Selasa, 17 April 2012

In Elementary School 6 -Unsaid Love-

Ini ceritaku saat aku kelas 6 SD. Tahun terakhir aku berada di tempat ini. Tahun dimana kami akan ditentukan, apakah kami tetap berada disini, atau menuju hidup baru dengan jenjang sekolah yang lebih tinggi daripada sekarang. Semua anak mempunyai keinginan masing masing. Ada yang ingin masuk ke SMP 3, 5 , 1 , 8 , macam macam lah. Sedangkan aku? aku hanya ingin satu sekolah lagi dengan dia.. siapa dia?? tentu cewek yang aku idolakan :) sebut saja Nana :P

Aku masuk kelas 6E. Kelas dengan peringkat terbawah -.- . Mungkin karena aku di kelas lima tidak masuk selama 2 minggu itu, membuatku tertinggal dalam pelajaran. Nana di kelas apa? tentu di kelas 6A. Semakin jauh jalanku untuk mengejarnya -.- . Karena jika aku juara 1 di 6E pun , paling mentok aku masuk di kelas 6C. Oia, ada anak baru pindahan dari jakarta saat aku kelas 6. Tia namanya. Dia pintar lho, ramah, suka main game juga. Dia masuk kelas E karena sebagai pertimbangan, nanti dia di semester 2 cocok masuk kelas peringkat mana.

Di kelas E ini aku lebih santai. Kelasnya pun ramai. Kelihatannya memang aku cocok di kelas yang tipe nya seperti ini. Jadi aku bisa konsen untuk juara kelas :) . Aku tetap ekstra kulikuler di gamelan. Karena aku sudah menjadi tim inti disana. Mewakili di acara wisuda kakak kelas, ikut porseni, macam macam lah. Aku disebut spesialis kempul. Karena memang bidangku disitu :)

Aku makin sering bertemu Nana sekarang. Karena kelas A jauh dari tangga, dan harus melewati kelasku dulu untuk menuruni tangga :). Dan kumanfaatkan itu untuk melihat wajahnya, dan senyumnya :)
Aku sering meminta Fany, teman se-karawitan/gamelan , yang sekarang berada di kelas A , untuk menyampaikan salam ku ke dia. Teman se karawitan ku lainnya, Anisa, malah teman dekat si Nana.

Suatu saat, nisa dan fany bilang "Sampaikan sendiri aa, ayo sampaikan.. kita mau lulus lhoo . sampaikan sebelum terlambat". Aku pun bingung dengan kata kata mereka.Apa yang harus aku lakukan? ketemu dia saja aku malu, bagaimana untuk mengajaknya bicara? bisa mati berdiri aku -.-

Ada anak kelas A yang meminjam atlas padaku. Kok tidak seperti biasanya ya? . Memang aku punya 2 atlas. Sedangkan pelajaran IPS , diharuskan membawa atlas. Jika tidak, akan dihukum. Tetapi anak A yang meminjam itu, bilang untuk dipinjamkan ke orang lain -.- . Aku pun bingung maksudnya apa. Tidak lama kemudian atlasku dikembalikan, dan bilang tidak jadi. Aku tambah bingung -,-

Aah aku ingat, tidak lama kemudian ada yang bilang ke aku kalau si Nana tidak membawa atlas. Aku pun sangat ingin meminjamkan punyaku. Tapi aku benar benar tidak berani. Tapi aku benar benar ingin. Saat aku titipkan ke temanku yang di kelas A, dia bilang, ternyata dia sudah dipinjami anak kelas lain. Menurutku aku benar benar  bodoh :( sangat bodoh :(

Hari hari yang aku lewati terus seperti itu. Menyampaikan salam ke dia, melihat dia lewat saat istirahat, saat akan ke musholla, terus seperti itu. Semester 2, aku masuk kelas 6D karena aku juara 3 di kelas E. Tia, juara 1 dan dia masuk kelas A. Aku pun harus mensyukuri apa yang aku dapatkan, tetapi memang kadang aku kepikiran, kenapa aku tidak juara 1, kan aku bisa sekelas dengan Nana? aah masa bodoh pikirku.

