Rabu, 09 Januari 2013

Pengaruh Internet Bagi Remaja

Pengaruh Internet Bagi Remaja


1. Manfaat Umum

Berdasarkan suvey di Amerika Serikat membuktikan jika berselancar di dunia maya, bermain game online, dan bermain situs jejaring sosial justru baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang disponsori MacArthur Foundation selama tiga tahun berhasil membuktikan internet baik bagi perkembangan remaja. Proyek yang dilakukan selama tiga tahun itu melibatkan 800 remaja dan orang tua untuk mengetahui peningkatan kemampuan teknologi remaja. Hal ini juga mematahkan anggapan para orangtua yang menyatakan bermain internet hanya membuang waktu saja.

2. Manfaat Internet Dalam Pendidikan

Internet merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita menambah wawasan, berkomunikasi, dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu bahan yang mungkin sulit dicari secara nyata. melalui akses dunia maya internet ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari informasi yang sangat kita butuhkan. Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjauhan tempat tinggalnya.

3. Dampak Negatif 

Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui telepon selular dimanapun kita berada, atau jika tidak, di setiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “warnet”, dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata, banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, para remaja tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.

Para pelajar yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh. Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapatkan informasi.

Sumber : http://duniabaca.com/pengaruh-internet-manfaat-internet-serta-dampak-positif-dan-negatif-internet-bagi-penggunanya.html

Dengan terus berkembangnya era teknologi, maka dunia ini tidak akan lepas dari internet. Bahkan hampir semua gadget elektronik, dapat dihubungkan untuk internet dalam pengolahan data, mengirim data, melihat dan merubah data, dan fungsi lainnya. Dimulai dari komputer personal, laptop, handphone bahkan televisi pun ada yang mempunyai fungsi untuk koneksi internet. Jika digunakan dengan baik dan benar, internet dapat digunakan untuk tempat edukasi terbesar, dimana di dalam jaringan internet begitu banyak ilmu yang bisa kita dapatkan, juga dapat dilihat dari beberapa aspek. Seperti Wikipedia untuk mengetahui semua hal yang akan kita ingin tahu, Youtube untuk melihat video pendidikan, Blogger untuk melatih remaja agar melatih kreativitas, dan masih banyak lagi.

Namun internet pun dapat menjadi hal yang sangat buruk bila tidak ada kontrol dari orang yang lebih tua , dan cara untuk menanggulanginya adalah meminta provider internet tempat anda berlangganan untuk menutup beberapa halaman website yang sekiranya anak remaja anda tidak akan bisa membuka halaman yang akan merusak mental anak anda tersebut

Rabu, 02 Januari 2013

Senior High School 1 - In The New World 

ini cerita saya saat saya memasuki masa remaja yang paling indah atau masa SMA. Eh maaf, sekolah saya bukan di SMA, tapi di SMK :P

Alhamdulillah saya lulus dari SMP negeri 9 malang dengan nilai yang menurut saya memuaskan.. hasil ujian pun diluar dugaan. Karena pelajaran kelemahan saya malah dapat nilai diatas 8, malah matematika yang dibawah 9. Oke, setelah ini bakal ada hidup baru nih, teman baru, sekolah baru..

kami semua pun menentukan akan kemana kami sekolah di SMA nanti. semua ingin di SMA favorit. Tentu saja, mereka semua ingin membanggakan orang tuanya. Ternyata saya dan Dendi mempunyai pemikiran yang sama, setelah lulus SMA nanti kerja dulu. Kami berdua mempunyai keinginan yang sama juga, ingin masuk SMK TELKOM MALANG. Andriyan berbeda pikiran. Dia ingin ikut jalan ibu nya karena ibu nya guru di salah satu SMA di malang.

SMK Telkom ternyata jadwal untuk tes masuk di waktu terakhir, dimana SMA lain sudah bisa menerima murid. Jadi saat itu, semua sudah siap untuk sekolah, sedangkan telkom baru tes untuk masuk. Sekolah ini terkenal ketat dalam menerima murid. Bagaimana tidak, dari 1200 lebih pendaftar, hanya diterima 240 murid, yang tentu hampir 20% saja yang akan diterima di telkom ini.

Sedangkan saya, tidak mendaftar di sekolah lain, karena saya yakin akan masuk di sekolah ini meskipun kelihatannya sangat susah untuk masuk sini. tes merupakan soal fisika, bing, matematika. 120 soal dikerjakan dalam waktu 60 menit, sangat seru kan?

Tes pertama pun berhasil. Hasil dapat dilihat di internet saat itu. Memang masih ada rasa deg-deg an kalau tidak lulus, karena kalau tidak, saya tidak akan sekolah..
Persiapan tes kedua pun dimulai. Wawancara, kesemaptaan, dan periksa kesehatan.

Kesemaptaan saat itu tesnya meliputi : Lari keliling lapangan dengan waktu dan putaran yang ditentukan, push up, sit up, back up.
Kesehatan meliputi : Tes warna, tes nafas, tes penglihatan , dan pertanyaan meliputi riwayat kesehatan

Lalu, wawancara. Hal ini yang paling menarik dari tes lainnya, karena ini menyangkut saya, orang tua, dan bagaimana nantinya apakah saya bisa masuk SMK Telkom atau tidak.
Saya ditanyai beberapa hal mengenai berapa bersaudara, gaji orang tua, dan apa saja yang dilakukan saat SMP dulu. Mungkin berikut ini percakapan yang saya masih ingat

Penguji : di smp dulu apa kamu pernah ikut organisasi atau semacamnya?
Saya : oh, pernah pak pramuka, tapi hanya kelas 1 saja
Penguji : Osis? tidak ikut? lalu ekstra kulikuler atau yang lainnya?
Saya : tidak pak, saya tidak ikut apa apa
Penguji : oh begitu, disini anak smk telkom itu aktif semua, ikut organisasi dan sebagainya.. apa kegiatanmu setelah pulang sekolah?
Saya : tidur, main sepak bola, lalu belajar pak di malam hari
Penguji : hanya itu? wah susah kamu kalau masuk sini dek, disini anak smk telkom bakal jarang tidur karena banyak tugas, dan juga banyak kegiatan.
Saya : saya sanggup pak, saya rasa saya mampu.
Penguji : yakin kamu sanggup? disini benar benar berat lho sekolahnya, tidak seperti masa kamu masih di smp.. jika saja kamu tidak diterima disini, kamu mendaftar dimana lagi?
Saya : saya tidak mendaftar kemana mana pak, hanya disini saya mendaftar
Penguji : lhoh bagaimana kalau semisal kamu tidak diterima disini?
Saya: ya tidak sekolah pak, karena saya yakin saya bakal diterima disini
Penguji : oh, seperti itu baiklah..

Dan sisa percakapannya saya lupa. Yang jelas saya meyakinkan penguji bahwa saya mampu dan yakin akan diterima di sekolah ini. Dan memang benar, saya diterima disini, juga Dendi. Kami berdua di sekolah yang sama lagi, hanya beda jurusan.
SMK Telkom memang terkenal pada hasil didiknya. Lulusan yang langsung dapat kerja, menggiurkan ku untuk keinginan membantu orang tua dengan bekerja setelah lulus dari SMK.


Inilah awal petualangan saya di masa remaja...

Jumat, 15 Juni 2012

Junior High School 3 - Friendship

Yap, lanjut nih cerita saya.. kali ini saya menceritakan tentang saat saya duduk di kelas 3 SMP.
disaat kelas 3 ini, saya mendapatkan nilai yang bagus. Saya pun juara 2 / 3 saat itu. Saya, andriyan,dan salah satu teman cewek, yang menduduki peringkat 1 , 2 , dan 3 , dimasukkan ke kelas 3 favorit, yaitu kelas 9E. Disana adalah kelas anak anak pintar kumpulan dari kelas kelas lain. Disini , saya dan andriyan merasa tertantang, karena jelas saja, setelah mendapatkan kelas yang ramai dan anak anak nya seperti itu, lalu ke kelas yang isinya anak anak pintar. Di kelas ini, saya sekelas dengan Dendi, teman yang sebelumnya di kelas lain, rumah kami sama di daerah sawojajar, begitu juga dengan andriyan. Saya setempat duduk dengan andriyan di kelas ini. Dendi, di tempat duduk lain, tetapi jika istirahat, dia berkumpul dengan kami. Di kelas ini kami mengenal beberapa teman cewek. Cewek cewek tersebut suka kepada andriyan :P tidak saya sebutkan namanya aahh...

Anak yang saya sukai pun ada di kelas ini. Tapi  saya sama sekali tidak berani bilang padanya. menyapa saja tidak berani. Saat pulang sekolah, dendi selalu meminta boncengan dengan saya. Saya memakai sepeda polygon berangkat dan pulang sekolah. Saya dibonceng dendi saat pulang sekolah, dan hampir setiap hari seperti itu.Kami sekarang sudah kelas 3. Sudah saatnya konsentrasi ke pelajaran dan ujian. Malah ada rumor kalau mata pelajaran ujian ditambah, yaitu IPA. Uuurgh pelajaran yang tidak saya suka, apalagi didalamnya ada fisika.

Guru fisika kelas 3 sangatlah menarik. Membuat kami selalu tertawa. Namanya Pak Sigit. Ciri khasnya adalah membacakan soal atau catatan, dengan melambat2 kan kata kata dan mengulang angka, sampai kami bingung dan harus menghapus soal atau catatan kami yang salah -__- . Bingung? oke, saya kasih contoh..

Pak Sigit : "sebuah kotak mempunyai berat sebesar seratus...... tiga puluh....dua kilogram"
dengan intonasi yang lambat seperti itu, sangat menjebak para muridnya -____-

Oiya, saya paling tidak bisa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal bahasa sendiri, tapi tidak bisa :O . Sedangkan Andriyan, dia paling bisa Bahasa Indonesia. Jelas saja, Ibu nya guru Bahasa Indonesia di SMA1 Malang, jelas saja dia pintar bahasa indonesia. Tetapi dia mengeluh, karena dia paling tidak bisa pelajaran matematika. Andriyan mengajak saya dan dendi les matematika di guru kenalannya. Rumahnya dekat dengan rumah kami, guru nya pun menyenangkan. Eeeh ceritanya belum selesai. Ternyata ada hal yang dendi keluhkan juga, yaitu dia paling tidak bisa pelajaran Bahasa Inggris, sedangkan dendi paling pintar dalam matematika.

Jadi???
yah, kami baru menyadari kalau kami bertiga bisa saling menolong. Saya butuh diajari andriyan, andriyan butuh diajari dendi, dendi butuh saya ajari :D . Dari hal ini kami menjadi sahabat, san teman yang sangat dekat. Hampir tiap minggu kami bergantian ke rumah. Kadang dendi dan andriyan ke rumah saya, saya dan andriyan kerumah dendi, atau saya dan dendi ke rumah andriyan. Tidak hanya itu, malah saat waktunya shalat, Imam shalat pun kami bergantian :P


Lanjut besok ah, capek ngetik :P

Rabu, 06 Juni 2012

Don't look other people just in their looks - part 2

Yap, di posting ini saya akan menceritakan masalah yang ada di part 1 ..

Kelas 2, saat itu sedang sibuk sibuknya karena beberapa ulangan dilaksanakan. Ulangan ini merupakan ulangan terakhir sebelum UAS. Otak kami pun harus bekerja keras untuk ulangan ulangan yang kami hadapi ini. Yap, hari itu ada 2 ulangan yang menurut kami bakal memusingkan kepala. Pertama ulangan ipa, kedua ulangan Bahasa Inggris. Ulangan ipa memang terkenal menyeramkan dari dulu, memang dari gurunya saja sudah menyeramkan, tetapi guru tersebut merupakan guru favorit bagi kita, para murid. Ulangan bahasa inggris, kenapa kok dianggap menyeramkan? karena kelas E yang grade nya anak paling diam dan paling pintar daripada kelas lainnya, mendapat nilai jelek jelek dengan nilai 50 paling jelek. Tetapi saya sama sekali tidak khawatir. Karena, saya suka bahasa inggris, dan saya memotivasi teman teman untuk belajar bersama. Memang tidak banyak yang ikut, tetapi belajar bersama ini agar kelas kita tidak ada yang mendapatkan nilai 0 lah paling tidak.

Ulangan pun hari itu dilakukan. Ipa, uuurgh, memang susah, saya merasa kesusahan. Tapi oky, menyemangatiku, dan saya pun terpacu untuk mengerjakan ulangan tersebut, meskipun tidak yakin dengan jawabannya -_-. Ulangan Ipa pun terlewati , dengan menegangkan. Ulangan Bing pun dilaksanakan. Menurut saya, tidak ada yang menyulitkan di ulangan kali ini. Apa karena mungkin saya belajar dari awal, bukan. Menurut saya memang materi ini yang saya pelajari sama teman teman kemarin. Ulangan pun berjalan lancar, dan teman teman memang merasakan hal yang sama dengan saya. Mereka berpendapat bahwa soal tidak sesulit yang mereka pikirkan sebelumnya.

Nilai kedua ulangan pun keluar. Ipa, yaah saya dan oky mendapat nilai standart lah, yang penting tidak remidi. Alhamdulillah.. Lalu Bahasa Inggris. Guru bing pun masuk, tiba tiba marah. Kenapa? apakah ulangan kami sejelek itu? ternyata tidak. Guru tersebut bilang bahwa nilai kami diatas 50 semua dan paling jelek 60. Kami pun bangga mendengarkan nilai tersebut. Kertas ulangan pun dibagikan, alhamdulillah, saya mendapat 80 keatas. Tiba tiba guru tersebut pun berdiri dari tempat duduknya, bilang bahwa nilai kami akan dikurangi 50, untuk semua murid. Kami pun sontak protes, ada apa? knapa kok dipotong, ini hasil kami, hasil blajar kami, knapa dipotong? apa salah kami?. Guru tersebut bilang bahwa tidak mungkin kelas kami mendapatkan nilai sebagus ini padahal kelas yang paling pintar pun mendapat nilai jelek jelek, dan menuduh kami bahwa kami mendapat bocoran soal dari kelas E. Kami pun protes dan jelas kami marah. Tetapi guru tersebut menolak argumen kami dan keluar kelas dengan tetap mengurangi nilai kami segitu banyaknya.

Kelas E terkenal pelit. Bagaimana kita mendapat bocoran kalau kelas tersebut anaknya pelit pelit? lagipula guru tersebut pun memberitahu bahwa soal akan berbeda tiap kelasnya. Meskipun kami dianggap KELAS BODOH, tetapi kami tidak sepenuhnya seperti itu. Ini hasil belajar kami sendiri dan murni. Dengan gampangnya guru tersebut menganggap bahwa kelas yang seperti ini tidak mungkin melebihi kelas yang menurut saya lebih pintar.

Saya langsung kehilangan respect kepada guru tersebut. Padahal beliau lah guru favorit saya. Saat UAS pun kami tunjukkan bahwa kami bukanlah yang seperti guru tersebut pikirkan. Lalu kami memang benar menunjukkan bahwa tidak ada murid dari kelas 2D yang remidi. Seingat saya nilai saya diatas 80.

Dont look other people just in their looks. People have advantage, and disadvantage, and it is different for each people. Just  , Dont Underestimate Others

itulah yang saya pelajari dan dapatkan dalam pengalaman hidup saya di kelas 2 SMP

Junior High School 2 - Don't look other people just in their looks

Cerita saya untuk posting kali ini adalah ... disaat saya memasuki kelas 2 SMP.
Keadaan saya disaat saya kelas 2 SMP?
tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Pendek? tetap. Kecil? tetap. Kurus? tetap.
terus apa yang berubah? sepertinya belum ada..

Disaat kelas 2 SMP, saya masih menggunakan sepeda pancal untuk berangkat dan pulan sekolah. Its fun, really. Menikmati angin pagi, dan juga angin siang. Oiya, saat kelas 2 ini saya masuk pagi. Pulang pun siang. Ada hal yang baru juga kok. Teman teman yang biasanya naik angkot, menemani saya untuk bersepeda ke sekolah. Jadi kami bersepeda dengan bercanda, saling membagi cerita, dan tentu sangat menyenangkan :)

Pernah di suatu hari, mungkin karena saat itu saya, andriyan, dendi, ariya, sedang bersepeda saat pulang, tidak memperhatikan jalan, dan jarak saya terlalu tengah. Lalu truk menyambar saya saat itu. Saya pun jatuh. Teman teman yang lainnya menepi untuk menyelamatkan diri. Ealah, teman teman lha kok malah tertawa, tidak menolong atau pun apa. Malah ada tentara di pinggir jalan yang sedang menikmati roti yang dia makan, cuma bilang "Gapopo a Le?" dengan wajah innocent yang menyebalkan -____- (kalau memakai bahasa indonesia "kamu tidak apa apa nak?").

yaah, untung sepedanya tidak rusak. Saya lebih memikirkan sepeda saya daripada saya, ketimbang badan saya yang luka. Kalau luka, bisa sembuh. Lha kalo sepeda rusak? saya berarti harus naik angkot, dan itu membebani orang tua saya. Saya tidak mau seperti itu :D.

Dalam posting kali ini, judul nya "jangan melihat orang lain cuma dari penampilannya". Apa maksud dari judul itu? saya ceritakan sekarang.
Di kelas 2D, kami mempunyai teman baru, dia adalah kakak kelas kami, yang tidak naik kelas. Namanya kalau tidak lupa yah, Syafa'at. Panggilannya Pi'i (seingat saya). badannya besar, tinggi, tetapi dia memang terkesan nakal, dan itulah yang membuatnya tidak naik kelas. Dia dipilih menjadi ketua kelas, karena menurut kami dialah yang paling tua. Penampilannya sangat sederhana. Dengan penampilan yang agak lusuh, lalu dia dikenal sebagai anak yang nakal dan kurang pintar, tetapi dia diangkat menjadi ketua kelas.

Memang sih, kumpulan dia saat itu anak anak nakal lagi. Itu sebelum dia mengenal saya dan teman teman yang diam di kelas 2D. Ada beberapa anak yang diam di kelas 2D. Seperti saya, andriyan, Oky, dan beberapa lainnya. Saya dan oky satu bangku. Sangat suka duduk di depan sendiri, karena enak untuk mendengarkan guru, dan biar tidak ikut nakal. Oky, dia dikenal anak yang penakut dan lemah. Tetapi dia anak yang rajin dan cepat mudeng dalam pelajaran.

Menurut teman teman, kami adalah soulmate yang lucu. Karena tubuh saya yang kecil dan pendek + oky si penakut dan lemah. Saya di kelas 2D mendapat julukan baru, yaitu "Bayek" dalam bahasa indonesia, "Bayi". Yah teman teman sering mengejek kami, membuat kami menjadi bulan bulanan. Tetapi Pi'i membela kami. Dia bertindak seperti itu karena dia bertanggung jawab sebagai ketua kelas. Dari saat itu pun saya menilai bahwa Pi'i ini mempunyai hati yang baik dan punya tanggung jawab tinggi. Memang sih dia lemah dalam pelajaran dan perkumpulannya yang nakal, tetapi menurut ku dia ini anak yang mau berjuang.

Di kelas, memang ada anak yang pintar, tetapi dia pelit, tidak mau memberi tahu apa yang dia kerjakan untuk PR. jadi, saya dan oky lah yang terkadang memberikan jawaban PR bagi teman teman. Oky yang rajin, selalu selesai dalam mengerjakan PR, dan saya yang mengoreksi saat di sekolah, sharing jawaban mana yang paling benar. Teman teman? yaah seperti biasa, copy paste -__-

Kami cukup senang dengan hal seperti ini, karena dengan ini, kami yang merupakan pasangan lemah, bisa dilindungi teman teman karena bantuan kami :) . Pi'i pun terkadang meminta kami mengajari dia saat akan ulangan. Yah meskipun dia sangat susah untuk mengerti, tetapi karena saya dan oky mempunyai taktik sendiri dalam mengajari Pi'i, yah beberapa dia mengerti dan berhasil mengerjakan soal.

Pi'i menjadi lebih baik semenjak sering berkumpul dengan kami. Terkadang memang disaat istirahat, dia berkumpul dengan teman nakalnya, tetapi dia tidak lupa dengan kami. Dia pun rajin shalat menurutku. Itu yang menurutku dia mempunyai nilai + , apalagi dia berwibawa dalam tanggung jawabnya sebagai ketua kelas. Kelas kami merupakan kelas paling ramai dan dianggap paling parah daripada 7 kelas lainnya.

Itu yang membuat terkadang guru guru malas mengajar di kelas kami. Guru guru dan kami sering menghadapi masalah, karena kelas kami yang seperti itu. Wali kelas kami, guru BK. Sedikit demi sedikit kami dibina agar tidak seperti itu. Ditambah dengan Pi'i yang pintar membujuk guru agar guru nyaman mengajar di kelas kami, keadaan kelas kami pun membaik, sampai terjadi suatu masalah yang membuatku kehilangan respect pada salah satu guru.

Bersambung dulu, saya mau istirahat kerja dulu, nanti aja dilanjutin :D

Kamis, 26 April 2012

Junior High School 1 -sincerity and spirit through all the things-

Yap.. ini ceritaku saat aku memasuki tahap baru dalam hidupku. Aku memasuki tingkatan baru yang bisa disebut Sekolah Menengah Pertama.

Setelah aku gagal masuk MTSN Malang 1 karena aku telat mendaftar, ibu ku dan kakakku pun menyarankan aku untuk ikut pendaftaran SMP Negri. Aku pun jelas sangat kecewa. Karena harapan untuk bertemu lagi dengan Nana, sangatlah kecil, bahkan bisa dianggap mustahil. Pilihanpun diberikan untukku. Tapi dilihat dari NUN ku yang standart , atau istilahnya pas-pas an , pilihan pertamaku pun aku tujukan ke SMP 8 Malang, lalu SMP 6 , SMP 2 , SMP9 , SMP 19 dan seterusnya. Pertimbangan seperti itu telah dilakukan kakakku tergantung dari kualitas sekolah tersebut.

Awalnya aku masuk dalam deretan murid di SMP 2 tetapi di kandidat 3 terbawah. Dalam 1 hari pun aku tergeser, dan masuk ke deretan siswa di SMP 9 . Yah dari sini pun aku bisa menyimpulkan, sepertinya memang jalanku untuk masuk ke SMPN 9 Malang ini. Jelas aku sangat jauh dari kalangan ku saat SD, yang dijuluki Madrasah, lalu terjun ke SMP Negri, yang jelas pendidikan agama pun tidak sebagus di Madrasah. Sekolahku sekarang bertempat sangat dekat dengan rumah nenekku.Rumahku sendiri sudah pindah di daerah Sawojajar, dan aku, ibuku, kakakku, mempunyai keluarga baru disana.

Aku pun ikut ibuku untuk tinggal disana, sedangkan kakakku tetap di rumah nenek karena kakak sudah kelas 2 di MAN 3 Malang, dan ingin konsen belajar untuk ujian disana. Untuk berangkat sekolah, aku pun mengendarai sepeda pancal kesayanganku. Jarak dari rumahku menuju sekolah, kira kira 6-8 kilo. Oh iya, saat kelas 1 aku masuk siang. Masuk jam 12 dan pulang jam 5. Jika hari sabtu, aku pulang jam 3, kadang jam 4, tergantung ada upacara penurunan bendera atau tidak.

Tiap harinya, meskipun aku masuk jam 12, tetapi jam 9 pagi aku sudah berangkat menuju rumah nenekku. Dengan membawa kotak berisi nasi dan lauk, untuk makan kakakku nanti, aku pun berangkat. Tujuanku pun agar aku tidak terlalu capek, dan udara masih segar antara jam 9-10 pagi. Dan jika baju ku berkeringat, paling tidak masih ada waktu 2-3 jam untuk mengeringkan baju dan juga masih ada waktu untuk istirahat sejenak di rumah nenekku. Waktu pulang pun sama seperti itu. Jika aku pulang jam 5, kira kira aku sampai rumah sekitar maghrib, atau kadang jam 6. Itulah rutinitas ku tiap hari. Mengkayuh sepeda untuk pergi ke sekolah, dan terus seperti itu.

Jika musim hujan saat aku pulang sekolah, aku pun terpaksa tetap pulang dengan basah kuyup. Saat pulang pun aku harus menjemur buku buku yang basar, muncuci baju untuk dipakai esok harinya, belum lagi waktu ku untuk belajar. Kadang aku harus memasukkan tas ku dalam kresek yang besar agar buku ku tidak kehujanan. Aku pun mengkayuh sepeda tanpa sepatu, karena sepatu tersebut satu satu nya sepatu yang bisa aku kenakan.

Aku masuk di kelas 1D. Kelas yang ramai menurutku, dan aku suka kelas seperti ini :) . Aku bertemu teman yang baik bernama Rio. Dia bertubuh besar dan tinggi. Aku pun duduk disebelahnya.

Saat SMP aku masih bertubuh kecil dan pendek. Mungkin efek dari aku pernah mempunyai TBC, dan menurutku itu sangat pengaruh bagi pertumbuhanku. Tiap harinya aku masih diberi uang saku seadanya. Saat itu aku diberi uang saku 1500. Kadang juga tidak diberi. Tiap minggu pun aku ikut extra kulikuler basket, yang bertujuan agar badan ku tambah tinggi.

Teman ku, Rio , dia yang selalu menolongku dalam semua hal. Kadang jika aku tidak diberi uang saku, dia mengajakku ke kantin dan dibelikannya kue untukku. Aku menolak pun dia tetap membelikan. Dia juga yang melindungi aku dari anak yang suka nya meminta uang ku. Mungkin karena tubuhku kecil, dan pendek, jadinya aku sebagai sasaran empuk bagi mereka.

aku jauh dari kalangan teman teman SD ku, aku pun tidak bertemu si Nana lagi, aku yang bertubuh kecil dan pendek, bersepeda yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tiap harinya, harus merasakan derasnya hujan saat pulang sekolah, tidak peduli saat sakit aku harus masuk sekolah, aku sering dijadikan bulan bulanan dari anak kelas lain, kadang aku harus tahan untuk tidak makan saat di sekolah, sering diejek saat extra basket...

Aku ikhlas menjalani ini semua. Tidak memandang apapun, tidak meminta yang berlebihan, karena aku tahu, dibalik semua ini ada hal yang sangat berkesan di hidupku.
Mendapatkan teman yang sangat baik dan peduli, menikmati udara segar di pagi hari disaat aku mengayuh sepeda, latihan fisik dari basket yang membuatku lebih mempunyai daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.

Mungkin hal hal itulah yang aku dapatkan dari ceritaku saat aku kelas 1 dulu...

Selasa, 17 April 2012

In Elementary School 6 -Unsaid Love-

Ini ceritaku saat aku kelas 6 SD. Tahun terakhir aku berada di tempat ini. Tahun dimana kami akan ditentukan, apakah kami tetap berada disini, atau menuju hidup baru dengan jenjang sekolah yang lebih tinggi daripada sekarang. Semua anak mempunyai keinginan masing masing. Ada yang ingin masuk ke SMP 3, 5 , 1 , 8 , macam macam lah. Sedangkan aku? aku hanya ingin satu sekolah lagi dengan dia.. siapa dia?? tentu cewek yang aku idolakan :) sebut saja Nana :P

Aku masuk kelas 6E. Kelas dengan peringkat terbawah -.- . Mungkin karena aku di kelas lima tidak masuk selama 2 minggu itu, membuatku tertinggal dalam pelajaran. Nana di kelas apa? tentu di kelas 6A. Semakin jauh jalanku untuk mengejarnya -.- . Karena jika aku juara 1 di 6E pun , paling mentok aku masuk di kelas 6C. Oia, ada anak baru pindahan dari jakarta saat aku kelas 6. Tia namanya. Dia pintar lho, ramah, suka main game juga. Dia masuk kelas E karena sebagai pertimbangan, nanti dia di semester 2 cocok masuk kelas peringkat mana.

Di kelas E ini aku lebih santai. Kelasnya pun ramai. Kelihatannya memang aku cocok di kelas yang tipe nya seperti ini. Jadi aku bisa konsen untuk juara kelas :) . Aku tetap ekstra kulikuler di gamelan. Karena aku sudah menjadi tim inti disana. Mewakili di acara wisuda kakak kelas, ikut porseni, macam macam lah. Aku disebut spesialis kempul. Karena memang bidangku disitu :)

Aku makin sering bertemu Nana sekarang. Karena kelas A jauh dari tangga, dan harus melewati kelasku dulu untuk menuruni tangga :). Dan kumanfaatkan itu untuk melihat wajahnya, dan senyumnya :)
Aku sering meminta Fany, teman se-karawitan/gamelan , yang sekarang berada di kelas A , untuk menyampaikan salam ku ke dia. Teman se karawitan ku lainnya, Anisa, malah teman dekat si Nana.

Suatu saat, nisa dan fany bilang "Sampaikan sendiri aa, ayo sampaikan.. kita mau lulus lhoo . sampaikan sebelum terlambat". Aku pun bingung dengan kata kata mereka.Apa yang harus aku lakukan? ketemu dia saja aku malu, bagaimana untuk mengajaknya bicara? bisa mati berdiri aku -.-

Ada anak kelas A yang meminjam atlas padaku. Kok tidak seperti biasanya ya? . Memang aku punya 2 atlas. Sedangkan pelajaran IPS , diharuskan membawa atlas. Jika tidak, akan dihukum. Tetapi anak A yang meminjam itu, bilang untuk dipinjamkan ke orang lain -.- . Aku pun bingung maksudnya apa. Tidak lama kemudian atlasku dikembalikan, dan bilang tidak jadi. Aku tambah bingung -,-

Aah aku ingat, tidak lama kemudian ada yang bilang ke aku kalau si Nana tidak membawa atlas. Aku pun sangat ingin meminjamkan punyaku. Tapi aku benar benar tidak berani. Tapi aku benar benar ingin. Saat aku titipkan ke temanku yang di kelas A, dia bilang, ternyata dia sudah dipinjami anak kelas lain. Menurutku aku benar benar  bodoh :( sangat bodoh :(

Hari hari yang aku lewati terus seperti itu. Menyampaikan salam ke dia, melihat dia lewat saat istirahat, saat akan ke musholla, terus seperti itu. Semester 2, aku masuk kelas 6D karena aku juara 3 di kelas E. Tia, juara 1 dan dia masuk kelas A. Aku pun harus mensyukuri apa yang aku dapatkan, tetapi memang kadang aku kepikiran, kenapa aku tidak juara 1, kan aku bisa sekelas dengan Nana? aah masa bodoh pikirku.

Pernah disaat istirahat, aku melihat dia lewat dengan 2 temannya. Dia berada di tengah. Dia pun melihat balik ke aku. Aku merasa sangat gugup, aku salah tingkah, dan aku pun terburu buru masuk kelas. Wuaah benar benar hal yang mengejutkan bagiku. Mukaku merah, aku bertindak yang tidak biasanya. Aku senang, sangat senang :)

Ada pengumuman bahwa siapa yang ingin mendaftar ke MTSN malang 1, untuk anak SD MIN, ada jalur khusus. Aku pun ingin ikut hal itu. Aku tahu kalau Nana ikut jalur yang sama. Tapi kenyataannya, aku tidak bisa ikut :(
Ibu tidak punya uang saat itu, jadi aku pun telat mendaftar :( . Harapanku pun untuk satu sekolah dengan Nana, mulai pudar :( . Aku harus tetap konsentrasi untuk Ujian Akhir. Aku harus lulus, meskipun tidak satu sekolah saat SMP, semoga suatu saat aku bisa bertemu Nana lagi :)

Semenjak itu, aku sudah tidak melihat Nana lagi.. Bukannya aku sengaja, tapi anehnya, aku sama sekali tidak melihat dia. Disaat istirahat, pulang, masuk sekolah, dia selalu tidak kelihatan. Mulai dari saat di aula untuk persiapan wisuda, gladi kotor wisuda, gladi bersih wisuda, aku tidak melihat dia :(
Padahal aku berusaha masuk sangat pagi saat acara gladi kotor, gladi bersih wisuda, hanya untuk melihat dia disaat saat terakhir aku berada disini, tetapi apa? hal itu tidak terjadi :( 

Aku tidak tahu kenapa aku merasa sangat kecewa. Aku ingin mengucapkan perpisahan, karena aku sudah yakin aku tidak satu sekolah dengan dia lagi, tapi apa? aku tidak bertemu dia lagi. Yang aku tau, nama dia disebut saat gladi bersih, tetapi aku tidak bisa melihat wajahnya , hanya terlihat dari jauh. Karena aku berada di tempat bawah, di tempat anak anak pendek -.- , dan itu ditaruh di barisan depan, karena anak yang tinggi tinggi, berada di baris belakang -.-

Hari wisuda pun tiba. Aku merasa aneh. Aku lulus, tetapi aku tidak sebahagia yang lain. Ada yang janggal, ada suatu hal yang sepertinya belum dan harus aku lakukan. Tapi apa? aku bingung saat itu. Acara wisuda ini terasa sangat biasa. Tidak ada hal yang membuatku senang, sedih , atau apapun. Aku bingung aku ini kenapa -.-

Akhirnya kami turun dari panggung, menuju ke orang tua kami masing masing. Aku ke ibuku, dan ibu berkata "Anakku sudah lulus SD, sudah mau SMP ini :)" , aku pun tersenyum, tetapi tetap saja ada yang merasa janggal. Ibu ku berkata "Ibu membawa kamera ini, ayo foto sama temanmu, atau foto sama cewek yang kamu ceritakan ke ibu .. :)" , Mendengar itu, suasana hatiku berubah total. Aku langsung berlari mencari cewek tersebut. Sangat banyak orang disana, tetapi aku tidak menyerah. Aku berputar mencari dan terus mencari. Tetapi, tidak ketemu :( . Sampai sedikit demi sedikit teman teman dan orang tuanya pulang. Aku pun sangat sedih :( saaangat sedih. Sampai di akhir pun aku tidak bisa bertemu dia, bahkan tidak sempat memberitahukan apa yang selama ini aku rasakan :(

Akhirnya aku tetap foto, dengan sahabatku, dan teman temanku. Karena hanya mereka yang belum pulang. Dibawah ini fotonya. Aku terlihat lelah, dan senyum yang terpaksa :) Kalian yang membaca ini, pasti tau apa sebabnya ..






Aku di paling kiri. Aku memang pendek dan kecil -.-
Yang aku ingat setelah wisuda itu, tas kuningku tertinggal. Dan juga aku belum menyampaikan apa isi hatiku ke dia. Yang lebih penting lagi, aku bakal sulit untuk bertemu dengan teman teman lagi, karena jalanku selanjutnya, bukan di madrasah lagi, tetapi di SMP Negeri..

Hal yang aku pelajari dari masa akhir saat aku SD ini,

Jika kita suka kepada seseorang, sebisa mungkin ungkapkan hal tersebut.. Jangan terhambat oleh rasa malu dan takut.. Karena apapun hasil dari setelah kita menyampaikan hal tersebut, kita akan merasa lega, dan bakal tahu reaksi dari seseorang yang kita suka :)