Jumat, 15 Juni 2012

Junior High School 3 - Friendship

Yap, lanjut nih cerita saya.. kali ini saya menceritakan tentang saat saya duduk di kelas 3 SMP.
disaat kelas 3 ini, saya mendapatkan nilai yang bagus. Saya pun juara 2 / 3 saat itu. Saya, andriyan,dan salah satu teman cewek, yang menduduki peringkat 1 , 2 , dan 3 , dimasukkan ke kelas 3 favorit, yaitu kelas 9E. Disana adalah kelas anak anak pintar kumpulan dari kelas kelas lain. Disini , saya dan andriyan merasa tertantang, karena jelas saja, setelah mendapatkan kelas yang ramai dan anak anak nya seperti itu, lalu ke kelas yang isinya anak anak pintar. Di kelas ini, saya sekelas dengan Dendi, teman yang sebelumnya di kelas lain, rumah kami sama di daerah sawojajar, begitu juga dengan andriyan. Saya setempat duduk dengan andriyan di kelas ini. Dendi, di tempat duduk lain, tetapi jika istirahat, dia berkumpul dengan kami. Di kelas ini kami mengenal beberapa teman cewek. Cewek cewek tersebut suka kepada andriyan :P tidak saya sebutkan namanya aahh...

Anak yang saya sukai pun ada di kelas ini. Tapi  saya sama sekali tidak berani bilang padanya. menyapa saja tidak berani. Saat pulang sekolah, dendi selalu meminta boncengan dengan saya. Saya memakai sepeda polygon berangkat dan pulang sekolah. Saya dibonceng dendi saat pulang sekolah, dan hampir setiap hari seperti itu.Kami sekarang sudah kelas 3. Sudah saatnya konsentrasi ke pelajaran dan ujian. Malah ada rumor kalau mata pelajaran ujian ditambah, yaitu IPA. Uuurgh pelajaran yang tidak saya suka, apalagi didalamnya ada fisika.

Guru fisika kelas 3 sangatlah menarik. Membuat kami selalu tertawa. Namanya Pak Sigit. Ciri khasnya adalah membacakan soal atau catatan, dengan melambat2 kan kata kata dan mengulang angka, sampai kami bingung dan harus menghapus soal atau catatan kami yang salah -__- . Bingung? oke, saya kasih contoh..

Pak Sigit : "sebuah kotak mempunyai berat sebesar seratus...... tiga puluh....dua kilogram"
dengan intonasi yang lambat seperti itu, sangat menjebak para muridnya -____-

Oiya, saya paling tidak bisa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal bahasa sendiri, tapi tidak bisa :O . Sedangkan Andriyan, dia paling bisa Bahasa Indonesia. Jelas saja, Ibu nya guru Bahasa Indonesia di SMA1 Malang, jelas saja dia pintar bahasa indonesia. Tetapi dia mengeluh, karena dia paling tidak bisa pelajaran matematika. Andriyan mengajak saya dan dendi les matematika di guru kenalannya. Rumahnya dekat dengan rumah kami, guru nya pun menyenangkan. Eeeh ceritanya belum selesai. Ternyata ada hal yang dendi keluhkan juga, yaitu dia paling tidak bisa pelajaran Bahasa Inggris, sedangkan dendi paling pintar dalam matematika.

Jadi???
yah, kami baru menyadari kalau kami bertiga bisa saling menolong. Saya butuh diajari andriyan, andriyan butuh diajari dendi, dendi butuh saya ajari :D . Dari hal ini kami menjadi sahabat, san teman yang sangat dekat. Hampir tiap minggu kami bergantian ke rumah. Kadang dendi dan andriyan ke rumah saya, saya dan andriyan kerumah dendi, atau saya dan dendi ke rumah andriyan. Tidak hanya itu, malah saat waktunya shalat, Imam shalat pun kami bergantian :P


Lanjut besok ah, capek ngetik :P

Rabu, 06 Juni 2012

Don't look other people just in their looks - part 2

Yap, di posting ini saya akan menceritakan masalah yang ada di part 1 ..

Kelas 2, saat itu sedang sibuk sibuknya karena beberapa ulangan dilaksanakan. Ulangan ini merupakan ulangan terakhir sebelum UAS. Otak kami pun harus bekerja keras untuk ulangan ulangan yang kami hadapi ini. Yap, hari itu ada 2 ulangan yang menurut kami bakal memusingkan kepala. Pertama ulangan ipa, kedua ulangan Bahasa Inggris. Ulangan ipa memang terkenal menyeramkan dari dulu, memang dari gurunya saja sudah menyeramkan, tetapi guru tersebut merupakan guru favorit bagi kita, para murid. Ulangan bahasa inggris, kenapa kok dianggap menyeramkan? karena kelas E yang grade nya anak paling diam dan paling pintar daripada kelas lainnya, mendapat nilai jelek jelek dengan nilai 50 paling jelek. Tetapi saya sama sekali tidak khawatir. Karena, saya suka bahasa inggris, dan saya memotivasi teman teman untuk belajar bersama. Memang tidak banyak yang ikut, tetapi belajar bersama ini agar kelas kita tidak ada yang mendapatkan nilai 0 lah paling tidak.

Ulangan pun hari itu dilakukan. Ipa, uuurgh, memang susah, saya merasa kesusahan. Tapi oky, menyemangatiku, dan saya pun terpacu untuk mengerjakan ulangan tersebut, meskipun tidak yakin dengan jawabannya -_-. Ulangan Ipa pun terlewati , dengan menegangkan. Ulangan Bing pun dilaksanakan. Menurut saya, tidak ada yang menyulitkan di ulangan kali ini. Apa karena mungkin saya belajar dari awal, bukan. Menurut saya memang materi ini yang saya pelajari sama teman teman kemarin. Ulangan pun berjalan lancar, dan teman teman memang merasakan hal yang sama dengan saya. Mereka berpendapat bahwa soal tidak sesulit yang mereka pikirkan sebelumnya.

Nilai kedua ulangan pun keluar. Ipa, yaah saya dan oky mendapat nilai standart lah, yang penting tidak remidi. Alhamdulillah.. Lalu Bahasa Inggris. Guru bing pun masuk, tiba tiba marah. Kenapa? apakah ulangan kami sejelek itu? ternyata tidak. Guru tersebut bilang bahwa nilai kami diatas 50 semua dan paling jelek 60. Kami pun bangga mendengarkan nilai tersebut. Kertas ulangan pun dibagikan, alhamdulillah, saya mendapat 80 keatas. Tiba tiba guru tersebut pun berdiri dari tempat duduknya, bilang bahwa nilai kami akan dikurangi 50, untuk semua murid. Kami pun sontak protes, ada apa? knapa kok dipotong, ini hasil kami, hasil blajar kami, knapa dipotong? apa salah kami?. Guru tersebut bilang bahwa tidak mungkin kelas kami mendapatkan nilai sebagus ini padahal kelas yang paling pintar pun mendapat nilai jelek jelek, dan menuduh kami bahwa kami mendapat bocoran soal dari kelas E. Kami pun protes dan jelas kami marah. Tetapi guru tersebut menolak argumen kami dan keluar kelas dengan tetap mengurangi nilai kami segitu banyaknya.

Kelas E terkenal pelit. Bagaimana kita mendapat bocoran kalau kelas tersebut anaknya pelit pelit? lagipula guru tersebut pun memberitahu bahwa soal akan berbeda tiap kelasnya. Meskipun kami dianggap KELAS BODOH, tetapi kami tidak sepenuhnya seperti itu. Ini hasil belajar kami sendiri dan murni. Dengan gampangnya guru tersebut menganggap bahwa kelas yang seperti ini tidak mungkin melebihi kelas yang menurut saya lebih pintar.

Saya langsung kehilangan respect kepada guru tersebut. Padahal beliau lah guru favorit saya. Saat UAS pun kami tunjukkan bahwa kami bukanlah yang seperti guru tersebut pikirkan. Lalu kami memang benar menunjukkan bahwa tidak ada murid dari kelas 2D yang remidi. Seingat saya nilai saya diatas 80.

Dont look other people just in their looks. People have advantage, and disadvantage, and it is different for each people. Just  , Dont Underestimate Others

itulah yang saya pelajari dan dapatkan dalam pengalaman hidup saya di kelas 2 SMP

Junior High School 2 - Don't look other people just in their looks

Cerita saya untuk posting kali ini adalah ... disaat saya memasuki kelas 2 SMP.
Keadaan saya disaat saya kelas 2 SMP?
tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Pendek? tetap. Kecil? tetap. Kurus? tetap.
terus apa yang berubah? sepertinya belum ada..

Disaat kelas 2 SMP, saya masih menggunakan sepeda pancal untuk berangkat dan pulan sekolah. Its fun, really. Menikmati angin pagi, dan juga angin siang. Oiya, saat kelas 2 ini saya masuk pagi. Pulang pun siang. Ada hal yang baru juga kok. Teman teman yang biasanya naik angkot, menemani saya untuk bersepeda ke sekolah. Jadi kami bersepeda dengan bercanda, saling membagi cerita, dan tentu sangat menyenangkan :)

Pernah di suatu hari, mungkin karena saat itu saya, andriyan, dendi, ariya, sedang bersepeda saat pulang, tidak memperhatikan jalan, dan jarak saya terlalu tengah. Lalu truk menyambar saya saat itu. Saya pun jatuh. Teman teman yang lainnya menepi untuk menyelamatkan diri. Ealah, teman teman lha kok malah tertawa, tidak menolong atau pun apa. Malah ada tentara di pinggir jalan yang sedang menikmati roti yang dia makan, cuma bilang "Gapopo a Le?" dengan wajah innocent yang menyebalkan -____- (kalau memakai bahasa indonesia "kamu tidak apa apa nak?").

yaah, untung sepedanya tidak rusak. Saya lebih memikirkan sepeda saya daripada saya, ketimbang badan saya yang luka. Kalau luka, bisa sembuh. Lha kalo sepeda rusak? saya berarti harus naik angkot, dan itu membebani orang tua saya. Saya tidak mau seperti itu :D.

Dalam posting kali ini, judul nya "jangan melihat orang lain cuma dari penampilannya". Apa maksud dari judul itu? saya ceritakan sekarang.
Di kelas 2D, kami mempunyai teman baru, dia adalah kakak kelas kami, yang tidak naik kelas. Namanya kalau tidak lupa yah, Syafa'at. Panggilannya Pi'i (seingat saya). badannya besar, tinggi, tetapi dia memang terkesan nakal, dan itulah yang membuatnya tidak naik kelas. Dia dipilih menjadi ketua kelas, karena menurut kami dialah yang paling tua. Penampilannya sangat sederhana. Dengan penampilan yang agak lusuh, lalu dia dikenal sebagai anak yang nakal dan kurang pintar, tetapi dia diangkat menjadi ketua kelas.

Memang sih, kumpulan dia saat itu anak anak nakal lagi. Itu sebelum dia mengenal saya dan teman teman yang diam di kelas 2D. Ada beberapa anak yang diam di kelas 2D. Seperti saya, andriyan, Oky, dan beberapa lainnya. Saya dan oky satu bangku. Sangat suka duduk di depan sendiri, karena enak untuk mendengarkan guru, dan biar tidak ikut nakal. Oky, dia dikenal anak yang penakut dan lemah. Tetapi dia anak yang rajin dan cepat mudeng dalam pelajaran.

Menurut teman teman, kami adalah soulmate yang lucu. Karena tubuh saya yang kecil dan pendek + oky si penakut dan lemah. Saya di kelas 2D mendapat julukan baru, yaitu "Bayek" dalam bahasa indonesia, "Bayi". Yah teman teman sering mengejek kami, membuat kami menjadi bulan bulanan. Tetapi Pi'i membela kami. Dia bertindak seperti itu karena dia bertanggung jawab sebagai ketua kelas. Dari saat itu pun saya menilai bahwa Pi'i ini mempunyai hati yang baik dan punya tanggung jawab tinggi. Memang sih dia lemah dalam pelajaran dan perkumpulannya yang nakal, tetapi menurut ku dia ini anak yang mau berjuang.

Di kelas, memang ada anak yang pintar, tetapi dia pelit, tidak mau memberi tahu apa yang dia kerjakan untuk PR. jadi, saya dan oky lah yang terkadang memberikan jawaban PR bagi teman teman. Oky yang rajin, selalu selesai dalam mengerjakan PR, dan saya yang mengoreksi saat di sekolah, sharing jawaban mana yang paling benar. Teman teman? yaah seperti biasa, copy paste -__-

Kami cukup senang dengan hal seperti ini, karena dengan ini, kami yang merupakan pasangan lemah, bisa dilindungi teman teman karena bantuan kami :) . Pi'i pun terkadang meminta kami mengajari dia saat akan ulangan. Yah meskipun dia sangat susah untuk mengerti, tetapi karena saya dan oky mempunyai taktik sendiri dalam mengajari Pi'i, yah beberapa dia mengerti dan berhasil mengerjakan soal.

Pi'i menjadi lebih baik semenjak sering berkumpul dengan kami. Terkadang memang disaat istirahat, dia berkumpul dengan teman nakalnya, tetapi dia tidak lupa dengan kami. Dia pun rajin shalat menurutku. Itu yang menurutku dia mempunyai nilai + , apalagi dia berwibawa dalam tanggung jawabnya sebagai ketua kelas. Kelas kami merupakan kelas paling ramai dan dianggap paling parah daripada 7 kelas lainnya.

Itu yang membuat terkadang guru guru malas mengajar di kelas kami. Guru guru dan kami sering menghadapi masalah, karena kelas kami yang seperti itu. Wali kelas kami, guru BK. Sedikit demi sedikit kami dibina agar tidak seperti itu. Ditambah dengan Pi'i yang pintar membujuk guru agar guru nyaman mengajar di kelas kami, keadaan kelas kami pun membaik, sampai terjadi suatu masalah yang membuatku kehilangan respect pada salah satu guru.

Bersambung dulu, saya mau istirahat kerja dulu, nanti aja dilanjutin :D

Kamis, 26 April 2012

Junior High School 1 -sincerity and spirit through all the things-

Yap.. ini ceritaku saat aku memasuki tahap baru dalam hidupku. Aku memasuki tingkatan baru yang bisa disebut Sekolah Menengah Pertama.

Setelah aku gagal masuk MTSN Malang 1 karena aku telat mendaftar, ibu ku dan kakakku pun menyarankan aku untuk ikut pendaftaran SMP Negri. Aku pun jelas sangat kecewa. Karena harapan untuk bertemu lagi dengan Nana, sangatlah kecil, bahkan bisa dianggap mustahil. Pilihanpun diberikan untukku. Tapi dilihat dari NUN ku yang standart , atau istilahnya pas-pas an , pilihan pertamaku pun aku tujukan ke SMP 8 Malang, lalu SMP 6 , SMP 2 , SMP9 , SMP 19 dan seterusnya. Pertimbangan seperti itu telah dilakukan kakakku tergantung dari kualitas sekolah tersebut.

Awalnya aku masuk dalam deretan murid di SMP 2 tetapi di kandidat 3 terbawah. Dalam 1 hari pun aku tergeser, dan masuk ke deretan siswa di SMP 9 . Yah dari sini pun aku bisa menyimpulkan, sepertinya memang jalanku untuk masuk ke SMPN 9 Malang ini. Jelas aku sangat jauh dari kalangan ku saat SD, yang dijuluki Madrasah, lalu terjun ke SMP Negri, yang jelas pendidikan agama pun tidak sebagus di Madrasah. Sekolahku sekarang bertempat sangat dekat dengan rumah nenekku.Rumahku sendiri sudah pindah di daerah Sawojajar, dan aku, ibuku, kakakku, mempunyai keluarga baru disana.

Aku pun ikut ibuku untuk tinggal disana, sedangkan kakakku tetap di rumah nenek karena kakak sudah kelas 2 di MAN 3 Malang, dan ingin konsen belajar untuk ujian disana. Untuk berangkat sekolah, aku pun mengendarai sepeda pancal kesayanganku. Jarak dari rumahku menuju sekolah, kira kira 6-8 kilo. Oh iya, saat kelas 1 aku masuk siang. Masuk jam 12 dan pulang jam 5. Jika hari sabtu, aku pulang jam 3, kadang jam 4, tergantung ada upacara penurunan bendera atau tidak.

Tiap harinya, meskipun aku masuk jam 12, tetapi jam 9 pagi aku sudah berangkat menuju rumah nenekku. Dengan membawa kotak berisi nasi dan lauk, untuk makan kakakku nanti, aku pun berangkat. Tujuanku pun agar aku tidak terlalu capek, dan udara masih segar antara jam 9-10 pagi. Dan jika baju ku berkeringat, paling tidak masih ada waktu 2-3 jam untuk mengeringkan baju dan juga masih ada waktu untuk istirahat sejenak di rumah nenekku. Waktu pulang pun sama seperti itu. Jika aku pulang jam 5, kira kira aku sampai rumah sekitar maghrib, atau kadang jam 6. Itulah rutinitas ku tiap hari. Mengkayuh sepeda untuk pergi ke sekolah, dan terus seperti itu.

Jika musim hujan saat aku pulang sekolah, aku pun terpaksa tetap pulang dengan basah kuyup. Saat pulang pun aku harus menjemur buku buku yang basar, muncuci baju untuk dipakai esok harinya, belum lagi waktu ku untuk belajar. Kadang aku harus memasukkan tas ku dalam kresek yang besar agar buku ku tidak kehujanan. Aku pun mengkayuh sepeda tanpa sepatu, karena sepatu tersebut satu satu nya sepatu yang bisa aku kenakan.

Aku masuk di kelas 1D. Kelas yang ramai menurutku, dan aku suka kelas seperti ini :) . Aku bertemu teman yang baik bernama Rio. Dia bertubuh besar dan tinggi. Aku pun duduk disebelahnya.

Saat SMP aku masih bertubuh kecil dan pendek. Mungkin efek dari aku pernah mempunyai TBC, dan menurutku itu sangat pengaruh bagi pertumbuhanku. Tiap harinya aku masih diberi uang saku seadanya. Saat itu aku diberi uang saku 1500. Kadang juga tidak diberi. Tiap minggu pun aku ikut extra kulikuler basket, yang bertujuan agar badan ku tambah tinggi.

Teman ku, Rio , dia yang selalu menolongku dalam semua hal. Kadang jika aku tidak diberi uang saku, dia mengajakku ke kantin dan dibelikannya kue untukku. Aku menolak pun dia tetap membelikan. Dia juga yang melindungi aku dari anak yang suka nya meminta uang ku. Mungkin karena tubuhku kecil, dan pendek, jadinya aku sebagai sasaran empuk bagi mereka.

aku jauh dari kalangan teman teman SD ku, aku pun tidak bertemu si Nana lagi, aku yang bertubuh kecil dan pendek, bersepeda yang jaraknya lumayan jauh dari rumah tiap harinya, harus merasakan derasnya hujan saat pulang sekolah, tidak peduli saat sakit aku harus masuk sekolah, aku sering dijadikan bulan bulanan dari anak kelas lain, kadang aku harus tahan untuk tidak makan saat di sekolah, sering diejek saat extra basket...

Aku ikhlas menjalani ini semua. Tidak memandang apapun, tidak meminta yang berlebihan, karena aku tahu, dibalik semua ini ada hal yang sangat berkesan di hidupku.
Mendapatkan teman yang sangat baik dan peduli, menikmati udara segar di pagi hari disaat aku mengayuh sepeda, latihan fisik dari basket yang membuatku lebih mempunyai daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit.

Mungkin hal hal itulah yang aku dapatkan dari ceritaku saat aku kelas 1 dulu...

Selasa, 17 April 2012

In Elementary School 6 -Unsaid Love-

Ini ceritaku saat aku kelas 6 SD. Tahun terakhir aku berada di tempat ini. Tahun dimana kami akan ditentukan, apakah kami tetap berada disini, atau menuju hidup baru dengan jenjang sekolah yang lebih tinggi daripada sekarang. Semua anak mempunyai keinginan masing masing. Ada yang ingin masuk ke SMP 3, 5 , 1 , 8 , macam macam lah. Sedangkan aku? aku hanya ingin satu sekolah lagi dengan dia.. siapa dia?? tentu cewek yang aku idolakan :) sebut saja Nana :P

Aku masuk kelas 6E. Kelas dengan peringkat terbawah -.- . Mungkin karena aku di kelas lima tidak masuk selama 2 minggu itu, membuatku tertinggal dalam pelajaran. Nana di kelas apa? tentu di kelas 6A. Semakin jauh jalanku untuk mengejarnya -.- . Karena jika aku juara 1 di 6E pun , paling mentok aku masuk di kelas 6C. Oia, ada anak baru pindahan dari jakarta saat aku kelas 6. Tia namanya. Dia pintar lho, ramah, suka main game juga. Dia masuk kelas E karena sebagai pertimbangan, nanti dia di semester 2 cocok masuk kelas peringkat mana.

Di kelas E ini aku lebih santai. Kelasnya pun ramai. Kelihatannya memang aku cocok di kelas yang tipe nya seperti ini. Jadi aku bisa konsen untuk juara kelas :) . Aku tetap ekstra kulikuler di gamelan. Karena aku sudah menjadi tim inti disana. Mewakili di acara wisuda kakak kelas, ikut porseni, macam macam lah. Aku disebut spesialis kempul. Karena memang bidangku disitu :)

Aku makin sering bertemu Nana sekarang. Karena kelas A jauh dari tangga, dan harus melewati kelasku dulu untuk menuruni tangga :). Dan kumanfaatkan itu untuk melihat wajahnya, dan senyumnya :)
Aku sering meminta Fany, teman se-karawitan/gamelan , yang sekarang berada di kelas A , untuk menyampaikan salam ku ke dia. Teman se karawitan ku lainnya, Anisa, malah teman dekat si Nana.

Suatu saat, nisa dan fany bilang "Sampaikan sendiri aa, ayo sampaikan.. kita mau lulus lhoo . sampaikan sebelum terlambat". Aku pun bingung dengan kata kata mereka.Apa yang harus aku lakukan? ketemu dia saja aku malu, bagaimana untuk mengajaknya bicara? bisa mati berdiri aku -.-

Ada anak kelas A yang meminjam atlas padaku. Kok tidak seperti biasanya ya? . Memang aku punya 2 atlas. Sedangkan pelajaran IPS , diharuskan membawa atlas. Jika tidak, akan dihukum. Tetapi anak A yang meminjam itu, bilang untuk dipinjamkan ke orang lain -.- . Aku pun bingung maksudnya apa. Tidak lama kemudian atlasku dikembalikan, dan bilang tidak jadi. Aku tambah bingung -,-

Aah aku ingat, tidak lama kemudian ada yang bilang ke aku kalau si Nana tidak membawa atlas. Aku pun sangat ingin meminjamkan punyaku. Tapi aku benar benar tidak berani. Tapi aku benar benar ingin. Saat aku titipkan ke temanku yang di kelas A, dia bilang, ternyata dia sudah dipinjami anak kelas lain. Menurutku aku benar benar  bodoh :( sangat bodoh :(

Hari hari yang aku lewati terus seperti itu. Menyampaikan salam ke dia, melihat dia lewat saat istirahat, saat akan ke musholla, terus seperti itu. Semester 2, aku masuk kelas 6D karena aku juara 3 di kelas E. Tia, juara 1 dan dia masuk kelas A. Aku pun harus mensyukuri apa yang aku dapatkan, tetapi memang kadang aku kepikiran, kenapa aku tidak juara 1, kan aku bisa sekelas dengan Nana? aah masa bodoh pikirku.

Pernah disaat istirahat, aku melihat dia lewat dengan 2 temannya. Dia berada di tengah. Dia pun melihat balik ke aku. Aku merasa sangat gugup, aku salah tingkah, dan aku pun terburu buru masuk kelas. Wuaah benar benar hal yang mengejutkan bagiku. Mukaku merah, aku bertindak yang tidak biasanya. Aku senang, sangat senang :)

Ada pengumuman bahwa siapa yang ingin mendaftar ke MTSN malang 1, untuk anak SD MIN, ada jalur khusus. Aku pun ingin ikut hal itu. Aku tahu kalau Nana ikut jalur yang sama. Tapi kenyataannya, aku tidak bisa ikut :(
Ibu tidak punya uang saat itu, jadi aku pun telat mendaftar :( . Harapanku pun untuk satu sekolah dengan Nana, mulai pudar :( . Aku harus tetap konsentrasi untuk Ujian Akhir. Aku harus lulus, meskipun tidak satu sekolah saat SMP, semoga suatu saat aku bisa bertemu Nana lagi :)

Semenjak itu, aku sudah tidak melihat Nana lagi.. Bukannya aku sengaja, tapi anehnya, aku sama sekali tidak melihat dia. Disaat istirahat, pulang, masuk sekolah, dia selalu tidak kelihatan. Mulai dari saat di aula untuk persiapan wisuda, gladi kotor wisuda, gladi bersih wisuda, aku tidak melihat dia :(
Padahal aku berusaha masuk sangat pagi saat acara gladi kotor, gladi bersih wisuda, hanya untuk melihat dia disaat saat terakhir aku berada disini, tetapi apa? hal itu tidak terjadi :( 

Aku tidak tahu kenapa aku merasa sangat kecewa. Aku ingin mengucapkan perpisahan, karena aku sudah yakin aku tidak satu sekolah dengan dia lagi, tapi apa? aku tidak bertemu dia lagi. Yang aku tau, nama dia disebut saat gladi bersih, tetapi aku tidak bisa melihat wajahnya , hanya terlihat dari jauh. Karena aku berada di tempat bawah, di tempat anak anak pendek -.- , dan itu ditaruh di barisan depan, karena anak yang tinggi tinggi, berada di baris belakang -.-

Hari wisuda pun tiba. Aku merasa aneh. Aku lulus, tetapi aku tidak sebahagia yang lain. Ada yang janggal, ada suatu hal yang sepertinya belum dan harus aku lakukan. Tapi apa? aku bingung saat itu. Acara wisuda ini terasa sangat biasa. Tidak ada hal yang membuatku senang, sedih , atau apapun. Aku bingung aku ini kenapa -.-

Akhirnya kami turun dari panggung, menuju ke orang tua kami masing masing. Aku ke ibuku, dan ibu berkata "Anakku sudah lulus SD, sudah mau SMP ini :)" , aku pun tersenyum, tetapi tetap saja ada yang merasa janggal. Ibu ku berkata "Ibu membawa kamera ini, ayo foto sama temanmu, atau foto sama cewek yang kamu ceritakan ke ibu .. :)" , Mendengar itu, suasana hatiku berubah total. Aku langsung berlari mencari cewek tersebut. Sangat banyak orang disana, tetapi aku tidak menyerah. Aku berputar mencari dan terus mencari. Tetapi, tidak ketemu :( . Sampai sedikit demi sedikit teman teman dan orang tuanya pulang. Aku pun sangat sedih :( saaangat sedih. Sampai di akhir pun aku tidak bisa bertemu dia, bahkan tidak sempat memberitahukan apa yang selama ini aku rasakan :(

Akhirnya aku tetap foto, dengan sahabatku, dan teman temanku. Karena hanya mereka yang belum pulang. Dibawah ini fotonya. Aku terlihat lelah, dan senyum yang terpaksa :) Kalian yang membaca ini, pasti tau apa sebabnya ..






Aku di paling kiri. Aku memang pendek dan kecil -.-
Yang aku ingat setelah wisuda itu, tas kuningku tertinggal. Dan juga aku belum menyampaikan apa isi hatiku ke dia. Yang lebih penting lagi, aku bakal sulit untuk bertemu dengan teman teman lagi, karena jalanku selanjutnya, bukan di madrasah lagi, tetapi di SMP Negeri..

Hal yang aku pelajari dari masa akhir saat aku SD ini,

Jika kita suka kepada seseorang, sebisa mungkin ungkapkan hal tersebut.. Jangan terhambat oleh rasa malu dan takut.. Karena apapun hasil dari setelah kita menyampaikan hal tersebut, kita akan merasa lega, dan bakal tahu reaksi dari seseorang yang kita suka :)




Kamis, 12 April 2012

In Elementary School 5 - Once we are born into this world,we are never gonna be alone -

Yap, kali ini memasuki ceritaku saat aku memasuki kelas 5 SD. Aku turun peringkat di kelas 5 ini. Kelas 4B menurutku sangatlah berat. Sangat berat untuk bersaing dengan anak anak sepintar mereka. Meskipun aku punya semangat, aku rasa itu tidak akan pernah cukup. Apalagi setelah kepergian kakekku...

Aku masuk kelas 5C. Kelas dengan peringkat tengah atau peringkat ke 3. Sedangkan cewek idamanku, tentu saja tidak berpindah dari peringkatnya. Dia memasuki kelas 5B. Kelas peringkat 1, dan lagi lagi dia menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyerah sampai sini saja. Aku harus bangkit, dan mulai belajar lagi, mulai giat lagi, terus dan terus belajar, agar impianku sejak dulu, ingin sekelas dengan Nana, tercapai.

Kelas ku dan nana bersebelahan sekarang. Kalau waktu istirahat, akan aku sempatkan untuk mengintip kelasnya. Terkadang aku melihatnya di dalam kelas, bercanda dengan teman temannya. Tentu saat dia melihatku, aku tersipu malu, dan pura pura melihat yang lain :P . Ekstrakulikuler yang aku ambil, tetap gamelan. Entah kenapa aku tidak ingin pindah dari ekskul itu. Aku merasa nyaman disana. Dan yang aku ketahui, Nana adalah tim inti dari grup Gamelan SD ku itu :)

Teman di kelas 5C ini, tentu ada yang baru dan juga aku bertemu sahabatku, Odi' (kalau tidak lupa). Aku setempat duduk bersama Ata' namanya. Cowok yang lumayan gendut, agak pendiam tapi lucu tingkahnya. Kami duduk di depan. Memang tempat duduk kita tiap hari bertukar. Tetapi aku selalu ingin duduk didepan. Aku tidak tahu alasannya apa. Tiap istirahat kami bermain sebuah permainan yang lucu. Kertas dari buku kami sobek, lalu kami lipat seperti bentuk segitiga, tetapi tidak ada alasnya, dan juga lipatan yang berbentuk gawang. Di belakang kertas yang kami lipat, kami beri nama pemain bola kesukaan kami. Ya, kami bermain sepak bola buatan dari itu. Bolanya dari apa? tentu dari kertas juga, dibuat dari potongan kertas kecil yang dibulatkan. Cara mainnya? gampang.. jika bola di area dekat pemain kita, kita tinggal menekan ujung dari lipatan segitiga tanpa alas kami, dan bola akan meluncur :P

Oh iyaa, ada permainan yang populer dan tentu baru saat kami kelas 5 SD. Yu-Gi-Oh namanya. Sebuah kartu yang bertuliskan bahasa inggris, dan kita bisa belajar matematika, bahasa inggris, dan strategi dari game itu. Aku mulai suka bahasa inggris dari sini :) .Aku suka mengartikan tiap tulisan dari kartu Yugi tersebut. Tentu dari pemikiranku sendiri, lalu aku melihat kamus dan mencocokkannya.

Suatu hari...
Aku mendadak sakit batuk yang tidak kunjung sembuh. Ibu ku yang paling tidak suka jika aku tidak masuk sekolah, marah marah jika aku sakit lebih dari 1 hari. Aku diguyur air hangat, meskipun aku menangis, ibu ku tetap ingin aku sekolah. Mungkin hari itu ibu merasa tidak tega, aku dibawa ke tempat kerja ibuku, di RSJ Lawang. Disana aku pun terbaring lemas. Batukku termasuk batuk parah. Dengan suara nafas seperti mesin , ngiik ngiik (kurang lebih begitulah bunyinya), batuk berdahak, panas tinggi, pusing, campur campur lah. Aku pun diperiksa disana. Dan dari situlah kami tahu. Aku telah terkena penyakit TBC. Sedangkan aku sendiri mempunyai keturunan penyakit Asma dan Bronchitis. Sangat lengkap bagiku jika ditanya mengenai penyakit apa yang pernah berada di paru paru ku :)

Dari penyakit tersebut, masalah pun terjadi. TBC adalah penyakit menular. Aku harus memisah tempat makan yang aku pakai mulai dari piring, gelas, sendok, semuanya. Aku harus menjaga apa yang aku makan, tidak boleh sembarangan. Air ludah ku bisa menularkan penyakitku, maka aku harus agak jauh jika ingin berbincang dengan orang lain. Sikat gigi pun harus dibedakan. Tiap malam, aku merasa sesak, batuk ku pun parah. Aku sakit selama 2 minggu. Tidak ada satupun teman sekolahku yang menjengukku saat sakit. Di rumah, keadaan makin memojokkanku. Kakakku, selalu tanya ke ibuku tentang tempat air minum. Jika gelas itu bekasku, kakakku tidak mau minum dengan gelas itu. Tidak cuma kakakku, hampir semua keluargaku, kecuali Ibuku. Ibuku pun menangis mengetahui keadaanku yang seperti ini.Ibtku rela memakan dari apa yang telah aku makan, tanpa takut tertular. Merawatku dengan tetesan air matanya, yang ingin aku sembuh :(
Ibuku membawaku ke RSSA Saiful Anwar. Disana kami bisa sedikit lega setelah mengetahui penyakitku bisa sembuh, tetapi butuh waktu 1 tahun untuk itu. Minum obat pahit 3 kali setiap hari berwarna merah, itulah yang harus aku dapatkan.

Akhirnya aku masuk sekolah.Aku sangat tertinggal di pelajaran. Sahabatku, Irtafa', Adrian, menanyakan keadaanku. Aku yang seharusnya tidak bilang ke mereka tentang sakit yang aku punya, aku pun berani jujur kepada mereka. Aku pun bilang "Mungkin sekarang aku sedikit menjauh dari kalian. aku cuma tidak mau kami tertular". Namun, apa yang mereka jawab? "Sudahlah, yang namanya sahabat itu selalu bersama.. aku tidak takut tertular kok, biar kita sakit bersama sama :D" Irtafa berkata seperti itu :( . Aku pun mewek mendengar kata kata irtafa. dan Adrian, berkata "Sebenarnya kami ingin sekali menjengukmu, tapi kami belum pernah tahu dimana rumahmu :(". Yaah, memang aku belum pernah memberitahu mereka. Rumahku pun dipenuhi jalan kecil, yaah bisa disebut kampung.

Aku pun merasa lega. Ternyata tidak semua menjauhi aku. Malah teman temanku menyemangati aku. Kita bermain seperti biasa. Bersenda gurau di mikrolet, dan sebagainya.Meskipun di rumah aku merasakan kejam, di sekolah semua hal itu hilang :).

Tanggal 30 April. Ya, hari ulang tahunku. Menurutku nothing special di hari itu. Semua berjalan seperti biasa. Malahan ada masalah baru yang terjadi di hari itu. Aku dikucilkan teman temanku secara tiba tiba. Tidak adayang mau mengobrol denganku. Pandangan mereka semua sinis kepadaku. Malah aku dituduh mencuri barang barang temanku tiap istirahat. Katanya temanku kehilangan uang 20 ribu di dompetku. Heei, memang aku jarang punya uang saku, tetapi tidak se keji itu untuk aku mendapatkan uang. Ata' , yang sebangku denganku, tidak bisa membelaku. Teman teman semua memojokkanku. Guruku pun memarahi aku, menyuruh aku jujur. Sedangkan aku tidak takut dan melawan perkataan mereka. Aku sangat berani, karena aku benar benar tidak melakukannya.Hari yang seharusnya menjadi hari yang indah, tetapi kenapa seperti ini?
Teman teman mencaci maki aku. Guruku pun meminta aku mengaku. Guru ku pun bilang "Sini akan aku guyur kau pakai air, jika kamu basah setelah disiram berarti kamu jujur.. jika aku guyur kamu tidak basah, maka kamu berbohong".. Aku pun menjawab "baik pak, silahkan , saya tidak takut..." . Akhirnya aku pun diguyur air. Dan alhamdulillah aku basah, bukti bahwa aku jujur :)

Heeei, bukankah kalau kita diguyur air, bohong atau tidak kita akan tetap basah? hei aku baru sadar. Seketika itu, teman temanku semua dan juga guruku, mengucapkan selamat ulangtahun kepadaku :'(
Hal yang sangat indah yang pernah aku alami.Di rumah pun aku mendapat kejutan juga lho..

Aku belajar sesuatu dari penyakitku, dan juga pengalaman terindahku...

Saat kita telah lahir di dunia ini, siapapun diri kita, dimanapun kita lahir, dimanapun kita berada, keadaan apapun yang kita hadapi, seorang manusia tidak akan pernah hidup dalam kesendirian :)

Selasa, 10 April 2012

In Elementary School 4 -Smile to every conditions-

Kelas 4 semester 2. Inilah yang akan aku ceritakan kali ini.

 Aku masuk kels 4B. Kelas 4B adalah kelas peringkat ke 2. Entah aku harus senang ataupun sedih. Setelah mendapat juara kelas di semester 1, dan aku berharap masuk di kelas yang sama dengan cewek idamanku, ternyata tidak. Nana tetap di kelas 4C. Kelas dengan peringkat tertinggi. Aku berpikir, kali ini aku harus lebih giat lagi untuk masuk ke kelas yang sama dengan Nana... Harus! . Suasana kelas pun terasa berbeda. Dari kelas ku yang dulu nya di kelas 4A, yang anaknya selalu ramai di kelas, teman teman yang seru, sering kesana kemari kalau di dalam kelas, tetapi di kelas 4B ini, tidak. Semua anak diam mendengarkan guru yang sedang mengajar. Bahkan tidak ada satupun anak yang berusaha membuat ramai kelas ini. Aku benar benar tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Aku tidak suka. Tugas, Ulangan pun, semuanya terasa berbeda. Individual. Kalau di kelas 4A kami sering berbagi, saling mengajari, disini sangat berbeda. Jadi inikah kelas peringkat 2?

Aku Merasa benar benar tidak sanggup...


Disaat semangat ku mulai turun, kakekku pun kembali mengingatkan aku. Kakekku bilang "Tidak ingin ke kelas peringkat tertinggi nak?". Aku pun menjawab "Susah kung, anak di kelas ku pintar pintar, aku tidak yakin bisa ke kelas peringkat tertinggi". Oiya , aku memanggil kakekku dengan sebutan YangKung(singkatan dari Eyang Kakung). Kakekku pun tersenyum, lalu mengajakku main catur. "Semua itu awalnya dari tidak bisa nak.. dari mudah, menuju sulit" Kata kakekku, sambil bermain catur denganku. "Dulu kelas 1, yangkung memberitahu cara bermain catur ini. Mulai dari kamu tidak bisa menang melawan yangkung, sampai sekarang pun kamu belum bisa mengalahkan yangkung :P" Dengan gaya meledek dan menggodaku. Ya, aku tidak pernah menang melawan kakekku dalam bermain catur. Aku diajari kakekku bermain catur sejak kelas 1 SD. Yangkung ku percaya, aku bisa bermain permainan strategi itu. Aku pun jadi lawan mainnya setiap saat. Dan tentunya, aku selalu kalah -,-

Tiap minggu, yangkung mengajakku berjalan jalan ke alun alun, atau ke pasar burung. Yangkung saat itu dikabarkan sudah memiliki penyakit asamurat, mungkin stroke. Aku pun disuruh ibuku untuk sering mengajak kakekku jalan jalan, agar cepat sembuh. Yangkung selalu tersenyum setiap saat. Menyapa orang orang di tiap jalan, dengan senyumnya dan guyonannya.

Suatu saat pernah terjadi. Kakakku marah digoda kakekku. Memang kakekku senang sekali menggoda cucunya. Kakakku yang marah, yang saat itu sedang memakan nasi kuning, menyemburkannya ke kakekku. Kakekku pun hanya tersenyum dan tertawa. Aku jelas marah dengan perbuatan kakakku. Kakakku dimarahi oleh nenekku.Tiba tiba, kakek membentak nenekku. Aku pun kaget, kenapa tiba tiba kakek marah? kakek bilang "Ini salahku, tidak usah kamu memarahi cucuku..". Kakakku pun semenjak itu takut untuk berbuat seperti itu lagi. Dan aku salut terhadap kakek. Dengan seperti itu pun, kakek tetap membela cucunya, dan kembali tersenyum dengan wajah ceria.

Kakekku pernah bilang. Selama kita senyum, kita akan merasa santai, dan beban pikiran kita akan berkurang. Dengan ingat kata kata tersebut, aku pun kembali semangat untuk meraih impian ku lagi. Untuk sekelas dengan cewek idamanku :) .

Nilai ulanganku pun naik, dan juga nilai nilai tugas :) .Aku pun memberi tahu kenaikan nilaiku, dan kakekku pun tersenyum. Lalu kakekku mengajakku main catur, seperti biasa. Dan siapa sangka, aku yang tidak pernah menang 1 kali pun melawan kakekku, sekarang aku menang.. Kebetulan apa ini?
kakekku pun hanya tersenyum dan menggodaku. Aku disuruh kakekku menyelesaikan membaca qur'an ku , agar aku khatam Al Qur'an. Aku tidak tahu apa alasannya, kakekku menemani aku mengaji sampai khatam. Memang saat itu aku sudah memasuki jus 30. Khatam Al Qur'an itu pun dirayakan dengan membuat nasi kuning. Yang kebetulan saat itu ada acara.

Permainan catur tersebut, ternyata menjadi permainan catur terakhirku dengan kakek. Kakek jatuh sakit, dan masuk rumah sakit. Terkadang aku menjenguknya. Badan kakek sudah lemas, kakek di infus. Aku tidak tahu kakek sakit apa, yang jelas ini sudah benar benar parah. Dalam keadaan sakit seperti itu, kakek masih bisa bercanda dengan tanteku yang menjaga kakek disana. Masih bisa tersenyum, bersenda gurau. Ibu ku pun melarang kakek seperti itu, tetapi kakek tetap saja seperti itu. Memang benar benar kakekku orang yang usil -.-

Suatu hari.
Aku mendapat nilai 100 di ulanganku. Aku pun pulang dengan gembira. Sesaat sebelum sampai rumah, aku lihat keadaan gang rumahku sangatlah ramai. Ada orang orang mengangkat meja,  memasang terop, aku pun berpikir, ada apa ini? Tiba tiba tetanggaku mengajakku ke rumahnya. Aku  diberi makan, disuruh ganti baju. Aku pun makin curiga. ada apa ini? Aku pun bisa menyimpulkan sendiri. Ternyata kakekku sudah tiada :(

Akhirnya aku memaksa pulang. Aku melihat banyak orang yang berasa di rumahku. Aku pun diberi tahu keluargaku. Belum sampai 15 menit kabar kakekku telah tiada disebarkan, warga kampung langsung tanggap dengan memasang terop, membantu mengangkat, menyiapkan segala macam yang dibutuhkan untuk jenazah. Kami sekeluarga kaget akan hal itu. Ada salah satu tetangga yang bilang kepada kami, "Beginilah,memang Bpk. Mat sangat baik kepada sekitar. Kami pun melakukan hal yang sama". Aku pun masuk ke dalam rumah.
Kakekku.. Aku melihat kakekku yang sudah tiada. Senyumnya, menurutku tidaklah hilang dari wajahnya. Aku menahan tangis ku. Aku berusaha tersenyum. Berusaha seperti apa yang diajarkan kakekku.

Aku pun ikut mengantar jenazah kakek ke liang lahat. Disaat itulah aku tidak kuat menahan tangisku. . .

Aku belajar hal yang sangat besar dari kejadian yang aku alami ini.. dan tentunya pelajaran ini aku dapat dari almarhum kakekku..

Tetap tersenyum di segala kondisi.. baik itu sedih, terpuruk, susah, sakit, bahkan sampai menjelang ajal tiba :)
Peduli terhadap lingkungan, baik kepada siapa saja, menyapa dan sertakan senyum kepada siapapun :)


Terima Kasih kakek, do'a kami tidak akan pernah henti untukmu...

Selasa, 03 April 2012

In Elementary School 3(2) -Person who can give me courage and spirit-

Ini maih ceritaku saat aku kelas 3, dan sedikit cerita saat aku kelas 4. Ada hal special yang membuat saat aku sekolah di MIN Malang 1 ini menjadi sangat berkesan. Saat kelas 3 kami sudah harus mengikuti kegiatan ekstakulikuler. Kegiatan tersebut dilakukan tiap hari sabtu. Saat itu ada pilihan tentang ekstrakulikuler yang boleh dipilih oleh murid. Ada basket, sepakbola, pramuka, kesenian, gamelan, music/band,paduan suara(seingatku). Odi' sahabatku, ikut pramuka seingatku, Dan aku pun memilih....
Gamelan :P

Kakakku pun protes kepadaku "Wong ya ada basket, musik,sepak bola,pramuka, kok malah milih Gamelan -.-" kata kakakku. Dan aku pu menjawab dengan lugunya anak kelas 3 SD "Aku pengen melestarikan budaya indonesia mbak :D" mendengar kata kataku tersebut, ibuku,kakek nenekku, om ku pun tertawa.

Saat itu gamelan ternyata banyak sekali peminatnya. Sebelum waktu ekstrakulikuler, ada waktu kira kira setengah jam sebelum dimulainya ekstra. Kami pun boleh jajan, bermain, asal tidak keluar sekolah. Saat aku bermain di tangga dengan teman teman, aku pun melihat sekumpulan cewek yang bermain di depan kami. Mataku pun tertuju di satu cewek. Dia berambut panjang, wajahnya manis dan cakep bagiku. Memang sekolah kami tiap anak perempuan wajib memakai kerudung. Tetapi saat ekstra, bebas dipakai atau dilepas. Aku pun terus melihatnya, dari awal aku melihat cewek tersebut, sampai pulang gamelan pun, aku masih sedikit sedikit ingin melihatnya.

Aku pun penasaran, siapakah nama anak tersebut?. Aku ingin mencari tahu siapa dia? rumahnya dimana? dia di kelas apa?. Hari sabtu pun tiba. Aku semangat sekali saat itu, karena ingin sekali lagi melihat wajahnya, juga sekalian mencari tahu tentang dia. Ternyata Fany, teman cewek sekelasku, kenal dia. Aku pun bertanya kepada dia, siapa nama cewek tersebut?. Akhirnya aku pun mendapat namanya. Dia bernama Nana..

Nama yang manis menurutku.. Karena menurutku sangat jarang sekali nama tersebut untuk anak perempuan, dan menurutku nama itu akan bisa aku ingat sampai kapanpun. Aku pun ingin lebih tahu tentang anak itu. Saat THB cawu 2 , aku keliling tiap kelas, hanya untuk melihat, siapa nama lengkap Nana? . Yaa, akhirnya kutemukan saat itu. Nama lengkapnya adalah Nana C . Tidak aku sebarkan,aku samarkan dan kurang lengkap, karena aku tidak ingin disalahgunakan :P

Aku pun belum puas sampai situ. Aku ingin tahu tanggal lahirnya. Sebenarnya aku pemalu saat itu. Seketika malu ku hilang saat aku melakukan hal itu. Hal apa itu?. Aku masuk ke ruang TU. Aku pun bilang pada petugas TU, ingin meminjam Buku Induk Siswa. Petugas pun bertanya, untuk apa? aku pun menjawab untuk melihat dataku, padahal tidak, aku hanya ingin melihat tanggal lahir Nana :)

Info pun aku dapatkan. Sebenarnya saat itu aku juga mendapatkan tempat tinggal nya dimana, nama ayah ibu nya, tetapi aku lupa sekarang (sekarang = aku berumur 19). Yang kuingat sampai sekarang hanya ultahnya. 15 Februari :)

Kelas 4 pun aku jalani. Aku berangan angan ingin sekelas bersama cewek cakep tersebut. Ternyata tidak. Aku berada di 4A. Kelas 4 mempunyai perbedaan dari kelas 1 2 dan 3. Perbedaan teman yang baru, Cawu diganti menjadi Semester, Pelajaran baru, IPS,IPA,Bing,SKI, Dan juga tiap kelas ada tingkatan nya, tergantung dari pintar tidak nya anak dikelas tersebut. Kelas 4 dimulai dari C , B , D , A , E itu dari tingkat teratas ke terbawah (seingatku lho ya). Nana kalau tidak salah di kelas 4C. Kelas anak anak yang pintar. Aku tidak tahu kenapa, aku merasa malu karena aku jauh dibawah dia.

Kelasku dekat tangga. Kelas C berada di kanan kelas A. Jadi, aku selalu datang pagi, dan selalu melihat tangga, menunggu Nana lewat untuk menuju ke kelasnya. Saat pulang pun juga seperti itu. Aku tidak ingin turun kelas sebelum melihat Nana pulang :). Padahal kalau aku berpapasan dengan dia, aku pun malu -.- , menyapa dia saja tidak berani -.-

Aku pun mempunyai semangat dan keinginan baru. Aku harus sekelas dengan dia. Agar aku bisa melihat dia tiap hari saat aku sekolah, bahkan tiap jam pelajaran. Semangat itu pun terlahir juga dari support kakekku. Kakekku bilang, "Kalau emang kamu suka dengan anak itu, ayo belajar yang giat, biar kamu sekelas sama anak idamanmu itu". Belajarku lebih giat dari biasanya. Kelas 4 pun aku masih mengikuti gamelan. Nana pun masih ikut. Dia potong rambut saat itu, rambutnya pendek saat itu. Tetapi menurutku, dia tetap manis walau rambutnya pendek seperti itu. Apalagi saat dia berkerudung :) .Pernah aku praktek, karena aku memegang kempul di belakang sendiri, dan Nana memegang kenong, dan duduk di depan ku, aku pun salting tidak karuan. Entah itu perasaan senang berlebihan, atau aku yang lebay -.- ..

Akhirnya , kelas 4 Semester 1, aku mendapat juara kelas saat itu. Aku juara 2 :). Begitu senangnya aku saat mendapat juara itu. Aku pun yakin, peringkat kelas pun aku akan naik. Aku pun berharap masuk ke kelas peringkat tertinggi, agar sekelas sama Nana :) . Dan cerita itu akan berlanjut di In Elementary School 4 :P

Aku pun belajar suatu hal dari kelas 3 akhir ini,

Saat menyukai seseorang, kita akan melakukan hal yang terbaik agar orang yang kita sukai melihat kita, dan memperhatikan kita.
Jadikan orang yang kita sukai sebagai motivator untuk segala aktivitas kita, tentu kita akan mendapat banyak hal positif dari hal tersebut :)

In Elementary School 3(1) -chase dream-

Yap.. Kelas 3. Ini kisahku saat aku telah menjalani hidupku di kelas 3D. Seperti yang aku ceritakan di posting lalu, teman tidak ada yang berubah. Tidak bertambah, tidak berkurang. Kami hanya berpindah kelas saja. Kelas 3D berada di atas. Sekarang kami harus naik tangga dahulu untuk sampai ke kelas kami. Seingatku, kelas 3D berada di dekat kamar mandi.

Teman sebangku ku , bernama kemal. Dia putih , tinggi , dan baik :) . Dia selalu membagi apa yang dia beli saat istirahat, atau jikala dia tahu kalau aku tidak diberi uang saku. Oh iyaa, aku sudah tidak di sukun lagi. Aku berada di rumah kakek nenek ku, di daerah kidul pasar. Aku pun berganti antar jemput. Sebenarnya bukan antar jemput, melainkan jemput saja. Karena saat berangkat pagi, aku dan kakakku berangkat naik angkot LDG saat itu. Aku suka berangkat pagi. Jam 5 aku sudah berangkat sekolah. Padahal sekolah masuk jam 6 lebih 10 menit. Tapi aku tidak suka mengambil resiko dengan berangkat jam setengah 6. Pernah 1 kali aku mencoba berangkat jam setengah 6, sampai di sekolah pun jam 6 pas. Dan itu aku merasa aku sudah terlambat, karena sekolah sudah ramai.

Kemal, teman sebangkuku, dia sering menabung  dan dimasukkan ke dalam tasnya. Kemal bilang , kalau ada uang jajan lebih, ia simpan untuk hal yang lebih berguna nantinya. Aku ingin seperti kemal yang rajin menabung seperti itu. Tetapi, sepertinya tidak bisa. Bagaimana bisa mendapat uang saku lebih? uang saku ku pun kadang ada, kadang tidak. Sebenarnya aku malu. Hampir tiap hari aku diberi kue oleh kemal. Tapi yaah begitulah, malu tapi mau :)

Teman teman sekelasku , saat istirahat selalu membicarakan tentang game. Yaah umur segitu, pastinya game lah yang jadi topik pembicaraan. Aku pun sering ke rumah sahabatku, Odi' . Dirumahnya, aku sering menginap. Bermain Playstation, meskipun aku hanya lihat dia bermain, tapi aku sangat senang. Aku masih ingat sampai sekarang, game apa saja yang dimainkan Odi' saat itu. Megaman X4,HarvestMoon,FFVIII,Gundam Battle Assault2,DragonBall, dan masih banyak lagi.

Aku pun mempunyai keinginan, kapan yaa aku mempunyai PS ku sendiri? . Aku pun meminta ibu ku. Tetapi ibu ku belum mempunyai uang yang cukup untuk membelikan aku PS tersebut. Ibu ku pun bilang, "Kalau nilai THB mu nilai 100 nya ada 5 , ibu belikan kamu PS". Menurutku hal tersebut berat bagiku. Aku siswa yang tidak begitu pintar. Aku pun menawar "Bagaimana kalau hanya dapet 100 nya 3 saja bu? aku minta SEGA saja ya?". Aku pun menurunkan keinginanku. Aku hanya meminta SEGA, yang harganya lebih murah. Hitung-hitung agar aku tidak terlalu membebani orang tuaku, meskipun bukan itu yang aku harapkan.



Aku pun mulai belajar giat. Yang seperti biasanya aku pulang sekolah, langsung bermain PS di rental dengan membayar 1000 rupiah per jam nya, uang itu pun aku tabung. Tiap hari aku diberi uang om ku 1000 rupiah, kalau aku mau makan siang. Sedangkan uang saku ku 1000 rupiah. 500 rupiah untuk naik angkot, dan 500 lagi untuk jajan di sekolah. Dan saat THB pun tiba. Sudah aku persiapkan matang matang untuk THB ini. Ibu ku saat itu ke surabaya. Tidak tahu untuk apa, yang jelas untuk dinas kesana selama 1 minggu.

Yang biasanya aku bermain saat pulang sekolah, tidak kulakukan. Aku belajar untuk THB esok. oh iya, sekolahku beda dengan yang lain. Jika SD umumnya, THB dilaksanakan selama 4 hari, sedangkan MIN, berlangsung selama 1 minggu. 1 Hari pun ada 2 pelajaran yang diujikan untuk kami. THB pun selesai. Hasil pun keluar, dan..

Alhamdulillah, usahaku tidak sia sia. Aku mendapat nilai 100 di Qur'an Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Bahasa Indonesia. 4 nilai 100 telah kudapatkan. Meskipun angan angan ku untuk mendapat PS tidak tercapai, tetapi aku tetap lega, aku mesih bisa mendapat SEGA, meskipun bukan itu yang aku harapkan. Aku pun telpon ibuku, dan ibu bilang besok ibu akan pulang. Aku tidak sabar menanti SEGA yang dibelikan ibu ku.

Keesokan harinya , ibu ku datang. Ibu membawa kresek hitam, sedang, dan sepertinya ada kotak didalamnya. Aku yakin itu SEGA yang menjadi perjanjian jika aku mendapat nilai 100 di 3 THB ku. Aku pun mengeluarkan kotak itu dari kresek hitam tersebut. Saat aku buka, itu bukan SEGA, melainkan PS yang aku inginkan. Aku pun bertanya "Lhoh bu, aku nilai 100 nya cuma 4, kok PS? bukan SEGA?" . Ibu pun menjawab "Lhoh, gamau? sini ibu balikin ke orang yang jual". Jelas aku senang menerima hadiah itu. Tetapi harganya mahal. 800.000 rupiah saat itu. Aku pun bertanya "uang ibu habis tah buat beli PS itu? PS kan mahal?". Ibu pun menjawab dengan nada agak keras "Jangan pernah berpikir berapa banyak ibu keluarkan uang untuk kamu nak. Ngerti?". Aku pun mengangguk.

Uang yang aku kumpulkan selama ini, aku kasihkan ke ibu ku. Yah meskipun cuma 50.000, tapi aku berikan ke ibuku. Siapa tahu bisa menutup biaya untuk membeli PS ini, pikirku.Tiap hari raya pun, uang yang aku dapatkan, selalu aku bagi setengahnya ke ibuku. Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku merasa harus melakukan itu. Karena aku tahu, ibuku telah memberiku triliyun rupiah, untuk aku hidup sampai saat ini.


Hal yang aku pelajari dari kisah ku di kelas 3 awal ini,

Berangan-angan, selama kita merasa sanggup melakukannya, kejar terus mimpi itu, dengan usaha dan doa, semoga mimpi atau angan kita tercapai.

Aku akan selalu berusaha tidak memberatkan beban orang tuaku. Karena merekalah, aku bisa seperti ini sampai sekarang.

Kamis, 29 Maret 2012

In Elementary School 2 -Dicipline For All Things-

Kelas 2 pun mulai aku jalani. Tidak ada perbedaan di teman kelas ku. Semua sama, tidak bertambah tidak berkurang. dari kelas 1D , aku dan teman teman naik kelas menuju 2D.Wali kelas kami bernama Pak Mansyur. Insya Allah, kalau saya mesih ingat, beliau mengajar kami semua pelajaran. Dahulu , di zaman kami, kelas 1 , 2  , dan 3 , kami hanya mempunyai 1 guru pengajar + itulah wali kelas kami. Saat itu masih sistem CAWU. Tiap cawu berkisar antara 4 bulan. Ujian akhir tiap Cawu diberi nama THB. Singkatan dari Tes Hasil Belajar.

Dari rumah pun aku berangkat. Kelas 2 , kelas baru, wali kelas baru, menungguku. Aku melihat bajuku. Apakah sudah rapi? , aku pun lihat isi tas ku apakah ada yang ketinggalan? . Aku suka kerapian. Baju ku pun, aku tidak suka kalau ada kancing yang terbuka. Kancing atas pun, aku kancingkan , meskipun tertutup dasi. Sabuk? tidak pernah lupa aku memakainya. Sepatu? meskipun solnya sudah hampir copot, aku tetap memakainya. Aku berusaha serapi mungkin. Tidak tahu kenapa, tapi aku sangat suka seperti itu :D

Foto saat aku masih kelas 2



Suatu saat, sesuatu pun terjadi. Buku untuk mencatat tugas harian, tidak aku bawa. Aku tiba tiba merasa gugup sendiri. Aku benar benar merasa bersalah. Wali kelas ku pun bilang , "tidak apa apa, sementara memakai buku lain dahulu, nanti disalin". Tetapi aku tidak mau. Aku merasa bersalah karena tidak membawa buku tugas berwarna merah itu. Aku pun bingung, guru ku pun menyuruhku untuk telepon orang tua ku, agar membawakan buku tersebut.

Aku tau, dirumahku tidak mempunyai telepon.Bahkan dirumahku tidak mungkin ada orang. Kakakku sekolah, Ibu ku jelas sedang bekerja. Tapi aku tetap bersikukuh untuk ingin mengambil buku yang ketinggalan itu. Aku tidak tahu kenapa, aku benar benar merasa bersalah dan janggal karena tidak membawa buku yang seharusnya aku bawa. Aku pun pergi ke ruang TU. Telepon pun siap aku gunakan. Tetapi aku harus menelpon siapa?

Aku pun gugup. Berkeringat. Guruku pun membantuku menelpon. Guruku bertanya, "berapa nomor telepon rumahmu nak?". Aku pun menjawab sekenanya. Lalu ada orang yang mengangkat telepon itu. Aku pun berbicara kalau buku ku ketinggalan. Tidak peduli siapa yang berbicara di telepon itu, yang penting aku sudah berusaha menghubungi orang , agar membawakan buku ku itu. Aku masih ingat, orang yang aku telpon rumahnya di daerah sawojajar. Aku pun jelas tahu kalau itu salah sambung. Tapi aku ingin meyakinkan guru ku. Kalau aku benar benar ingin berusaha membawa buku tersebut.

Setelah telpon, aku pun bilang kepada guruku. "Tidak ada yang bisa mengantar buku ku pak, ibuku kerja, tidak ada orang dirumah.". Aku pun menangis saat itu. Guru ku pun bertanya "Lalu siapa orang yang mengangkat telpon itu nak?". Aku pun bilang tidak tahu siapa itu, dan masih menangis. Guruku pun menyadari kalau telpon tadi bukanlah menuju orang tuaku. Guruku pun menenangkanku.Guruku pun bilang "kalau kamu memang ingin membawa buku itu, tidak apa apa kamu tidak membawa buku  itu hari ini.". Aku pun tetap tidak mau, karena aku benar benar merasa bersalah.

Guruku pun meminta ku lebih baik membeli buku baru.Tapi bagaimana? aku tidak punya uang. Uang saku ku 300 rupiah saat itu. Sedangkan buku itu berharga 1000 rupiah. Guruku pun tersenyum. Dia mengantarku ke koperasi. Dia membelikan buku tugas berwarna merah itu untukku. Saat memberikan buku merah itu, guruku pun berkata "Besok besok, jangan ketinggalan lagi ya nak,", dengan wajah tersenyum. Aku pun merasa sungkan dengan guruku,tetapi aku lega.

Saat pulang, aku pun menceritakan hal tersebut kepada ibuku. Ibuku pun tertawa mendengar ceritaku. Ibuku memberi uang untuk mengganti uang guruku untuk buku tersebut. Keesokan harinya, saat aku ingin mengembalikan uang itu ke guruku tersebut, guruku pun tersenyum, menaruh lagi uang yang aku berikan, ke saku baju seragamku, dan berkata "Harga buku kemarin sama sekali tidak mahal bagi bapak nak, tetapi rasa tanggung jawabmu yang sangat mahal bagi bapak". Aku pun tidak mengerti arti kata tersebut. Jelas saja, aku masih kelas 2 -.- . Tetapi aku benar benar ingat kata kata tersebut, sampai sekarang :)

Hal yang aku pelajari dari kejadian tersebut,

Disiplin untuk semua hal, tidak peduli dimanapun kita berada. Kita harus memposisikan diri sebaik mungkin.Tanpa dilihat siapapun, tanpa mengharapkan apapun, sebisa mungkin kita mentaati peraturan yang ada.

Tanggung jawab, untuk hal yang kita lakukan . Tak terkecuali untuk hal sekecil apapun :)

Rabu, 28 Maret 2012

In Elementary School 1 -Good Manner, Bad Manner-

Ini ceritaku saat aku sekolah dasar. Sekolah ku bernama MIN Malang 1 , bertempat di jalan bandung , kota malang. Dengan 'Antar-jemput', aku berangkat dari rumah ku yang berada di daerah sukun, menuju MIN , sekolah dasarku.Dibawah ini merupakan foto palang skolahku yang ditempatkan di dekat kolam ikan. (Seingatku sih :D)




Hari pertama masuk sekolah pun dimulai. Hari itu ibu mengantarku masuk ke sekolah. Tapi, ibu ku gabisa lama lama untuk tetap menunggu disana sampai aku pulang. Yah, tentunya karena ibu harus bekerja. Dan alhasil, aku menangis :P , tentunya saat itu aku masih kelas 1 SD , bukanlah hal yang besar jika aku menangis kan? -.-

Aku bahkan masih ingat nama teman-teman ku dan juga absennya, meskipun cuma beberapa. Misal , Abu Bakar absen 1 , Adrian Ramadhan absen 2 , Fanny absen 4 , Haqi absen 15, Ro'di Nur Fajri absen 32 , Iqbal absen 33 , Jihan , Dian , yang lainnya sudah lupa -.- ,  bahkan aku lupa, aku sendiri absen berapa :P

Abu Bakar. Dia anak yang nakal. Selalu memalak kue teman teman. Bahkan lebih sering kue ku yang diminta. Kalau misal, ibu ada rejeki, ibu membelikan aku biskuit holland, yang itu aku ingat harga nya sekitar 1000 rupiah. Menurutku itu mahal, tapi dia, selalu minta kueku. Alhasil, kadang aku hanya memakan 1 dari 4 biji yang ada. Sedangkan kue hollad itu pun jarang kudapatkan untuk bekalku.

Sampai sampai, dia belum memalak pun aku sudah memberinya terlebih dahulu -,- , mungkin karena terbiasa yah. Dia pun suka menjitak kepala teman jika saat kita bermain saat istirahat -.- . Benar benar anak yang nakal dan bandel. Tidak ada yang berani memberi tahu, karena jika memberi tahu guru, kita diancam akan dipukul -.- (itulah anak SD, pasti anda pernah mengalaminya)

Suatu saat, ada hal yang merubah sifat Abu si nakal itu, menjadi berubah total. Dia menjadi baik. Kami pun kaget, seorang anak yang bandel seperti itu, bisa menjadi baik? ini ceritanya.
Aku dan teman temanku , seperti biasa, kami bermain saat istirahat. Depan kelas kami adalah musholla sekolah. Kami melepas sepatu, dan kami bermain di teras mushollah. Kami bermain kejar kejaran saat itu. Tentu Abu ikut. Tetapi , Abu jelas bermain curang, dia tidak mau menjadi pengejar. Kalau ada yang memaksa, tentu dia jitak -.-

Tiba tiba sesuatu terjadi. Si Abu, saat lari, dia jatuh dan kepalanya membentur lantai. teman teman pun menertawakan dia. Dia kelihatan mau menangis. Aku rasa jatuh tadi cukup sakit. Dia memakai kaus kaki saat itu. Mungkin itu penyebab dia jatuh seperti itu. Aku pun menolongnya berdiri. Teman teman masih menertawakan dia. Ada juga yang membantu ku menolong Abu. Aku pun tidak tahu kenapa aku menolongnya. Aku selalu dijahili dia. Aku selalu di jitak dia, dijahati dia, tapi kenapa aku menolongnya?

Aku pun bingung, kenapa aku tidak tertawa saja dengan yang lain, toh aku dijahati dia kan?. Tapi aku malah menolong dia, membantu nya berdiri, dan aku bertanya ke dia "apa kamu tidak apa apa?". Abu pun bilang terima kasih, dan kami pun, yang menolong dia, berkata "kalau saja kamu tidak nakal, banyak yang akan mau berteman dengan kamu". Aku pun ingat aku berkata seperti ini "Aku menolong yang harus aku tolong, tidak peduli dia musuh ku atau orang yang tidak aku suka". Tentu aku tidak memakai bahasa baku seperti itu -.- aku memakai bahasa jawa.

Akhirnya Abu pun berubah. Dia mempunyai banyak teman setelah kejadian itu. Tetapi dia tetap bandel di kelas. Ramai sendiri, mengganggu teman , yah seperti bandelnya anak kecil -.-
Tetapi kami senang , Abu tidak sejahat dulu :)


Hal yang bisa aku pelajari dari cerita ku ini, adalah

Tidak peduli siapapun dia, jika dia membutuhkan pertolongan, selama aku sanggup membantu , aku akan membantunya. Tidak peduli dia musuh, atau orang yang tidak aku suka.

Kita akan di "baik" i orang , jika kita baik ke orang lain. Kita akan di "jahat" i orang, jika kita jahat ke orang lain.

Senin, 26 Maret 2012

My First Story End -limitations will not lower my spirits-

Taman Kanak-Kanak sudah aku lewati.
Saatnya aku menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu aku meminta ibu untuk sekolah di tempat yang dekat rumah saja, agar tidak ada biaya transportasi , juga aku tau di daerah dekat rumah ku, sekolah nya pun mempunyai biaya yang murah + itu dulu SD kakakku.

Meskipun masih kecil, aku pun sudah mempunyai pikiran aku tidak mau terlalu banyak membebani orang tua. Tapi ibu ku berkata lain. Ibu ku ingin aku sekolah di madrasah , agar aku mendapatkan pelajaran agama yang banyak , dan menjadi anak yang sholeh. Kami pun berangkat untuk mendaftar.

Ternyata madrasah yang diinginkan ibu ku adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang. Sekolah tersebut mempunyai reputasi yang sangat baik. Termasuk sekolah madrasah terbaik, untuk saat itu se Jawa Timur. Aku berpikir, tentu biaya masuk ke sekolah tersebut tidaklah murah. Tapi ibuku tetap mengajakku pergi kesana, tanpa ragu. Aku dan ibuku sampai di tempat tujuan. Ibu ku mengurus pendaftaran, dan aku langsung tes di hari itu juga. Dan, tes pun dimulai.

Aku masih sangat ingat tes apa saja yang dilakukan disana. Tes membaca, alhamdulillah aku sama sekali tidak kesulitan. Tes mengaji, disuruh membaca Iqro' 2 , dan alhamdulillah saat itu aku sudah mencapai Iqro' 6. Tes menebak buah buahan, itu pun tidak sulit. Aku hanya salah satu buah, buah durian, aku menjawabnya nangka.
Yaah mungkin salah kecil, karena bentuk kedua buah itu hampir sama kan?

Tes yang paling sulit pun akhirnya datang. Tes engikat sepatu sendiri. Aku bingung saat itu. Sangat bingung. Karena sebelum masuk ruangan, sepatu disuruh melepas sendiri. Tentu aku bisa kalau melepasnya. Sekarang disuruh memasang sepatu sendiri? . Gawat , aku sama sekali tidak tahu caranya.




Teman disebelahku pun kesusahan , karena talinya tidak sesuai dengan simpul tali yang biasanya. Aku pun semakin gugup. Banyak yang tidak lolos tes tersebut. Padahal tes tersebut mempunyai nilai pengaruh yang besar, yaitu nilai mandiri.

Aku ambil sepatuku, aku pasang sepatu ku, dan Srekk, aku lulus tes itu dengan mudah. Kenapa? karena sepatu yang aku kenakan adalah sepatu tinggal pasang, bukan sepatu tali :D



Tiba saatnya siapa yang diterima, dan siapa yang tidak. Orang tua kami pun diberi sebuah amplop. Yang memberikan amplop memberitahukan kepada orang tua kami, "Silahkan membuka amplop, dan masuk ke ruangan yang tertulis di dalam amplop tersebut".

Ibu ku pun langsung masuk ke salah satu ruangan, yang saat itu masih sedikit orang yang masuk ruangan tersebut. Hei, ibuku belum membuka amplopnya -.-
Saat ibuku berbincang dengan yang duduk disebelahnya, baru ibuku tahu, ternyata ruangan itu untuk anak yang diterima. Ibu ku pun belum tahu, aku diterima apa tidak. Saat petugas di ruangan tersebut bertanya, bagaimana hasilku, ibu ku pun baru membuka amplop tersebut -.-
Dan untungnya isi amplop tersebut bertuliskan "Diterima"
Alhamdulillah, jika isi amplop tersebut berbeda, bagaimana wajah ibu ku ya -.-

Biaya SPP dan Uang gedung pun mahal. Aku tau hal itu sebelumnya. tapi ibuku tetap berusaha. Ya, ibuku meminta keringanan. Ibu pergi ke ruang kepala sekolah, dan akhirnya kami pun mendapat keringanan, dengan cara boleh mengangsur uang gedung tersebut. Kami pun sedikit lega akan hal itu.

Sukun, ke LandungSari. Pulang pergi harus kulewati tiap hari untuk pergi sekolah. Ibu ku pun menyewa antar-jemput , agar aku selamat, dan tentu aman. Biaya yang dikeluarkan ibu ku sangatlah banyak. Untuk seragam, buku, dan antar jemput tersebut. Bagaimana dengan sepatu dan tas?

Sepatu dan tas pun masih menggunakan yang lama, saat aku masih duduk di bangku TK. Tak apalah, masih bisa dipakai, disyukuri :)
Uang saku? aku tidak mempunyai uang saku. Ibu ku membelikanku jajan 100 an , dan aku bawa untuk bekal sekolahku. Aku tahu ibuku bekerja keras untuk menyekolahkanku disini.

Aku harus tetap semangat, harus berprestasi. Keterbatasan tak akan mematahkan semangatku. Saat aku berusaha keras, dan mendapat prestasi, keterbatasan pun akan hilang. Membuat orang tua bangga, itu lebih berharga , daripada mendapatkan uang sebanyak apapun :)

Hal itulah yang aku pelajari, saat aku memasuki Sekolah Dasar...

Kamis, 22 Maret 2012

My First Story 2 -Let's Be Stronger-

17 Agustus 1999
Hari kemerdekaan negara Indonesia saat itu. Tiap daerah mempunyai berbagai cara untuk merayakan hari itu.
Di kampungku, seperti biasa, mengadakan beberapa lomba. Acara pun dimulai pukul 10 Pagi.
Jl. Elang dipenuhi oleh warga untuk meramaikan lomba. Lombanya pun bermacam-macam , juga untuk segala usia. Mulai dari anak anak, sampai orang tua. Acara lomba pun berlangsung sampai sore hari.

Para warga pun beristirahat sejenak. Karna di malam itu masih ada acara di kampung. Ternyata masih ada lomba, juga ada acara lain. Semua bergembira di acara tersebut. Menyanyi, menari bersama, makan jagung bakar bersama, itu pun berlangsung sampai malam.

Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Waktu nya anak anak tidur tentunya. Bapak bapak berjaga malam itu. Semacam ronda lah. Aku , Ibuku, kakakku, pulang kerumah. Kami capek , dan kami pun pergi tidur.

Tak lama setelah itu , aku terbangun. Aku lihat api diatas ku. Apa aku mimpi? . Ibu ku tidak ada di kamar. Kakakku pun juga. aku cari di dapur , kamar mandi, tidak ada. Pintu depan rumah terbuka. Aku penasaran. Di jam 2 pagi seperti ini, masih banyak orang di depan rumahku? apa acara belum selesai?

Aku pun keluar rumah. Aku kaget. Ternyata rumah tetangga sebelahku mengalami musibah. Kebakaran.
Aku lihat ibuku begitu bingung memanggil orang orang. Ternyata api pun merambat ke rumah kami. Bapak - bapak mengambil air, menyiram sebisanya, sebelum api lebih merambat lagi.

Tak lama kemudian, ada yang menjerit. "Allahuakbaaaar".Seorang wanita yang terjebak di lantai 2 rumah yang terbakar itu. Tiba tiba wanita itu lompat, dan jatuh kebawah. Dengan tubuh yang sudah hangus, dan tubuh nya melingkar. Jelas wanita tersebut nyawanya tidak tertolong. Setelah diselidiki, ternyata wanita itu adalah pembantu dari rumah tersebut.

Aku dan kakakku pun dibawa ke rumah pak RT. Kami tidur disana. Ibu ku lupa kalau aku masih di dalam rumah tadi. Mungkin ibu ku terlalu panik , sampai lupa pada anak kecilnya. Setelah diselidiki apa penyebab kebakaran tersebut, ternyata ada kemungkinan pemilik rumah teledor membuang rokok. Dan kemungkinan rokok itulah penyebab kebakaran itu.

Rumah kami jelas terbakar. Atap pun berlubang. Aku tidak sekolah hari itu. Banyak orang yang sibuk membereskan rumahku. Sedangkan rumah sebelah yang terbakar itu, sudah hancur lebur, tinggal puing puing bekas kebakaran.

Banyak orang yang memberikan kami santunan. Yah, musibah seperti ini tidak akan ada yang menduga kan?. Kerugian pun oleh ibuku tidak dihitung. Ibuku meng-ikhlaskannya. Menurutku hal ini sangat berat. Ibu ku single parent saat itu. Harus menanggung biaya banyak, rumah sudah seperti ini, juga mempunyai 2 orang anak, ibu ku pun juga masih kuliah saat itu.

Beberapa hari kami menumpang di rumah tetangga. Kadang pula juga kami menginap di rumah kakek dan nenek.Meskipun ibu ku jarang di rumah, tetapi ibu ku sangat ramah kepada warga sekitar. Mungkin itu pula yang membuat banyaknya kami mendapat santunan. Ibu ku pun tetap semangat bekerja sambi kuliah.

Kami tetap menetap di sukun, sampai rumah sudah dibenahi. Hal yang bisa kupelajari dari musibah ini, janganlah pernah menghitung kerugian atau pun hal yang telah hilang dari kita.Saat kita jatuh, terpuruk, bolehlah kita menangis dan sedih. Setelah itu kita harus bangkit, kalahkan problem di depan kita, maka kita akan menjadi lebih tegar dan kuat.

Aku belajar hal itu dari ibuku.



Rabu, 21 Maret 2012

My First Story -Every person has the advantage-

Kenalkan, nama saya Faris Imamda Putra , lahir di lawang, 30 - April - 1993 Jum'at Wage jam 04.00 pagi , waktu subuh..
(apa data diatas kurang lengkap ?) :D

Foto waktu aku kecil :D



pertama, . . mungkin aku bercerita dahulu tentang masa aku kecil yah ..
harus dimulai dari mana? mungkin dari sini dulu
aku tinggal dengan ibu, dan kakakku.
Beralamat di daerah sukun, Jl. Elang No. 26
kenapa ada yang kurang? ya .  . Ayah..
Ibu dan ayah ku cerai.. dan aku kira itu bukan masalahku,  dan aku tidak mau cerita tentang hal itu, lagian aku juga tidak minat :D

Mulai umurku 2 tahun, ayah dan ibu pisah. Kakakku memilih tinggal bersama ibu. Aku , yang masih sekecil itu, bahkan tidak tahu wajah ayahku. Tak apalah. Tiap orang punya kisah masing-masing. Punya jalan masing-masing pula.

Oiya , aku pernah jadi juara 1 balita sehat :D .. fotonyaaa. ilang -.- , tapi pasti orang orang yang kenal aku tidak akan percaya. Karna sekarang aku kurus :P.



Kakek - nenekku , bertempat tinggal di daerah Kidul pasar namanya. Tempat yang kusuka. Lingkungannya yang ramah, rumah yang berdempetan antara satu dengan yang lain, semacam kampung lah. Ibu ku sering mengajakku kesana.  Tiap ibu libur, atau ada suatu acara. Kakekku sering mengajakku ke depan gang saat aku berumur 4 tahun. dengan membawa koran, dan aku digandengnya , untuk berjalan menuju depan gang itu. Di depan gang terdapat banyak orang. Ada tukang becak, orang bermain catur, dan masih banyak yang lain. Lalu kakekku bilang ke orang-orang yang disana. "Hei, sini lihat , cucuku bisa membaca koran, padahal dia masih kecil". Jelas aku tidak ingat hal itu. Ibuku yang bercerita padaku.

Alhamdulillah aku diberi karunia oleh Allah , yang menurutku hal itu luar biasa. Di umur 3 tahun aku sudah hafal huruf alfabet. Dan diumur 3,5 tahun  , aku sudah bisa baca. Memang sih itu hal yang biasa. Standard nya orang bisa hafal alfabet saat mreka umur 4 tahun, ada pula di bangku TK mereka baru hafal alfabet. Dan saat SD belajar membaca. Tapi tidak semua anak seperti itu kan? . Ya , maka dari itu kakekku sering mengajakku, dan membawa koran, membiarkan aku membaca koran itu. Kakekku begitu senang, dan tersenyum saat aku membaca koran tersebut. Mungkin aku bisa membaca lancar, karena sering dilatih seperti itu.

Kakekku sangat sayang kepada cucu cucunya. Kakekku orang yang sangat usil. Kakakku selalu menangis digodanya :D. Tapi aku tidak bisa digoda kakekku. Mungkin aku setipe dengan kakek, makanya aku tidak pernah digoda kakek. Tiap pagi , saat liburan tentunya, aku diajak lari pagi ke Alun - alun kota malang. Tidak jauh kok dari rumah kakek. Setelah lari pagi , kami mampir ke warung , untuk minum teh hangat, dan makan makanan kesukaanku, Ketan Bubuk.

Keluarga besar kami mempunyai sebuah toko , atau biasa kami sebut "Bedak" , karena toko tersebut bertempat di pasar burung kota malang. Di bedak itu kami menjual makanan burung, kandang burung, dan peralatan peralatan untuk memelihara burung. Aku sering sekali diajak bermain kesana. Melihat ikan di pasar ikan, melihat kera, kelinci, kucing, dan banyak lagi hewan yang lain. Aku sangat suka jika diajak ke tempat itu.

Om ku lah yang berjualan di bedak kami. Bahkan di rumah pun, saat tidur, mengigau nya pun sambil berjualan. Dia bergumam "nggih pak, niku 20 ribu pak , ooh mboten , nggeh" . Kurang lebih seperti itu lah mengigaunya :D

TK ku berada di daerah sukun. Bernama TK Istiqomah. Ibu ku ingin anak anak nya mendapat pendidikan agama yang cukup, bahkan lebih. Tiap sore, aku dan kakakku pergi mengaji , yang tempatnya di masjid depan TK ku berada. aku berada di TK selama 4 tahun. Karena saat harusnya aku sudah masuk kelas 1 SD, guru TK ku tidak mengizinkan, karena badanku yang terlalu kecil katanya.

Aku pintar mengaji untuk seumuranku. di saat aku TK B , aku sudah mengaji iqro' 6. Mungkin karena aku suka membaca. Di umur segitu pun aku sudah mengenal komik, seperti Dragon Ball, dan Doraemon.

Sangat jelas jika tiap manusia mempunyai kelebihan masing masing. Bisa disebut bakat atau talenta. Mungkin akan muncul disaat yang tepat. Bakat bisa dilihat melalui hal yang paling disukai, sering dilakukan dan ditekuni. Dan yang harus kita ketahui, Semua orang mempunyai kelebihan masing masing di dalam dirinya. Tak terkecuali..