Pernah disaat istirahat, aku melihat dia lewat dengan 2 temannya. Dia berada di tengah. Dia pun melihat balik ke aku. Aku merasa sangat gugup, aku salah tingkah, dan aku pun terburu buru masuk kelas. Wuaah benar benar hal yang mengejutkan bagiku. Mukaku merah, aku bertindak yang tidak biasanya. Aku senang, sangat senang :)

Ada pengumuman bahwa siapa yang ingin mendaftar ke MTSN malang 1, untuk anak SD MIN, ada jalur khusus. Aku pun ingin ikut hal itu. Aku tahu kalau Nana ikut jalur yang sama. Tapi kenyataannya, aku tidak bisa ikut :(
Ibu tidak punya uang saat itu, jadi aku pun telat mendaftar :( . Harapanku pun untuk satu sekolah dengan Nana, mulai pudar :( . Aku harus tetap konsentrasi untuk Ujian Akhir. Aku harus lulus, meskipun tidak satu sekolah saat SMP, semoga suatu saat aku bisa bertemu Nana lagi :)

Semenjak itu, aku sudah tidak melihat Nana lagi.. Bukannya aku sengaja, tapi anehnya, aku sama sekali tidak melihat dia. Disaat istirahat, pulang, masuk sekolah, dia selalu tidak kelihatan. Mulai dari saat di aula untuk persiapan wisuda, gladi kotor wisuda, gladi bersih wisuda, aku tidak melihat dia :(
Padahal aku berusaha masuk sangat pagi saat acara gladi kotor, gladi bersih wisuda, hanya untuk melihat dia disaat saat terakhir aku berada disini, tetapi apa? hal itu tidak terjadi :( 

Aku tidak tahu kenapa aku merasa sangat kecewa. Aku ingin mengucapkan perpisahan, karena aku sudah yakin aku tidak satu sekolah dengan dia lagi, tapi apa? aku tidak bertemu dia lagi. Yang aku tau, nama dia disebut saat gladi bersih, tetapi aku tidak bisa melihat wajahnya , hanya terlihat dari jauh. Karena aku berada di tempat bawah, di tempat anak anak pendek -.- , dan itu ditaruh di barisan depan, karena anak yang tinggi tinggi, berada di baris belakang -.-

Hari wisuda pun tiba. Aku merasa aneh. Aku lulus, tetapi aku tidak sebahagia yang lain. Ada yang janggal, ada suatu hal yang sepertinya belum dan harus aku lakukan. Tapi apa? aku bingung saat itu. Acara wisuda ini terasa sangat biasa. Tidak ada hal yang membuatku senang, sedih , atau apapun. Aku bingung aku ini kenapa -.-

Akhirnya kami turun dari panggung, menuju ke orang tua kami masing masing. Aku ke ibuku, dan ibu berkata "Anakku sudah lulus SD, sudah mau SMP ini :)" , aku pun tersenyum, tetapi tetap saja ada yang merasa janggal. Ibu ku berkata "Ibu membawa kamera ini, ayo foto sama temanmu, atau foto sama cewek yang kamu ceritakan ke ibu .. :)" , Mendengar itu, suasana hatiku berubah total. Aku langsung berlari mencari cewek tersebut. Sangat banyak orang disana, tetapi aku tidak menyerah. Aku berputar mencari dan terus mencari. Tetapi, tidak ketemu :( . Sampai sedikit demi sedikit teman teman dan orang tuanya pulang. Aku pun sangat sedih :( saaangat sedih. Sampai di akhir pun aku tidak bisa bertemu dia, bahkan tidak sempat memberitahukan apa yang selama ini aku rasakan :(

Akhirnya aku tetap foto, dengan sahabatku, dan teman temanku. Karena hanya mereka yang belum pulang. Dibawah ini fotonya. Aku terlihat lelah, dan senyum yang terpaksa :) Kalian yang membaca ini, pasti tau apa sebabnya ..






Aku di paling kiri. Aku memang pendek dan kecil -.-
Yang aku ingat setelah wisuda itu, tas kuningku tertinggal. Dan juga aku belum menyampaikan apa isi hatiku ke dia. Yang lebih penting lagi, aku bakal sulit untuk bertemu dengan teman teman lagi, karena jalanku selanjutnya, bukan di madrasah lagi, tetapi di SMP Negeri..

Hal yang aku pelajari dari masa akhir saat aku SD ini,

Jika kita suka kepada seseorang, sebisa mungkin ungkapkan hal tersebut.. Jangan terhambat oleh rasa malu dan takut.. Karena apapun hasil dari setelah kita menyampaikan hal tersebut, kita akan merasa lega, dan bakal tahu reaksi dari seseorang yang kita suka :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar