Meskipun aku punya semangat, aku rasa itu tidak akan pernah cukup. Apalagi setelah kepergian kakekku...

Aku masuk kelas 5C. Kelas dengan peringkat tengah atau peringkat ke 3. Sedangkan cewek idamanku, tentu saja tidak berpindah dari peringkatnya. Dia memasuki kelas 5B. Kelas peringkat 1, dan lagi lagi dia menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyerah sampai sini saja. Aku harus bangkit, dan mulai belajar lagi, mulai giat lagi, terus dan terus belajar, agar impianku sejak dulu, ingin sekelas dengan Nana, tercapai.

Kelas ku dan nana bersebelahan sekarang. Kalau waktu istirahat, akan aku sempatkan untuk mengintip kelasnya. Terkadang aku melihatnya di dalam kelas, bercanda dengan teman temannya. Tentu saat dia melihatku, aku tersipu malu, dan pura pura melihat yang lain :P . Ekstrakulikuler yang aku ambil, tetap gamelan. Entah kenapa aku tidak ingin pindah dari ekskul itu. Aku merasa nyaman disana. Dan yang aku ketahui, Nana adalah tim inti dari grup Gamelan SD ku itu :)

Teman di kelas 5C ini, tentu ada yang baru dan juga aku bertemu sahabatku, Odi' (kalau tidak lupa). Aku setempat duduk bersama Ata' namanya. Cowok yang lumayan gendut, agak pendiam tapi lucu tingkahnya. Kami duduk di depan. Memang tempat duduk kita tiap hari bertukar. Tetapi aku selalu ingin duduk didepan. Aku tidak tahu alasannya apa. Tiap istirahat kami bermain sebuah permainan yang lucu. Kertas dari buku kami sobek, lalu kami lipat seperti bentuk segitiga, tetapi tidak ada alasnya, dan juga lipatan yang berbentuk gawang. Di belakang kertas yang kami lipat, kami beri nama pemain bola kesukaan kami. Ya, kami bermain sepak bola buatan dari itu. Bolanya dari apa? tentu dari kertas juga, dibuat dari potongan kertas kecil yang dibulatkan. Cara mainnya? gampang.. jika bola di area dekat pemain kita, kita tinggal menekan ujung dari lipatan segitiga tanpa alas kami, dan bola akan meluncur :P

Oh iyaa, ada permainan yang populer dan tentu baru saat kami kelas 5 SD. Yu-Gi-Oh namanya. Sebuah kartu yang bertuliskan bahasa inggris, dan kita bisa belajar matematika, bahasa inggris, dan strategi dari game itu. Aku mulai suka bahasa inggris dari sini :) .Aku suka mengartikan tiap tulisan dari kartu Yugi tersebut. Tentu dari pemikiranku sendiri, lalu aku melihat kamus dan mencocokkannya.

Suatu hari...
Aku mendadak sakit batuk yang tidak kunjung sembuh. Ibu ku yang paling tidak suka jika aku tidak masuk sekolah, marah marah jika aku sakit lebih dari 1 hari. Aku diguyur air hangat, meskipun aku menangis, ibu ku tetap ingin aku sekolah. Mungkin hari itu ibu merasa tidak tega, aku dibawa ke tempat kerja ibuku, di RSJ Lawang. Disana aku pun terbaring lemas. Batukku termasuk batuk parah. Dengan suara nafas seperti mesin , ngiik ngiik (kurang lebih begitulah bunyinya), batuk berdahak, panas tinggi, pusing, campur campur lah. Aku pun diperiksa disana. Dan dari situlah kami tahu. Aku telah terkena penyakit TBC. Sedangkan aku sendiri mempunyai keturunan penyakit Asma dan Bronchitis. Sangat lengkap bagiku jika ditanya mengenai penyakit apa yang pernah berada di paru paru ku :)

Dari penyakit tersebut, masalah pun terjadi. TBC adalah penyakit menular. Aku harus memisah tempat makan yang aku pakai mulai dari piring, gelas, sendok, semuanya. Aku harus menjaga apa yang aku makan, tidak boleh sembarangan. Air ludah ku bisa menularkan penyakitku, maka aku harus agak jauh jika ingin berbincang dengan orang lain. Sikat gigi pun harus dibedakan. Tiap malam, aku merasa sesak, batuk ku pun parah. Aku sakit selama 2 minggu. Tidak ada satupun teman sekolahku yang menjengukku saat sakit. Di rumah, keadaan makin memojokkanku. Kakakku, selalu tanya ke ibuku tentang tempat air minum. Jika gelas itu bekasku, kakakku tidak mau minum dengan gelas itu. Tidak cuma kakakku, hampir semua keluargaku, kecuali Ibuku. Ibuku pun menangis mengetahui keadaanku yang seperti ini.Ibtku rela memakan dari apa yang telah aku makan, tanpa takut tertular. Merawatku dengan tetesan air matanya, yang ingin aku sembuh :(
Ibuku membawaku ke RSSA Saiful Anwar. Disana kami bisa sedikit lega setelah mengetahui penyakitku bisa sembuh, tetapi butuh waktu 1 tahun untuk itu. Minum obat pahit 3 kali setiap hari berwarna merah, itulah yang harus aku dapatkan.

Akhirnya aku masuk sekolah.Aku sangat tertinggal di pelajaran. Sahabatku, Irtafa', Adrian, menanyakan keadaanku. Aku yang seharusnya tidak bilang ke mereka tentang sakit yang aku punya, aku pun berani jujur kepada mereka. Aku pun bilang "Mungkin sekarang aku sedikit menjauh dari kalian. aku cuma tidak mau kami tertular". Namun, apa yang mereka jawab? "Sudahlah, yang namanya sahabat itu selalu bersama.. aku tidak takut tertular kok, biar kita sakit bersama sama :D" Irtafa berkata seperti itu :( . Aku pun mewek mendengar kata kata irtafa. dan Adrian, berkata "Sebenarnya kami ingin sekali menjengukmu, tapi kami belum pernah tahu dimana rumahmu :(". Yaah, memang aku belum pernah memberitahu mereka. Rumahku pun dipenuhi jalan kecil, yaah bisa disebut kampung.

Aku pun merasa lega. Ternyata tidak semua menjauhi aku. Malah teman temanku menyemangati aku. Kita bermain seperti biasa. Bersenda gurau di mikrolet, dan sebagainya.Meskipun di rumah aku merasakan kejam, di sekolah semua hal itu hilang :).

Tanggal 30 April. Ya, hari ulang tahunku. Menurutku nothing special di hari itu. Semua berjalan seperti biasa. Malahan ada masalah baru yang terjadi di hari itu. Aku dikucilkan teman temanku secara tiba tiba. Tidak adayang mau mengobrol denganku. Pandangan mereka semua sinis kepadaku. Malah aku dituduh mencuri barang barang temanku tiap istirahat. Katanya temanku kehilangan uang 20 ribu di dompetku. Heei, memang aku jarang punya uang saku, tetapi tidak se keji itu untuk aku mendapatkan uang. Ata' , yang sebangku denganku, tidak bisa membelaku. Teman teman semua memojokkanku. Guruku pun memarahi aku, menyuruh aku jujur. Sedangkan aku tidak takut dan melawan perkataan mereka. Aku sangat berani, karena aku benar benar tidak melakukannya.Hari yang seharusnya menjadi hari yang indah, tetapi kenapa seperti ini?
Teman teman mencaci maki aku. Guruku pun meminta aku mengaku. Guru ku pun bilang "Sini akan aku guyur kau pakai air, jika kamu basah setelah disiram berarti kamu jujur.. jika aku guyur kamu tidak basah, maka kamu berbohong".. Aku pun menjawab "baik pak, silahkan , saya tidak takut..." . Akhirnya aku pun diguyur air. Dan alhamdulillah aku basah, bukti bahwa aku jujur :)

Heeei, bukankah kalau kita diguyur air, bohong atau tidak kita akan tetap basah? hei aku baru sadar. Seketika itu, teman temanku semua dan juga guruku, mengucapkan selamat ulangtahun kepadaku :'(
Hal yang sangat indah yang pernah aku alami.Di rumah pun aku mendapat kejutan juga lho..

Aku belajar sesuatu dari penyakitku, dan juga pengalaman terindahku...

Saat kita telah lahir di dunia ini, siapapun diri kita, dimanapun kita lahir, dimanapun kita berada, keadaan apapun yang kita hadapi, seorang manusia tidak akan pernah hidup dalam kesendirian :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar